728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Februari 2017

    Debat Final: Pujian di Pusaran Makian

    Kenapa gambarnya Alfito?
    Karena Penulis suka lihat fotonya yang jauh lebih ganteng daripada cagub nomor 1.
    Keberatankah? #asahgolok

    Mengikuti debat terakhir pilkada DKI, 10 February 2017, tidak ada yang baru selain moderator dan tema debat.

    Moderator tunggal adalah Alfito Deannova, anchor di CNN Indonesia, yang sudah berpengalaman sebagai presenter di SCTV dan TV One.

        Tema debat final ini adalah: “Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta”.

    [1] Paslon 1 tetap bertahan dengan program utama 1M per RW dan klaim bahwa “Rakyat mendambakan itu, merindukan itu karena selama ini tidak pernah didengar.”

    Pengawasan agar tidak terjadi korupsi dalam penggunaan dana ini:
    Tidak curiga kepada rakyat sendiri dan ”tegas meyakinkan melalui mekanisme yang akuntabel.”

    Siap Gus! Jelas sekali sekarang kenapa 1M ini dirindukan dan didamba.

    [2] Paslon 2 seperti biasa harus bekerja dobel yaitu a) menangkis data-data yang terdistorsi kebenarannya, yang disajikan oleh 2 Paslon lainnya, dan b) menerangkan program unggulan mereka.

    Paslon ini mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua  dan rakyat sebagai anaknya.
    Orang tua dipastikan selalu ingin yang terbaik bagi anaknya; selain melimpahkan kasih sayang, disiplin juga perlu diberikan sebagai efek jera dalam mendidik.

    Orang tua ini juga berharap Om dan Tante yang ingin mengambil hati keponakannya, tidak memberikan program memanjakan sehingga merusak didikan selama 3 tahun ini.

    [3] Paslon 3 di debat ini mengunggulkan program One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship (OK-OCE), dengan target 44 pusat pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

    Bahkan menurutnya program itu sudah berjalan, dan Sandiaga mengunakan sepatu hasil produksi Pak Hartono. #memangnyasudahbolehya #colekbawaslu

    Kemudian program yang bombastis adalah penyediaan rumah seharga 100 juta bagi warga dengan membebaskan uang muka dan cicilan 30 tahun.
    (Rumah dimana ya Pak seharga 100 juta Rupiah? Saya pesan selusin, eh sekodi deh)

        Pertanyaan yang ingin saya bahas lebih jauh dalam debat final ini adalah:
        Menurut anda apa sisi positif atau keunggulan dari Paslon lainnya yang merupakan sifat baik seorang pemimpin?

    A. Jawaban oleh Djarot

    Paslon 2 mengenai Paslon 1:
    Berani menyampaikan sesuatu meskipun sulit dilaksanakan di lapangan, tetapi yakin dapat terlaksana.
    Inilah hal yang dinantikan untuk menyempurnakan program mereka.

    Paslon 2 mengenai Paslon 3:
    Pandai membuat opini yang susah dibuktikan, contohnya saat Anies menjadi Menteri tetapi lambat mengeksekusi.
    Yang dihargai adalah kesabaran dan kesantunan yang ditularkan sebagai pembelajaran bagi Paslon 2.

    B. Jawaban oleh Anies

    Alih-alih menjawab pertanyaan, Anies sekali lagi berputar-putar dan menegaskan bahwa pilkada ini bukan tentang pemimpinnya, tetapi tentang rakyat Jakarta.

    Kemudian Anies membandingkan bahwa Sandiaga adalah yang paling tinggi kekayaannya.
    Dan secara fisik bahwa Agus memang gagah, tetapi Sandi pun tidak kalah sporty.

    Selain menyamakan diri mereka sebagai tokoh agama dan saling melengkapi, Paslon ini tidak menyebutkan sifat baik pemimpin dari Paslon lainnya. 

    C. Jawaban oleh Agus.

    Paslon 1 mengenai Paslon 2:
    Lugas, menyampaikan apa yang dipikirkan, tetapi harus membedakan tegas dan kasar.
    Sayangnya ketegasan ini dilakukan semena-mena

    Paslon 1 mengenai Paslon 3:
    Pandai berkata-kata dan berteori, tetapi mempertanyakan integritas dan konsistensi sebagai pemimpin

        Kesimpulan

    Saya mengerti bahwa Pak Djarot cukup gemas karena dalam setiap debat, mereka selalu diserang dengan data yang salah dan dengan opini yang dibangun.
    Mereka disebut tidak bekerja dengan baik, mereka tidak memiliki hati dan tidak peduli kepada rakyat.

    Emosi ini ditunjukkan Djarot dengan menepuk-nepuk dan mencubit Ahok, untungnya Ahok dapat menenangkan Djarot dan Beliau tidak terbawa emosi. [4]
    (Padahal mungkin seru jika mereka berdua emosi) #kompor

    Jawaban Anies sungguh berbahaya, karena Beliau tidak mau mengakui keunggulan Paslon manapun.

    Anies yang seorang pendidik, gagal mengerti esensi pertanyaan dan malahan menjadikan pilgub ini sebagai ajang peperangan.
    Ia memanfaatkan setiap momen untuk menjatuhkan Paslon lain dan mempromosikan dirinya.

    Agus tetap konsisten dengan sebutan pemimpin yang kasar, bahkan menyebut kata ‘beringas’.

    Ia sungguh membangun citra yang buruk seolah olah Paslon 2 adalah binatang liar yang merupakan momok bagi rakyat.
    Kemudian Paslon 3 ditempatkan sebagai orang yang hanya bisa berbicara teoritis dan tidak konsisten.
    (untuk hal ini saya terpaksa sependapat, maap Pak Anies)

    Kembali kepada pertanyaan akhir mengenai keunggulan Paslon, yang mungkin dimaksudkan KPU agar para Paslon bisa saling menghargai, sekaligus menurunkan suasana tegang setelah debat.

    Djarot mungkin terbawa emosi dan sempat menyindir, tetapi Beliau tetap menyebutkan keunggulan ke dua Paslon lainnya (Agus dengan kepercayaan dirinya, dan Anies dengan kesantunannya) yang disebut sebagai hal yang dapat mereka pelajari.

    Sebaliknya Anies dan Agus menyampaikan hal yang BUKAN merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut.
    Mereka sibuk menjatuhkan dan mengatakan bahwa terpilihnya mereka adalah solusi bagi Jakarta.

    Dalam perkataannya mereka selalu menggaung-gaungkan bahwa mereka akan melakukan yang terbaik bagi Jakarta, tetapi dalam perbuatannya mereka hanyalah menginginkan jabatan.

    Sangat disayangkan bahwa politik sedemikian keras mengubah manusia, sehingga norma dan kejujuran menjadi lenyap.
    Untuk menapak lebih tinggi, tidakkah lebih baik untuk meningkatkan kualitas diri, daripada merendahkan orang lain?

    Gubernur seperti apakah yang anda inginkan sebagai pemimpin?

    Be Blessed,


    Penulis :   Liesha   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Debat Final: Pujian di Pusaran Makian Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top