728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 Februari 2017

    Gerindra Dukung Normalisasi Sungai dengan Relokasi, Jadi?

    Banjir di Jakarta di pertengahan Februari ini menjadi blessing in disguise untuk Ahok. Kok bisa? Kita tahu, Gerindra yang mengusung pasangan Anies-Sandi adalah “anti” penggusuran. Masih ingatkan dengan sajak “Tukang Gusur” dari Fadly Zon? Atau ucapan Anies yang pernah mengolok-olok program relokasi yang dilakukan Ahok ini: “Kalau gubernur yang sekarang sering gusur menggusur. Kalau kita ditata menjadi kampung yang bersih dan indah”.

    Namun dalam sebuah diskusi di Kompas TV tanggal 21/2/2017, Syarif, M.Si. anggota DPRD DKI dari partai Gerindra, yang juga merupakan Sekretaris Tim pemenangan Anies-Sandi mengungkapkan hal lain. Simaklah yang dikemukakannya berikut ini:

    “Normalisasi kita dukung, seperti di Bukit Duri (nah loh), tapi kemudian caranya? Cara pendekatannya yang belum apik.” Normalisasi kan pasti melibatkan relokasi atau penggusuran, jadi gimana Pak? ” Ya itu himpitannya sangat sulit sekali (himpitan apa sich yang sulit Pak?) Sehingga ketika dilakukan penataan, mestinya dibangun sebuah kerjasama yang rapi antar pemangku kepentingan” Bagaimana agar mereka mau dipindahkan dengan rela Pak? “Bisa, Pak Jokowi bisa, tidak ada benturan Pak Jokowi, kenapa Ahok gak bisa?”. Hehe setelah muter-muter beliau malah mereferensi ke Jokowi. Tapi kita paham lah intinya Pak.

    Jadi program unggulan Anies-Sandy untuk mengatasi banjir apa saja Pak? “Normalisasi kita dukung (nah loh ndukung lagi), itu jalan yang lazim, sulit diperdebatkan, normalisasi pasti oke, tapi Anies – Sandi pernah menawarkan dalam debat, curah hujan besar kecil itu suatu barokah , seharusnya ada pendekatan yang sebenarnya sudah dibuat oleh teman-teman Bappeda tahun 2002-2007, bahwa ada yang namanya memperbanyak tangkapan air, ada yang model biophori dan lain-lain, juga kemudian ada pengawasan terhadap bangunan-bangunan gedung. Pertanggungjawaban bangunan-bangunan gedung itu tidak ada. Ada saran dari Anies-Sandi bahwa suatu ketika akan dilakukan audit berapa persen sebuah bangunan diberikan tangkapan air dan resapan, sampai hari ini tidak ada. Jadi tidak terintegrasi antara sebuah bangunan dibangun, misalnya infrastruktur, tapi tidak ada pengawasannya”

    Got the point? Kita semua sadar – bahkan bagi penentang Ahok-, bahwa relokasi yang dilakukan Ahok selama ini sudah benar. Terbukti, partai Gerindra sebagai partai yang menjadi “musuh besar” Ahok di DPRD DKI, mau tidak mau mengakui, bahwa tidak ada solusi lain untuk normalisasi sungai selain relokasi. Jadi membangun tanpa menggusur adalah juga hoax. Jadi saya sarankan untuk Anies-Sandi jangan bermimpi mengatasi banjir Jakarta tanpa menggusur! Itu cuma retorika! Untuk teman-teman warga Jakarta di sekitar bantaran sungai, sadarlah, jikapun Anies-Sandi menang dalam pilkada kali ini, Anda akan tetap digusur. Mereka hanya “mengganti cara” menggusur. Itupun baru janji.

    Jadi saya harapkan Anda menyadari bahwa keberadaan Anda di sekitar bantaran sungai menjadi salah satu penyebab banjir Jakarta. Dan, pengorbanan Anda semua yang dengan ikhlas direlokasi pasti mendapat pahala yang besar dari Tuhan. Kenapa begitu? Karena pengorbanan Anda menyelamatkan saudara-saudara Anda yang lain dari sengsaranya banjir Jakarta.

    Yang pasti, segala kekurangan proses relokasi selama ini akan terus diperbaiki. Jangan percaya propaganda dari tim Anies-Sandi bahwa mereka akan membangun tanpa menggusur. “Cara yang apik” pun mereka tidak punya konsep, bagaimana merelokasi warga yang apik? Kita malah disuruh tanya Jokowi hehe.

    Lalu apa sebenarnya konsep Ahok (dengan backup penuh Jokowi) untuk penanggulangan banjir Jakarta? mari kita simak paparan dari Yayat Supriatna, pengamat Tata Kota Universitas Trisakti berikut ini: “Solusi pusat sudah ada, Ciliwung itu kewenangan pusat, bantuan pusat sudah datang, diikat dengan kontrak multiyears. Inilah yang seharusnya diketahui oleh masyarakat, kita berpacu dengan waktu, kalau pembebasan tanah tidak segera dilakukan (pemindahan penduduk), ini uang tidak bisa diserap. Kalau ditunda, persoalannya makin besar. Pertanyaannya adalah bagaimana menginformasikan. Saya sependapat bahwa sosialisasi, informasi, pendekatan, itu kadang-kadang butuh waktu.Masalah yang timbul kemaren, banyak yang nunggak biaya sewa, karena tidak adanya uang kerohiman. Masalahnya uang kerohiman ini tidak bisa dikeluarkan tanpa persetujuan DPRD”

    Akhirnya kita semua tahu, tidak mungkin mengatasi banjir tanpa normalisasi sungai. Normalisasi sungai tanpa penggusuran? Itu hoax.

    Penulis :  Noor Cholis  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gerindra Dukung Normalisasi Sungai dengan Relokasi, Jadi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top