728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    Djarot Klaim Jumlah Dampak Banjir Banyak Berkurang Dibanding Sejak 2012

    Jakarta, Warta.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan banjir yang terjadi merata hampir di seluruh wilayah Jakarta merupakan siklus lima tahunan. Namun, titik banjir yang terjadi di tahun 2017, jauh lebih berkurang dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada lima tahun lalu, atau pada 2012.

    “Ya ini siklus lima tahunan. Kita ingat, banjir yang cukup parah terjadi di tahun 2002, 2007, 2012 dan sekarang di 2017. Tapi sekarang, dampak banjir di tahun 2017 jauh lebih ringan dan dapat teratasi dengan cepat dibandingkan tahun 2012 dan 2007,” kata Djarot seusai meninjau Pintu Air Karet, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

    Contohnya, banjir di Cipinang Muara pada tahun 2002 terjadi lebih parah dibandingkan tahun 2017. Karena sekarang, banjir lebih mudah teratasi, dan jumlah warga yang mengungsi pun jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2002.

    “Yang paling parah ketika saya cek banjir di 2002, seperti di Cipinang Muara. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik, karena kita konsentrasi terus melakukan normalisasi sungai,” ujarnya.

    Banjir yang terjadi di Cipinang Muara terjadi karena adanya cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kota Bogor dan Depok yang mengakibatkan Pintu Air Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami peningkatan debit air.

    Akibatnya, air dari Katulampa dan Depok mengalir ke Jakarta yang berada di dataran rendah. Banjir kiriman tersebut mengalir ke Sungai Ciliwung, Kali Malang dan Kali Sunter. Sehingga, ketiga sungai ini tidak mampu lagi menampung luapan air yang dikirim dari dua daerah mitra Jakarta. Kemudian menimbulkan dampak banjir ke pemukiman warga karena air sungai meluap dan melimpas ke jalan-jalan dan masuk ke rumah warga.

    “Cipinang Muara dan Cipinang Melayu banjir karena Kali Sunter meluap dapat kiriman air dari hulu. Begitu juga Kali Malang,” tuturnya.

    Namun bila dibandingkan dengan tahun 2012, Djarot menilai banjir siklus lima tahunan ini lebih parah terjadi di tahun 2012. Sebab pada masa itu, masih ada sekitar 2.200 titik banjir yang belum tertangani di Jakarta. Sehingga Jakarta dikepung banjir dan menjadi lumpuh.

    “Ukuran banjir lebih baik di tahun ini dibandingkan tahun 2012, kita bisa lihat dari titik banjir yang berkurang, lamanya banjir, dan jumlah orang yang mengungsi serta ketinggian air yang menggenangi jalan atau pemukiman warga,” terangnya.

    Pemprov DKI Jakarta mulai gencar melakukan normalisasi sungai dibawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sewaktu masih menjadi Gubernur DKI dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Saat Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI di tahun 2014, program normalisasi sungai diteruskan hingga saat ini. Hasilnya, pada tahun 2016, Pemprov DKI mengklaim telah berhasil mengurangi titik banjir hingga 400 titik. Dan di tahun 2017 ini, hanya tinggal 80 titik saja yang masih kerap terdampak banjir.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Djarot Klaim Jumlah Dampak Banjir Banyak Berkurang Dibanding Sejak 2012 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top