728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 05 Februari 2017

    Elektabilitas Ahok-Djarot Diatas 50%!


    Meski diterpa berbagai isu ternyata pasangan calon Gubernur Ahok dan Djarot jauh unggul diatas pasangan calon lainnya. Demikian hasil perhitungan elektabilitas dari Sentigram. Agak berbeda dengan metode konvensional yang menggunakan survey, Sentigram menggunakan data yang dikumpulkan dari berbagai media sosial terkenal di Indonesia. Data yang dikumpulkan kemudian diolah menggunakan Deep Learning Algorithm. Sejauh ini data yang telah terkumpul sudah lebih dari 128.000 data dan terus bertambah sehingga kedepan diharapkan hasil perhitungannya akan semakin akurat. Elektabilitas dari Sentigram bersifat live.

    Berikut adalah hasil perhitungan elektabilitas versi Sentigram yang diperoleh dari sentigram.org

    Seperti yang kita ketahui, memang elektabilitas Ahok – Djarot akhir-akhir ini mengalami kenaikan cukup tinggi. Sebelumnya elektabilitas Ahok sempat jatuh dibawah Agus akibat isu penistaan agama. Namun suara Ahok tidak banyak berpindah ke pasangan lain akan tetapi  pemilih Ahok saat itu cenderung diam dulu, wait and see.

    Naiknya elektabilitas Ahok hingga lebih dari 50% menunjukkan bahwa mereka yang dulu wait and see kini sudah sadar bahwa isu penistaan agama yang digaung-gaungkan oleh lawan Ahok hanyalah akal-akalan saja. Transkrip ketikan Buni Yani dan video durasi pendek yang sengaja menyesatkan. Selain itu pengadilan kasus Ahok yang menghadirkan saksi-saksi tidak kredibel telah membuka mata masyarakat. Justru saksi-saksi seperti Irene Handono, Novel Bamukmin yang malah dituntut balik karena bersaksi palsu.



    Jika kita perhatikan data berdasarkan waktu maka dapat kita lihat bahwa elektabilitas Ahok sejak 16 Januari 2017 terus meningkat perlahan-lahan. Pada tanggal 31 Januari 2017 elektabilitas Ahok sempat menurun, hal ini terjadi karena isu penistaan ulama mulai dilemparkan ke masyarakat. KH. Ma’ruf Amin yang menjadi saksi pada persidangan Ahok dianggap telah diperlakukan tidak sopan. Namun pada tanggal 1 Februari elektabilitas Ahok – Djarot mulai naik lagi seiring dengan permohonan maaf Ahok dan pemberian maaf dari KH. Ma’ruf Amin. Jadi sebenarnya situasi sudah tenang saat kedua belah pihak saling memaafkan, namun kubu anti Ahok masih terus berupaya mengompori warga NU.

    Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa upaya adu domba antara Ahok dan NU telah gagal total. Seperti yang kita ketahui tagar MendadakNU menjadi ramai saat itu. Mereka-mereka yang dulu selalu menghina ulama-ulama NU, dengan liciknya pura-pura mendukung KH. Ma’ruf Amin. Mencoba memanas-manasi warga NU agar ikut turut serta dalam aksi damai bernuansa politik yang selama ini mereka lakukan.

    Sementara pasangan calon Agus – Silvy elektabilitasnya terus menurun sejak tanggal 16 Januari 2017 hingga 4 Februari 2017. Hal tersebut mungkin dikarenakan performa pasangan ini setelah  debat tidak mampu meyakinkan para swing voter. Karena acara debat sebenarnya tidak akan mengubah orang-orang yang telah menentukan pilihannya sejak awal tapi akan berpengaruh cukup besar bagi mereka-mereka yang belum menentukan pilihan.

    Pasangan Anies dan Uno sempat naik elektabilitasnya tanggal 31 Januari 2017 dan kemudian turun lagi setelah tanggal 1 Februari 2017. Jadi kasus yang berkaitan dengan agama yang dialami oleh Ahok justru akan berdampak positif pada elektabilitas Anies. Agaknya Anies harus berterimakasih pada SBY.

    Dari variabel Sentiment. Sentimen positif pada Ahok lebih besar dibandingkan sentimen negatif. Sementara pasangan lainnya sentimen negatif lebih besar, terutama pada pasangan Agus-Silvy. Jika data ini diambil dari media sosial maka ada beberapa hal yang bisa kita pelajari. Pertama, sentimen positif yang begitu besar pada pasangan Ahok – Djarot akan mendorong terus peraihan suaranya. Kedua, jika kita bandingkan antara sentimen negatif terhadap Ahok dengan sentimen positif terhadap Agus, selisihnya tidak jauh. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya jumlah haters yang selalu memojokkan Ahok di media sosial tidak banyak, hanya berkisar 28%-31% saja.

    Dari sini kita bisa mendapatkan gambaran bahwa peluang Ahok untuk menang satu putaran masih memungkinkan. Meski beberapa hari yang lalu harus menghadapi masalah isu penistaan ulama. Selain itu dapat kita lihat bahwa sentimen positif di media sosial akan menaikkan elektabilitas Ahok, oleh karena itu mari kita terus bagikan hal-hal positif tentang Ahok dan Djarot sambil terus meng-counter berbagai fitnah yang mereka lancarkan agar Ahok – Djarot dapat menang satu putaran.

    Gusti Yusuf
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Elektabilitas Ahok-Djarot Diatas 50%! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top