728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Februari 2017

    Doa SBY dan Partai Demokrat untuk Ahok

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama ribuan simpatisan dari berbagai kalangan masyarakat, juga para petinggi partai hadir dalam acara dies natalis Partai Demokrat di Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Momen itu juga dimanfaatkan untuk menggalang dukungan dalam pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu. Juru bicara Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Rico Rustombi mengatakan bahwa Partai Demokrat mengadakan acara tersebut juga untuk merangkul dan menyatukan warga Jakarta dalam satu semangat, yaitu semangat mewujudkan Jakarta yang lebih maju dan sejahtera. Oleh karena itu, mereka yakin bahwa pasangan calon nomor urut satu mampu menyatukan warga Jakarta dari semua suku, etnis, dan agama.

    Dalam momen tersebut, yakni  seusai acara, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh kader, termasuk cagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono, bernyanyi lagu ‘Munajat Cinta’ milik Ahmad Dhani. Namun dengan refrain lagu yang diubah menjadi sebuah doa dan harapan agar Tuhan mengirimkan seorang gubernur yang baik. SBY dan semua kadernya kemudian menyanyi dengan penuh semangat: ‘Tuhan kirimkanlah aku, gubernur yang baik hati, yang mencintai rakyatnya apa adanya’. Agus tampak mengikuti lirik lagu yang dilantunkan SBY.

    Lagu SBY dan Partai Demokrat ini tentu sebuah doa dan harapan yang sangat indah. Mereka bermohon agar Tuhan ikut campur tangan untuk mengirimkan seorang gubernur bagi DKI Jakarta. Saya melihat itu sebuah doa. Doa untuk siapa? Tentu saja melihat konteks saat itu SBY dan Partai Demokrat sedang berharap agar Agus Harimurti Yudhoyono menjadi gubernur DKI Jakarta.

    Akan tetapi, dalam pengertian mengenai doa, yang perlu diyakini adalah Tuhan tidak pernah salah dalam menjawab sebuah doa. Tuhan tahu apa yang terbaik buat manusia, dan tahu persis waktu yang tepat untuk mengabulkannya. Jadi tugas yang berdoa adalah menunggu waktu Tuhan.

    Doa SBY dan Partai Demokrat merupakan doa yang sangat luhur dan mulia. Sebagai orang yang berada di luar konteks Pilkada DKI Jakarta, saya yakin bahwa doa itu akan terkabul sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam hal doa, orang yang percaya Tuhan selalu berasumsi bahwa hanya ada satu jawaban yang benar atas doa, yakni: “Hal yang diminta dan didoakan terjadi sesuai kehendak Tuhan”. Apa yang akan terjadi dalam proses pemilihan di DKI hanya Tuhan yang tahu. Dia memiliki tujuan mulia dan indah mengenai Jakarta dibanding yang dapat kita bayangkan.

    Sebagai orang beriman, kita yakin Tuhan akan mengirimkan gubernur yang baik hati untuk Jakarta, seperti yang dicita-citakan Partai Demokrat dan SBY. Siapa gubernur yang baik itu, tentu saja hanya Tuhan yang tahu. Akan tetapi, melihat fakta dan pengalaman yang lalu, kehendak Tuhan ini lebih masuk akan jika terjadi atas pak Basuki Tjahaja Purnama. Sebab selama periode ini, dia sudah menunjukkan dirinya sebagai gubernur yang mencintai rakyat, yang tidak tega dan tidak rela membiarkan rakyatnya ada di bawah kolong jembatan dan bantaran sungai. Ia adalah gubernur yang baik, yang mencintai siapapun apa adanya. Ia sudah menjadi gubernur yang jujur tanpa korupsi.

    “Tuhan kirimkanlah aku, gubernur yang baik hati”. Adakah yang salah kalau doa Pak SBY dan Partai Demokrat ini dimaknai sebagai doa untuk seorang Ahok? Saatnya menanti terkabulnya doa ini, Ahok kembali menjadi gubernur DKI Jakarta. Trimakasih Pak SBY dan Partai Demokrat atas doanya!



    Salam Seword… In Camelo


    Penulis : Kardiaman Simbolon Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Doa SBY dan Partai Demokrat untuk Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top