728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Februari 2017

    Dibawah Sumpah, Pendukung Aksi 112 Mengakui Rizieq Syihab Sebagai Imam Besar Umat Islam

    Sumber Foto: merdeka.com
    Secara besaran massa, dan dampak politik mungkin aksi 112 kalah pamor dengan 411, apalagi 212. Tapi kalau diamati secara kualitas, apa yang terjadi di 112 bisa secara spiritual bermakna lebih besar. Dan dampak politik tidak langsungnya juga menjadi besar karena kehadiran Agus, Anies, dan Sandi di aksi 112 ini.

    Apabila di 411 dan 212 kedua paslon masih malu-malu memperlihatkan jati dirinya, tapi diakhir musim kampanye kedua paslon menunjukkan identitas sebenarnya. Dan itu sebenarnya lebih baik karena tidak terkesan munafik dan oportunis. Lugas, apa adanya, dan terbuka biarkan warga yang memilih, kualitas pemimpin seperti itu yang dicari di Indonesia baru.

    Kehadiran politis kedua paslon hanya akan menjadi gunjingan medsos biasa apabila tidak ada sumpah (bai’at) dari sekretaris jendral FUI (Forum Umat Islam) yang isinya ada dua bagian besar.

    Yang pertama, sumpah yang tidak perlu menjadi polemik karena berisi tentang pembelaan agama. Semua agama berhak melakukan hal seperti ini, dan sesuatu yang sangat normal. Tapi, sumpah yang kedua sangat mengagetkan bin mengherankan. Apa itu? Berikut adalah kutipannya
    “Aku bersumpah Demi Allah yang Maha Agung, aku siap berjuang mengorbankan jiwa dan harta untuk bela Allah, bela Rasul, bela Ulama, bela Quran, bela islam. Siap berjuang bersama para ulama di bawah komando Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Syihab.
    Siap untuk memenangkan gubernur yang sesuai dengan kriteria fatwa Majelis Ulama Indonesia. Aku siap berjuang memenangkan pemimpin yg sesuia dengan kriteria fatwa Majelis Ulama Indonesia yaitu pemimpin muslim yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT. Semoga Allah jadi saksi atas apa yang aku ucapkan”.
    Perhatikan cetak tebal kutipan diatas. Jelas sekali menyatakan aksi 112 mengkukuhkan Rizieg Shihab sebagai Imam Besar umat Islam. Dan bukan hanya itu saja, ini berarti Agus-Sylvi, dan Anies-Sandi resmi ada dibawah komando sang Habib.  Duuaar!

    Bayangkan memilih Agus atau Anies jadi tidak ada bedanya lagi, memilih salah satu berarti memilih Rizieg Syihab sebagai the mastermind untuk DKI.

    Mengakui Rizieq sebagai Imam Besar adalah hak Agus dan Anies juga seluruh pendukung aksi 112. Tapi hal ini adalah blunder besar kedua paslon.  Dari semua isu SARA yang dihembuskan, mungkin ini adalah titik terendah mereka menggunakan agama untuk meraup suara.

    Demi suara pendukung 112, mereka rela “menggadaikan” diri dibawah komando Rizieq Shihab.
    Really? Are you sure guys?
    Karena ini bercampur dengan kepercayaan, tidak pada tempatnya untuk menganalisa kepercayaan kedua paslon. Meskipun demikian, yang bisa dianalisis dan dideduksi dari peristiwa ini, mereka melihat dan percaya bahwa Rizieg Syihab dan aksi 112 adalah tempat yang baik untuk mendulang suara untuk mengalahkan Ahok.

    Dan yang lebih membuat tidak mengerti, Aksi 112 ini jelas tidak didukung Muhammadiah dan NU bahkan MUI, tapi mereka tetap ngotot dan kedua paslon juga tetap hadir.  Apakah menghormati Ulama itu seperti ini? Panglima TNI Gatot menyatakan sebagai berikut :
    “Umat Muhammadiyah benar-benar harus paham, tidak usah ikut-ikut, karena kegiatan-kegiatan tersebut berbau politik, demikian juga yang saya hormati, guru saya Rais Aam PBNU Kiai Haji Ma’ruf Amin sekaligus Ketua MUI juga melarang umat NU untuk ikut dalam 112″
    Bau politisasi agama yang jelas terpampang di akhir kampanye paslon 1 dan 3 lagi-lagi membuat getir WNI seluruh Indonesia. Sudah demikan ngebetnya mau jadi gubernur dan wakil sehingga semua bangunan kebangsaan di rusak sedemikan gampang?

    Setelah semua itu, aksi 112 masih ditambah dengan doa untuk Ahok supaya masuk Islam. Doa yang memancing komentar yang bisa membawa kepada polemik lebih besar.  Doa yang sebaiknya diucapkan diruang-ruang tertutup dan tulus iklhas supaya hidayah itu bisa turun.  Tapi rupa-rupanya bukan itu yang menjadi motivasinya.

    Nasi telah menjadi bubur, semua telah terjadi. Tidak ada hukum yang dilanggar, yang ada hanyalah tensi dan rasa tidak nyaman yang terjadi. Kampanye sudah usai, dan dalam hitungan jam setelah artikel ini, tidak akan ada lagi cerita-cerita semacam ini (semoga).
    Jadi yang tersisa sekarang adalah bukan Agus dan bukan Anies, tapi Rizieq Shihab melawan Ahok.  Akhir kampanye yang cukup mengagetkan bukan?

    Pendekar Solo


    Penulis :   Hanny Setiawan    Sumber : Seword .com
     
    Catatan : Gambar diatas bukan gambar langsung dari 112, tapi dari aksi sebelumnya. Kita bisa melihat benang merah melalui gambar tersebut sebagai sebuah cerita yang berkelanjutan.

    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dibawah Sumpah, Pendukung Aksi 112 Mengakui Rizieq Syihab Sebagai Imam Besar Umat Islam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top