728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 Februari 2017

    Arab Saudi Ditengah Krisis, Kunjungi Indonesia “Sahabat Lama” yang Terlupakan

    Kunjungan terlama dan terbesar dalam misi diplomasi yang dilakukan oleh Arab Saudi setelah 47 tahun silam terakhir berkunjung ke Indonesia, rangkaian kunjungan yang dimulai dari Malaysia, Indonesia, Brunai, Jepang, China, Maladewa dan terakhir direncanakan ke Yordania , salah satu misi mencari investor Asia untuk menjual saham Aramco pada tahun 2018, perusahaan migas yang sahamnya dimiliki 100 persen oleh pemerintah Arab Saudi.

    Persahabatan Indonesia dengan Arab Saudi seperti layaknya sahabat lama, dengan Indonesia yang memiliki jumlah mayoritas muslim terbesar didunia dan pastinya memiliki banyak kepentingan diantara kedua Negara. Namun belakangan Arab Saudi lebih memilih bermesraan dengan Amerika Serikat sebagai “sobat karib” nya untuk kepentingan Timur Tengah pastinya.

    Persahabatan antara mereka  belakangan ini banyak tergganggu akibat krisis syria ketika Arab Saudi yang mempunyai perbedaan pandangan, dimana Arab Saudi dan Turki lebih mengagendakan melengsengkerjan Bashar Al-Asad  namun Amerika lebih memilih ISIS sebagai agenda utama dari pada status Bashar Al-Asad, dan diresmikannya undang-undang di Amerika Serikat mengenai diperbolehkannya korban sebelas september 2001 untuk menuntut Arab Saudi sebagai Negara yang mensponsori Terorisme.

    Merenggangnya pesahabatan dan ditengah keterbatasan cadangan minyak yang mempunyai percepatan produksi dan meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi sehingga dibutuhkan energy alternative yang terbaharukan menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali bersahabat erat dengan Indonesia untuk melakukan kerjasama investasi, serta berkeingingan untuk mendapatkan dukungan dari Indonesia sebagai Negara mayoritas muslim terbesar untuk dapat memenangkan kompetisi leader di Timur Tengah yang kini mereka berhadapan dengan Iran.

    Sementara sahabat lama yang terlupakan ini (Indonesia) dimana di”acuh”kan oleh Arab Saudi, mengenai banyaknya kasus TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di Arab Saudi dan tidak mendapatkan respon serius oleh pemerintahan mereka, dari kasus penganiyaan dan beberapa banyaknya perihal hukum yang dialamai oleh para TKI.  Mengenai permasalahan Kuota haji yang tidak layak dibandingan dengan waktu tunggu yang harus diterima, dimana harus menunggu hingga 30 tahun, serta aneka kerja sama lainnya yang tidak erat selama ini.

    Kini sang “sahabat lama” ini datang setelah 47 tahun lamanya dimana selama ini tidak pernah menyapa, bahkan walaupun sekedar say hallo……apalagi berkunjung dan bertukar “bingkisan tangan”, jika diumpamakan dua sahabat. Kini mereka datang dengan rombongan yang tidak tanggung-tanggung sebanyak 1.500 orang dimana didalamnya terdapat 10 menteri dan 25 pangeran yang menghabiskan tidak kurang dari Rp. 340 an milyar, serta gemerlap kemewahan yang mereka tampilkan dikunjungan ini, dimana sebenarnya mereka tengah mengalami aneka krisis, namun Indonesia dengan kekayaan budaya ketimurannya dan sopan santunnya dengan suka cita menerima kedatangan sahabat lama ini dari bandara, penyambutan hingga ruang DPR/MPR pun disulap untuk disesuaikan untuk kehadiran sang sahabat lama …..karpet merah dibentangkan kepadanya, tanpa terbesit “uneg-uneg”sebagai sahabat lama yang telupakan.

    Indonesia yang terkenal dengan tanah surga…” Bukan lautan hanya kolam susu … Kail dan jala cukup menghidupmu…..tiada badai tiada topan kau temui …..Ikan dan udang menghampiri dirimu …Orang bilang tanah kita tanah surga, …Tongkat kayu dan batu jadi tanaman…….” Koes Plus

    Kedatangan sahabat lama dengan rendah hati Indonesia menyambut mereka yang walaupun pastilah mengetahui bahwa kunjungan ini lebih kepada terpaan kesulitan yang sedang menjerat mereka….itulah hebatnya budaya Indonesia, semoga kunjungan Arab Saudi ini bisa menjadi cermin untuk gerakan politik yang berbasis Islam (PKS), FPI  dan ormas-ormas lainnya yang mungkin saja cenderung meradikalisasi pengikutnya dengan melakukan fanatisme yang intoleransi untuk kepentingan mendapatkan kekuasaan semata yang berpotensi untuk menimbulkan konflik dan perpecahan.

    Indonesia yang berbudaya baik ini terkadang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak setia ….yang berlaku layaknya “pelacur politik” dengan berpindah-pindah haluan bukan atas tinjauan langkah taktis semata namun sudah kepada tujuan (strategis)……..sebagai kutu loncat, ….yang tahun 2014 ada dikubu satunya , kali ini berpindah ke kubu lainnya untuk memenangkan Pilkada DKI sekaligus memenangkan Pilpires 2019….. dengan berselimutkan intelektualitas dan kesantunan mencoba melakukan pembodohan dengan indahnya narasi………semata rakyat Indonesia yang berbudaya ketimuran lah yang hanya menyaksikan ulah mereka….dengan mengelus dada…

    Lebih enak Kebhinekaan, NKRI dan pancasila kan……mereka (Arab) yang akrab dengan konflik dan berakhir dengan “mengemis”….apakah pantas untuk menjadi contoh pola pergerakkan politik……..?

    Salam damai..


    Penulis : Dudi Akbar   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Arab Saudi Ditengah Krisis, Kunjungi Indonesia “Sahabat Lama” yang Terlupakan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top