728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    Aroma Busuk Ketua KPU DKI Makin Hari Makin Tercium

    Terlepas itu dibaca atau tidak tetapi dua tulisan saya sebelumnya sudah saya tuliskan melalui media ini tentu dengan bebeerapa harapan,
    1. KPU memperbaiki kinerjanya dalam menyelenggarakan pilkada putaran kedua.
    2. Mengawasi netralisasi ketua dan komissioner KPU DKI dalam pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua.
    3. Mendorong pemerintah sebagai pemberi mandat untuk mengevaluasi kinerja KPU DKI.
    4. Mengajak semua warga Jakarta agar ikut serta pro-aktif dalam mengawal pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua.
    5. Mengajak semua masyarakat Jakarta untuk menunjukkan semua bukti kecurangan baik yang dilakukan KPU, juga oleh paslon masing-masing.
    Ketua KPU bertemu dengan Anies pada hari pencoblosan ulang ada apa? 

    Bukan rahasia umum lagi bahwa Ketua KPU DKI Sumarno dengan paslon Anies Baswedan telah bertemu pada saat pemungutan suara ulang yang dilaksanakan di TPS 29, Kalibata, Jakarta Selatan. Tentu ini menimbulkan banyak tanda tanya di tengah-tengah masyarakat. Apakah Sumarno ikut berpolitik praktis dengan mendukung salah satu paslon? Apakah Sumarno sudah “dibeli” oleh Baswedan? dan masih banyak lagi. Untuk itu perlu ada klarifikasi dari Sumarno terkait akan hal ini

    Saya tidak tau juga apakah ada peraturan yang memperbolehkan seorang Ketua KPU bertemu dengan Calon tertentu yang sedang “bertarung” dalam pemilihan kepala daerah dalam hal ini Anies Baswedan, pada saat pencoblosan ulang. Sepengetahuan saya adalah seseorang yang sudah diangkat menjadi Ketua atau Anggota KPU harus mawas diri dan dapat menjaga netralisasinya sebagai penyelenggara pemilu. Dari segi etika Ketua KPU DKI Sumarno seharusnya menghindari hal-hal yang demikian guna menjamin netralitasnya sebagai penyelenggara pilkada.
    Nah sekarang apa yang terjadi? Semua bertanya-tanya, Semua pada curiga ada apa dibalik pertemuan itu? Apakah ini ada deal-deal politik anatan Sumarno dan Anies Baswedan? Dan kecurigaan itu adalah wajar mengingat posisi sumarno sebagai Ketua KPU

     

    KPU DKI Akui Sempat Salah Masukkan Data, 266 Suara Jadi 7.266

    Belum selesai masalah satu timbul lagi masalah lain, itulah hebatnya pengelolaan KPU DKI saat ini dibawah komando Sumarno, entah masalah apalagi nanti yang muncul ketika pelaksanaan pilkada putaran kedua. Kemarin Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar mengakui bahwa, sempat ada kesalahan input data “real count” Pilkada DKI Jakarta pada laman Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

    Kesalahan input data tersebut terjadi di TPS 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. “Kemarin ada salah input data. Jadi yang harusnya 266 suara, ditulis 7.266 suara satu TPS. Jadi itu tidak mungkin di satu TPS ada 7.266, yang benar adalah 266 suara,” ujar Dahliah di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

    Kesalahan input data tersebut yakni pada pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Perolehan suara Anies-Sandi yang benar yakni 266, bukan 7.266. Kesalahan tersebut kini telah diperbaiki di laman Situng.

    Selain itu, ada beberapa kesalahan input data lainnya, seperti penambahan dan pengurangan, yang juga diperbaiki. “Angka-angka itu bisa salah input atau salah tulis itu sangat sangat mungkin antara 13.023 TPS ya. Kami berharap (sekarang) semua 100 persen sudah tepat, tidak ada yang salah menulis angka atau penulisannya maksudnya angkanya A kemudian di-input B,” kata dia.

    Dahliah menuturkan, hasil real count melalui laman Situng bukan hasil resmi dari KPU DKI Jakarta. Hasil tersebut hanya sebagai gambaran informasi bagi masyarakat. Dalam real count melalui laman Situng dimungkinkan adanya kesalahan input data tersebut.

     “Kalau di sistem IT itu apa yang tertulis dalam berita acara, itu yang di-input,” ucap Dahliah. Apabila ada kesalahan, perbaikan tersebut dilakukan dalam rekapitulasi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Perbaikan dilakukan melalui rapat pleno yang dihadiri pengawas pemiu dan saksi ketiga pasangan calon. Hasil rekapitulasi manual itulah yang menjadi hasil resmi Pilkada DKI Jakarta.

     “Kalau ada kekeliruan di tingkat PPS, maka akan dikoreksi di tingkat kecamatan. Maka kalau ada koreksi di tingkat kecamatan, hampir bisa dipastikan tentu ada perbedaan angka antara yang di sistem IT dan yang manual,” tutur Dahliah.

    Berdasarkan data di laman Situng KPU pada Senin ini, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih perolehan suara 17,07 persen atau dipilih oleh 936.531 pemilih. Kemudian, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 42,96 persen suara atau dipilih 2.357.695 pemilih. Sementara itu, pasangan calon nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih 39,97 persen atau 2.193.490 suara. Mulanya, pada saat data masuk 100 persen pertama kali, Agus-Sylvi meraih perolehan suara 17,05 persen, Ahok-Djarot 42,91 persen, dan Anies-Sandi 40,05 persen.

    Melihat ketidak siapan  dan kecurangan pelaksanaan pilkada putaran pertama ini, bukan tidak mungkin hal yang sama akan berulang pada putaran kedua bulan april mendatang. Akhirnya saya jadi Suuzon jangan-jangan KPU mengkampanyekan Asal Bukan Ahok kepada semua jajaran penyelenggaranya dari atas sampai ketingkat RT/RW.

    he he he he begitlah kura-kura.

    Selamat berbenah diri KPU

    Penulis : Sidabutar Hebron   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aroma Busuk Ketua KPU DKI Makin Hari Makin Tercium Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top