728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 Februari 2017

    Fahri Hamzah Bilang Etika Jokowi Hancur Karena Semobil Dengan Ahok, Dia Sendiri?

    Fahri Hamzah terus saja membuat komentar demi komentar terhadap isu apa pun, namun lebih banyak yang menimbulkan hujatan dari berbagai pihak. Ini berawal saat Ahok mendampingi Jokowi dan Menteri Perumahan Rakyat meninjau perkembangan proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi lalu dilanjutkan dengan peninjauan terhadap perkembangan pembangunan stasiun bawah kereta tanah MRT. Dalam perjalanan dari Semanggi menuju lokasi MRT, Ahok terlihat menumpang mobil dinas Kepresidenan plat RI 1 yang biasa digunakan Jokowi.

    Dan Fahri Hamzah pun bereaksi dengan memberi komentar. Wakil Ketua DPR RI ini menyayangkan sikap Pak Jokowi yang satu mobil dengan Ahok. Menurutnya seharusnya Jokowi tidak melakukan itu karena berkaitan dengan etika, yaitu status Ahok yang sekarang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

    “Jadi rasa etika Jokowi hancur sebetulnya di situ. Itu disayangkan sekali harusnya Pak Jokowi punya etika yang benar,” ucap Fahri. “Orang yang sudah jadi terdakwa bicara sama Presiden, masuk mobil Presiden, dan Presiden seperti nggak melihat apa-apa.”

    Sebagai tambahan Fahri menilai Jokowi seharusnya tidak melibatkan diri meskipun Ahok adalah sebagai Gubernur DKI, bukan peserta Pilkada. “Semua yang dilakukan Gubernur DKI (adalah) kampanye sekarang. Dia gunting pita ke sana kemari, meresmikan masjid. Itu semua kampanye,” tambah Fahri.

    Kalau menurut saya sih, Fahri yang harusnya introspeksi diri sebelum menilai orang lain. Fahri Hamzah sendiri sudah sering kali melakukan berbagai blunder yang membuat banyak orang tidak simpatik. Sepak terjang Fahri sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga pembaca Seword. Salah satunya adalah saat dirinya berorasi dalam aksi bela Islam 411 di depan Istana Negara, “Jatuhkan Presiden itu ada dua cara, pertama lewat parlemen ruangan dan kedua lewat parlemen jalanan.”

    “Jadi hukum harus ditegakkan seadilnya tanpa intervensi. Kalau tidak, parlemen ruangan bisa bertindak untuk menggalang mosi tidak percaya atau parlemen jalanan yang bertindak menuntut Presiden mundur,” lanjut Fahri.

    Seolah tidak kapok, Fahri kembali membuat kontroversi melalui cuitannya yang berbunyi, “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela.” Dalam waktu singkat, cuitannya sudah dibanjiri dengan komentar pedas berisi hujatan dan kecaman dari berbagai pihak, hingga cuitan tersebut dihapus.

    Kalau mau bicara mengenai etika, tentunya Fahri yang harus introspeksi dulu. Dua hal di atas yaitu orasi yang bersifat menghasut dan cuitan babu jauh lebih tidak beretika padahal dia sendiri adalah wakil rakyat dan bahkan sebagai Wakil Ketua DPR pula. Kalau pun Jokowi mengajak Ahok semobil, memangnya kenapa rupanya? Atau jangan-jangan beliau iri dan ingin merasakan naik mobil RI 1 juga?

    Lagian Ahok hanya menumpang dan Jokowi pastinya mempersilakan. Jika tidak, pastinya Ahok tidak diperbolehkan. Kenapa situ yang sibuk mengomentari etika atau tidak beretika? Ahok menumpang mobil Presiden saja sudah segitunya, bagaimana kalau nanti, suatu hari nanti, Ahok naik mobil RI 2, gimana lagi komentarnya tuh.

    Ada banyak komentar netizen yang lebih pedas lagi. Isinya lebih kurang seperti ini, sudah dipecat dari partai tapi masih ngotot tetap di DPR apakah itu beretika? Sebuah komentar menohok tapi ada benarnya juga.

    Partai PKS menerbitkan surat keputusan tertanggal 1 April 2016 mengenai pemecatan Fahri Hamzah. Fahri diingatkan untuk menjaga kedisiplinan dan kesantunan dalam menyampaikan pendapat ke publik. Ini menyusul adanya sejumlah pernyataan Fahri yang dianggap kontroversial oleh DPP PKS, di antaranya menyebut anggora DPR rada-rada bloon, mengatasnamakan DPR dan menyatakan sepakat untuk membubarkan KPK, serta pasang badan untuk 7 megaproyek DPR yang bukan arahan DPP.

    Sesuai dengan UU nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, DPRD), maka pimpinan dan anggota DPR diberhentikan apabila dipecat dari partai yang mengusungnya. Tapi sampai sekarang Fahri tetap menjabat Wakil Ketua DPR. Harusnya dia mempermasalahkan ini dulu sebelum mempermasalahkan status terdakwa Ahok.

    Makanya sebelum memberi komentar atau mengeluarkan statement, cobalah introspeksi dulu dan tanyakan apakah diri sendiri sudah lebih baik dan beretika dibanding orang lain. Saya sulit sekali melihat Fahri memberikan komentar positif terhadap pemerintahan, kerjanya lebih banyak mengkritik dan memberikan statement yang kadang tidak berlogika.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Fahri Hamzah Bilang Etika Jokowi Hancur Karena Semobil Dengan Ahok, Dia Sendiri? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top