728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 14 Februari 2017

    Demi Memenangkan Sang Anak, SBY Sampai Mengajak Warga Untuk Tidak Memilih Ahok?

    Hari pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal dua hari lagi. SBY yang anaknya ikut bertarung di pilkada kali ini melalui akun Facebook nya menulis seruan untuk memilih pemimpin yang “ideal untuk Jakarta” tanggal 11 Februari 2017 yang lalu.

    Tulisan lengkap SBY tersebut seperti ini :

        RAKYAT JAKARTA MEMILIH

        Insya Allah, 15 Februari 2017 mendatang rakyat Jakarta akan kembali memilih Gubernurnya yang baru. Semoga kita semua dituntun oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar bisa memilih Gubernur yang terbaik. Jika pilihan kita salah, Jakarta akan gagal menjadi kota yang lebih aman, lebih adil, lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bermartabat di masa depan.

        Kita tentu akan memilih Gubernur yang amanah, jujur, cakap dan menyayangi rakyatnya. Gubernur yang tegas, adil, konsisten dan taat hukum serta undang-undang. Gubernur yang bekerja untuk semua, baik kelas atas, kelas menengah maupun kelas bawah. Gubernur yang memikirkan semua warganya ~ yang kaya dan yang miskin, yang sudah maju dan yang belum maju. Gubernur yang pandai menjaga perkataan dan tindakannya, agar tidak menggangu kebhinnekaan masyarakat Jakarta yang berbeda-beda dalam agama, etnis, suku bangsa dan asal daerahnya. Gubernur yang tidak mengekang dan membatasi kegiatan umat Islam dalam peringatan hari-hari besar Islam, dan juga aktivitas agama yang lain. Gubernur yang membikin teduhnya suasana sehingga Jakarta tidak terus berada dalam keadaan “gonjang-ganjing”, sehingga mengganggu ketenteraman dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Gubernur yang memiliki empati dan kasih sayang kepada rakyat yang masih miskin, serta bersedia membantu mereka guna meringankan beban hidupnya.

        Juga Gubernur yang bisa memajukan perekonomian Jakarta, meningkatkan taraf hidup rakyat, dan mengurangi pengangguran agar saudara-saudara kita mendapatkan lapangan pekerjaan yang halal dengan penghasilan yang layak. Gubernur yang bisa menggalakkan investasi dan bisnis, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah. Gubernur yang mampu melaksanakan pemerintahan yang baik dan birokrasi yang memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Gubernur yang memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat, agar anak-anak Jakarta makin pintar dan warganya semakin sehat. Gubernur yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk guru-guru agama, kesejahteraan pegawai dan karyawan Pemprov Jakarta. Gubernur yang memikirkan dan membangun perumahan rakyat tanpa melakukan penggusuran sewenang-wenang. Gubernur yang memperhatikan nasib dan masa depan kaum perempuan dan anak-anak, serta kemudahan bagi para difabel. Gubernur yang bisa mengatasi kemacetan, banjir, air bersih & air minum dan pengelolaan sampah dengan cara-cara yang lebih baik.

        Juga Gubernur yang mampu menjaga keamanan Jakarta, sehingga kejahatan dan gangguan keamanan dapat diperangi dengan baik, termasuk kejahatan narkoba yang menghancurkan generasi bangsa. Gubernur yang mampu memberdayakan RT & RW untuk memastikan semua warga di manapun mendapatkan pelayanan, kemudahan dan jaminan keamanan di lingkungannya. Gubernur, yang setelah dilakukan pengkajian, berani menghentikan obyek-obyek reklamasi yang nyata-nyata merusak dan tidak memenuhi syarat, serta tidak memberikansolusibagi para nelayan dan warga yang kehilangan mata pencahariannya.

        15 Februari 2017 akan menjadi hari yang bersejarah. Jika pilihan kita salah, kita akan “menderita” selama 5 tahun ke depan. Karenanya, jangan tergoda oleh iming-iming uang, yang hampir pasti itu uang haram, yang baik pemberi maupun penerimanya akan mendapatkan hukuman. Jangan mau diancam oleh siapapun, dan jika merasa diancam laporkan kepada Bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib. TNI, Polri & Badan Intelijen Negara (BIN) adalah milik negara, milik rakyat. Mereka harus netral, adil dan tidak berpihak. Awasi semuanya agar tidak membiarkan kecurangan berlangsung. Jangan rela suara masyarakat Jakarta dicuri, sehingga jika ada orang yang bukan penduduk Jakarta ikut memilih, baik dari luar Jakarta maupun dari negara lain (orang asing), lakukan pencegahan dan laporkan kepada Bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib.

        Marilah, sekali lagi, kita jadikan pilkada Jakarta ini sebagai wahana demokrasi yang baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik, yang merusak rasa keadilan dan hak-hak rakyat kita. Sebagai orang yang pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun, saya tentu tidak ingin negara yang dengan segala jerih payah dan pengorbanan ini kita bangun, lantas dirusak oleh tangan-tangan yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Kita semua tidak rela. Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, mengabulkan doa dan permohonan kita agar pilkada Jakarta ini benar-benar berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta jujur dan adil.

        SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

    Sama halnya seperti tulisan-tulisan SBY yang lain. Kalimat demi kalimat dibangun dengan struktur yang rapi. Pola penulisannya juga sama. Sejuk di pangkal tapi ujung-ujungnya mengandung api.

    Sadar atau tidak, melalui tulisan tersebut, SBY seolah-olah mengajak warga untuk tidak memilih Ahok dalam pilgub DKI tanggal 15 Februari nanti. Walaupun SBY tidak menyebut nama, semua kriteria yang disebut merujuk kepada sosok seorang Ahok.

    Gubernur yang pandai menjaga perkataan dan tindakannya, agar tidak menggangu kebhinnekaan masyarakat Jakarta yang berbeda-beda dalam agama, etnis, suku bangsa dan asal daerahnya.

    Selama ini Ahok selalu digambarkan sebagai sosok “bermulut comberan” yang tidak bisa menjaga perkataannya. Walaupun ketika menggunakan “bahasa yang kotor” tersebut hanya pada situasi tertentu. Saat kemarahan Ahok tidak bisa di bendung lagi. Ahok memang paling tidak suka dengan birokrat yang kerja main-main atau pejabat yang makan uang rakyat. Ahok juga telah berjanji untuk lebih menjaga bahasa yang ia pakai. Seharusnya masalah ini tidak perlu digoreng lagi hingga hangus. Ketika seseorang bersalah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, apakah tidak layak untuk diberi kesempatan kedua?

    Gubernur yang memikirkan dan membangun perumahan rakyat tanpa melakukan penggusuran sewenang-wenang.

    Salah satu cara yang digunakan Ahok dalam mengatasi banjir di Jakarta adalah normalisasi sungai-sungai. Untuk normalisasi tersebut, mau tidak mau Ahok tentu harus memindahkan warga yang ada dibantaran sungai terlebih dahulu. Menyiapkan tempat yang lebih baik untuk mereka berupa rumah susun. Lah, salah nya dimana coba? Mau tetap tinggal di bantaran kali tapi sungai-sungai tetap di normalisasi, caranya bagaimana? Apa perlu rumahnya di apung terlebih dahulu atau di geser sedikit saja?

    ***

    Sampai saat ini, tulisan SBY tersebut telah mendapatkan 81 ribu LIKE, 3.647 SHARE dan 13 ribu COMMENTS. Kira-kira apa tanggapan netizen terhadap tulisan tersebut?

    Namanya juga hidup, selalu ada pro dan kontra. Begitu juga dengan tulisan SBY ini, ada yang setuju dan ada yang tidak. Saya akan kutipkan beberapa yang setuju dan tidak setuju.

    Mahardika Prasetyo – Apapun hasilnya, bagi saya tetep AHY pemenangnya…. Krn hny dlm waktu 4 bln mas agus bisa berbuat sejauh ini… Paslon yg lain udah bertahun2 persiapan dan mencitrakan diri… Sudah saatnya mas AHY aktif di parpol untuk bekal menuju RI 1… Amiin…

    Herman Gusnardi – Disukai atau tidak disukai..fakta yg tidak bisa dipungkiri..bahwa bpk sby..dicintai rakyat indonesia..dua kali periode dipilih langsung..tidak perlu..dibuktikan dg kata kata..apapun pendapt di media sosial ini..dan waktu yg akan membuktikan..apakah pemimpin skrg bertahan satu periode atau lebih..

    Elly Sanna Tresia Oh pak beye, mas agus itu loh yg inkonsisten. Seorang prajurit mengundurkan diri hanya mau nyagub, ambisi bapaknya yg dipaksakan ke anak yg tdk mengerti politik sama sekali. Rakyat Indonesia tau sepak terjang pak Ahok, kami bkn manusia bodoh yg percaya politik busukmu, 10 thn berdinasti tidakkah cukup tuk membodohi kami? Tuhan membela orang benar, Ahok Djarot jadi juaranya. Salam 2 jari ✌🏻️✌🏻️✌🏻️✌🏻️✌🏻️

    Edgar Sarwo Wicaksono Saya bukan penduduk jakarta, namun saya tiap bulan ke jakarta , udah melihat banyak perubahan di jakarta sejak dipimpin oleh Jokowi dan gubernur incumbent. Semoga incumbent dapat memenangkan pilkada DKI

    Bhelmant Silalahi Pak, masy gak bego lho.Bpk bilang klo kita salah pilih bakal menderita selama 5 thn. Semua jg tau bpk gak mungkin gak milih paslon 1. Berarti secara tdk lsg bpk mw bilang klo gak milih paslon 1 adalah salah milih. Speech Bpk memang gak berubah sampe skrg. Terkesan santun tp menebar benci. Terkesan nasionalis tp aslinya diskriminatif. Terkesan sering dizolimi tp sbnrnya mau memprovokasi. Ingat usia pak !!!!

    Mimi Meliani Pak SBY.. Sabar ya pak.. Tidak lama lagi hasil karya bapak selama 10 tahun akan diungkap semuanya.. Century, Hambalang, Proyek2 yg mangkrak,dll.. Akan bapak pertanggungjawabkan pada masyarakat Indonesia, itu sebagian didanai oleh uang rakyat Pak.. Berani berbuat berani bertanggung jawab ya Pak SBY..

    ***

    Saya mengerti kalau SBY menginginkan anaknya menang dalam pilgub DKI kali ini. Karena untuk mencalonkan AHY, sudah banyak yang dipertaruhkan oleh SBY. Mulai dari uang sampai dengan karir sang anak. Sudah tentu SBY tidak mau semua itu berakhir dengan sia-sia. Kursi gubernur adalah harga mati untuk mengganti semua yang telah di korban. Tapi cara SBY tersebut yang tidak saya sukai karena bahasa nya yang santun tapi ujung-ujungnya menebar kebencian. Kelihatan sekali SBY mengintimidasi sosok seorang Ahok dan itu tidak cocok dilakukan oleh seorang negarawan sekelas SBY.

    Tapi beberapa point dalam tulisan SBY tersebut saya setuju sekali. Kita memang harus memilih Gubernur yang amanah, jujur, cakap dan menyayangi rakyatnya. Semua itu ada dalam diri seorang AHOK. Ahok itu amanah karena menjalankan tugas gubernur dengan penuh tanggung jawab. Jujur karena tidak menggasak uang rakyat dengan cara yang santun. Cakap karena bekerja dengan sungguh-sungguh. Menyayangi rakyat nya dengan memberikan banyak kemudahan-kemudahan baik saat berobat ketika sakit maupun sekolah saat kekurangan dana.

    Terima kasih, Pak SBY! Berkat tulisan bapak, warga Jakarta bisa tahu seperti apa sosok bapak yang sebenarnya. Dan warga juga bisa tahu siapa yang harus dipilih untuk memimpin Jakarta untuk lima tahun kedepannya.

    DUUAAAAAAAAAAAA (Pakai suara Ayu Ting Ting)


    Penulis : Muhammad Hatim    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Demi Memenangkan Sang Anak, SBY Sampai Mengajak Warga Untuk Tidak Memilih Ahok? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top