728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Februari 2017

    Indonesiaku Sudah Berubah, Ahok-Djarot Kalah Telak dan Menang 100% di TPS Ini

    Beberapa fenomena yang sangat unik dapat kita dengar dari hasil Pilkada DKI 2017. Jika di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) mungkin pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Djarot Saiful Hidayat  bersaing cukup ketat dengan nomor urut 3 Anies Baswedan/Sandiaga Uno, di TPS 19 yang merupakan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi justru Ahok/Djarot kalah telak. Fenomena unik lainnya adalah dimana Ahok/Djarot mendapatkan suara mutlak atau 100%. Bagi saya kedua fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesiaku kita sudah berubah.

    Meskipun terdengar beberapa kecurangan seperti di TPS 88-89 di Cengkareng, Jakarta Barat, seperti yang diberitakan di Metro TV beberapa saat yang lalu. Mau tidak mau kita harus akui bahwa hasil Pilkada DKI 2017 hari ini sepertinya sudah dapat kita pastikan, nomor 2 dan nomor 3 akan kembali bertarung di putaran kedua di bulan April 2017 nanti.

    Kemungkinan besar perjalanan putaran kedua ini tidak akan mudah bagi pendukung nomor 2, karena menurut analisis sederhana kita dapat mengira bahwa pendukung calon nomor 1 secara mayoritas akan berpindah ke nomor 3. Jadi Anies/Sandi akan mendapatkan ‘muntahan’ suara gratis dari pendukung nomor 1 tanpa harus meneteskan setetes keringat pun, karena pendukung mereka lebih dekat tipe pemilihnya. Ditambah lagi, Partai Gerindra sudah menyatakan mereka mau untuk berkoalisi dengan Agus/Sylvi di putaran kedua. 

    Ahok-Djarot Kalah Telak di TPS Rutan KPK

    Meskipun hanya sedikit jumlah suara disana, tapi yang dapat kita catat adalah beberapa dari mereka memilih dengan embel-embel ‘asal bukan dua’ dalam komentarnya. Hal ini mungkin cukup menarik untuk kita simak lebih lanjut, karena tujuh orang yang merupakan tahanan KPK tersebut ternyata adalah pendukung nomor 1 dan nomor 3.

    Beberapa nama ‘koruptor’ sebenarnya cukup kita kenal, seperti Andi Zulkarnain (Choel) Mallarangeng, Mohammad Sanusi, dan Basuki Hariman yang namanya mencuat dari kasus suap Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Kalau Choel memilih nomor 1, Sanusi pastinya memilih nomor 3 karena memang afiliasi politik mereka kesana. Yang lucunya, keduanya ngotot bahwa yang terpenting bukan nomor 2 yang akan mereka pilih.
    “Asal bukan dua,” kata Sanusi, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/2)
    “Asal bukan dua,” kata Choel sambil mengacungkan telunjuknya.
    Meskipun hanya berbeda sedikit jika dihitung dari jumlah suara, tapi pilihan para tahanan KPK itu sedikit banyak mencerminkan beberapa hal tentang preferensi politik serta afiliasi politiknya. Saya gunakan kata telak karena memang suara dari TPS ini yang hanya ada 7 saja akan menjadi 20% jaraknya kalau direpresentasikan dalam %.

    Kita ketahui bersama Choel Mallarangeng terjerat KPK karena kasus Hambalang dan M. Sanusi terjerat KPK karena kasus suap Perda reklamasi. Meskipun Hambalang tidak berhubungan langsung dengan publik Jakarta, mungkin mereka lupa bahwa kasus suap terkait reklamasi teluk Jakarta menjerat anggota dewan dari Partai Gerindra, partai yang mengusung calon nomor urut 3. Penyuap Patrialis Akbar Basuki Hariman pun dipastikan tidak memilih Ahok/Djarot.

    Ini adalah suatu fakta bahwa koruptor itu benci sama Ahok yang sudah terbukti bersih dan anti korupsi. Para koruptor ini adalah contoh orang-orang yang tidak mau berubah dan tidak ingin mengikuti perkembangan zaman. Bukan zamannya lagi sekarang untuk menyuap-nyuap pejabat dan mengkhianati suara tangisan rakyat.

    Terbukti bahwa orang-orang yang tidak ingin berubah seperti para koruptor ini akan tersisih oleh zaman. Tertangkapnya mereka oleh KPK adalah buktinya dan pilihan mereka untuk ‘asal bukan nomor dua’ adalah penegasannya.

    TPS Dimana Ahok 100% Menang Telak

    Dunia sudah berubah, Indonesiaku sudah berubah. Sangat mengejutkan bagi saya bahwa ada TPS dimana Ahok menang telak 100%. Gila aja! Dari dua foto yang saya lihat, benar-benar sungguh nomor 2 
    mendapatkan semua suara di TPS tersebut dan 2 pasangan lain tidak mendapatkan 1 suara pun. Dua TPS tersebut adalah TPS 32 di Cililitan Jakarta Timur dan TPS 91 di daerah Cengkareng Jakarta Barat. Kedua bukti hasil suaranya dapat ditemukan di Twitter @kurawa, meskipun yang TPS 91 belum lengkap terisi.

    Saya mengira tidak mungkin ada calon yang bisa mendapatkan 0 suara di TPS mana pun, tapi ternyata saya salah. Jangan coba membantah dengan mengatakan bahwa semua warga yang memilih disana adalah non-Muslim, karena saya pastikan itu tidak benar. Berarti warga Muslim disana hatinya terbuka dan pikirannya rasional dengan memilih nomor 2. Mereka tidak termakan isu SARA yang terus coba digoreng-goreng oleh lawan-lawan Ahok.

    Ingat, untuk menang 100% di sebuah TPS dengan hampir 500 suara yang mana masyarakatnya memiliki identitas beragam suku, agama dan budayanya itu kalau dalam ilmu matematika bisa dibilang peluang mendekati 0. Limit x->0 memang tidak mustahil, tapi dari keahlian saya bisa dikatakan hanya mukjizat yang bisa mewujudkannya. Peluangnya mungkin seperti mencari sebatang jarum di lautan jerami, tapi Ahok/Djarot berhasil dan berarti dunia memang sudah berubah.

    Penutup

    Meskipun kita kecewa karena Pilkada DKI 2017 harus berlangsung 2 putaran, tapi marilah kita tetap bersyukur karena Ahok/Djarot masih sementara unggul. Meskipun di putaran kedua akan sangat berat untuk mengalahkan Anies/Sandiaga yang memainkan isu agama, mari kita terus bekerja keras dan perbanyak doa kepada Tuhan.

    Kita ingin dunia berubah, dan menurut saya dunia, termasuk Indonesia, sudah dalam proses perubahan yang dahsyat di era kemajuan teknologi dan informasi ini. Orang-orang yang tidak ingin move-on dengan terus menarik-narik isu SARA ke dalam proses politik ataupun hukum adalah orang-orang yang tidak mau mengikuti perkembangan zaman, dan mereka pasti akan tersisih oleh zaman.

    Saya percaya, meskipun bukan pada 2017, di masa depan yang sudah tidak jauh lagi, pasti pengemis suara yang memainkan isu SARA akan disingkirkan secara alami oleh alam, baik oleh isu politik secara langsung ataupun isu hukum secara tidak langsung. Karena tidak ingin berubah di tengah dunia yang terus berubah ini, mereka akan tereliminasi dengan sendirinya.

    Saya tetap berdoa, semoga saja perubahan ini dapat memuncak di tahun 2017 ini. Semoga saja Ahok/Djarot adalah manusia yang dipilih oleh alam untuk memanifestasikan perubahan itu di Jakarta, Indonesia.

    Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan………


     Penulis : Power Aryanto Famili   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Indonesiaku Sudah Berubah, Ahok-Djarot Kalah Telak dan Menang 100% di TPS Ini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top