728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    Djarot Yakin Pada 5 Tahun Kedepan DKI Jakarta Bebas Banjir

    Jakarta, Warta.co - Melihat banjir besar terjadi di Jakarta dalam siklus lima tahunan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat optimistis pada siklus lima tahunan berikutnya, yakni di tahun 2022, Jakarta sudah bisa terbebas dari banjir.

    “Bisa, Jakarta bisa bebas banjir lima tahun ke depan,” kata Djarot seusai meninjau Pintu Air Karet, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

    Hal itu bisa terjadi, lanjutnya, asalkan Pemprov DKI bersama Pemerintah Pusat tetap konsisten melakukan normalisasi sungai yang ada di Jakarta. Seperti normalisasi sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, Kali Krukut, Kali Malang dan Kali Sunter.

    “Kalau kita konsisten melakukan normalisasi sungai pasti bisa. Sekarang saja, meski normalisasi belum sepenuhnya selesai, titik banjir di Ibu Kota sudah berkurang banyak banget kok,” ujarnya.

    Pelaksanaan normalisasi sungai ini, lanjutnya, tidak bisa dilakukan tanpa ada kerja sama dari warga Jakarta yang tinggal di bantaran sungai yang akan dinormalisasi. Mereka harus sukarela mau direlokasi ke rumah susun (rusun) atau dibeli lahannya oleh Pemprov DKI untuk proyek pelebaran sungai tersebut.

    “Karena tugasnya Pemprov DKI adalah membebaskan lahan dalam pengerjaan program normalisasi sungai ini. Selama lahan di bantaran sungai tidak dibebaskan dari bangunan-bangunan yang ada diatasnya, maka normalisasi sungai tidak bisa terlaksana,” terangnya.

    Karena itu, ia mengimbau warga yang masih tinggal di bantaran sungai, mau sukarela pindah ke tempat hunian yang telah disediakan. Dan kalau memiliki sertifikat tanah, maka warga rela menjual tanah tersebut kepada Pemprov DKI.

    “Normalisasi itu harus dan tetap dilakukan. Karena dapat dilihat, banyak rumah yang berdiri di bantaran sungai, saat ada limpahan dari Bogor menuju Kali Sunter, maka kawasan Cipinang Muara akan terkena. Apalagi hujannya ekstrem. Maka normalisasi harus ktia lakukan, tidak ada cara lain. Makanya selain Ciliwung kita juga akan normalisasi Kali Sunter,” paparnya.

    Terkait banjir di Kelurahan Cipinang Muara dan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, warga mengatakan dampak banjir di tahun 2017 lebih ringan dibandingkan banjir yang terjadi pada 2002, 2007 dan 2012.

    “Normalisasi Kali Sunter belum selesai seluruhnya, termasuk Kali Ciliwung. Ini kan termasuk dalam tembusan dibuang ke Kanal Banjir Timur (KBT). Kalau ini (normalisasi) dipercepat, begitu dilempar ke KBT, dampaknya otomatis berkurang,” tukasnya.

    Kepala Badan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), Teuku Iskandar mengatakan banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta terjadi karena dampak meluapnya air di Kali Ciliwung. Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemprov DKI melaksanakan program normalisasi Kali Ciliwung untuk mereduksi masalah banjir di Ibu Kota.

    “Gubernur DKI sudah melihat ada lima aliran air yang masuk ke Kali Ciliwung. Kemudian berdampak banjir di sekitar wilayah Bukit Duri dan SMA 8,” kata Iskandar.

    Untuk menghilang banjir di kawasan Bukit Duri, hanya dibutuhkan normalisasi sepanjang 700 meter, dari Jembatan Bukit Duri hingga Kompleks Garuda. Kalau itu selesai, maka SMA 8 aman dari banjir.

    “Prinsipnya, kalau lahan siap, kami siap lakukan normalisasi. Tahun ini kalau kondisi lahan selesai, tahun ini ya kita selesai. Kalau bisa tidak terlalu lama. Bulan April kita mulai lagi. Dan diharapkan bulan 10 (Oktober), mudah-mudahan selesai,” ujarnya.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Djarot Yakin Pada 5 Tahun Kedepan DKI Jakarta Bebas Banjir Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top