728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 Februari 2017

    Anies Ketiban Durian Runtuh dari Cikeas, Perjuangan Ahok Djarot Semakin Berat?

    Dari hasil quick count yang sudah lebih dari 50% sepertinya menempatkan paslon nomor urut 2 dan 3, yaitu Ahok Djarot dengan Anies Sandi seyogyanya akan maju ke putaran kedua Pilgub Jakarta.

    Ada beberapa analisa saya terkait jika memang begitu hasil perhitungan real count KPUD DKI Jakarta. Pada intinya secara garis besar, perjuangan Ahok Djarot ke kursi Gubernur akan menjadi lebih sulit daripada jika putaran kedua diisi oleh Ahok Djarot dan Agus Sylvi. Kenapa? Ada beberapa ‘kekurangan’ yang dimiliki pasangan Agus Sylvi yang berakibat menurunnya suara secara drastis dan pada akhirnya menguntungkan pasangan Anies Sandi. Apa sajakah:

    Kasus dugaan Korupsi Sylviana Murni

    Saat ini nama Sylviana Murni tengah terkait dua kasus dugaan korupsi, yaitu pembangunan Mesjid Al Fauz dan penyelewengan dana Bansos. Kedua kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan di Kepolisian.

    Sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/28/063840790/mengaku-dizalimi-sylviana-murni-ikhlas-terima-ujian

    Sentimen Negatif dari SBY

    Tidak bisa dipungkiri, bahwa pada akhir tahun 2016, keadaan sebenarnya terbalik. Agus Sylvi merajai 5 dari 6 survey yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey di Indonesia, yaitu Lingkaran Survey Indonesia (LSI Denny JA), Lembaga Survey Indonesia, Charta Politika, Poltracking, Indikator, dan Litbang Kompas. Dari ke 6 survey, Ahok Djarot hanya menang di Lembaga Survey Indonesia., sedangkan sisanya Agus Sylvi yang menang.

    Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut saya, karena faktor pepo SBY lah, elektabilitas anaknya tercinta terjun bebas. Terutama beberapa minggu kebelakangan ini. SBY yang terlampau banyak curhat di Twitter menimbulkan sentimen negatif dari netizen. Publik melihat Agus sebagai anak yang belum bisa lepas dari ketiak bapaknya. Bagaimana nanti bila jadi Gubernur DKI Jakarta?

    Agus Yang Masih Bau Kencur

    Awalnya publik masih tercengang melihat kegantengan sang satria militer yang muda, tinggi, berbadan tegap dan selalu menebar senyum dimana-mana. Hati siapa yang tidak luluh coba? Jadi ini efek shock therapy dari kemunculan seorang Agus, sang ‘calon yang turun dari langit’ kata Cak Imin. Itulah sebabnya pada awal kemunculan nya, survey paslon ini sangat tinggi. Walaupun Cagub petahana disenangi kinerjanya. Tapi bulan-bulan akhir 2016 efek demo bela Islam ‘Hukum Penista Agama’ sedang hangat-hangatnya. Sehingga banyak rakyat Jakarta yang termakan isu gorengan tersebut.

    Tapi setelah memasuki tahun 2017, terutama setelah acara Debat KPU 1, 2 dan 3, tampak sekali Agus walaupun ganteng, tapi masih bau kencur. Penampilannya yang terkesan menghapal dan tidak nyambung membuat rakyat Jakarta pun ragu untuk membebankan Permasalahan Jakarta kepada Agus. Terlihat dari survey pasca debat yang selalu menempatkan Agus Sylvi di urutan bontot.


    Serangan Fajar Antasari Azhar

    Tidak pernah terbayangkan di benak saya bahwa satu hari sebelum masa pencoblosan, sang mantan narapidana (begitulah SBY memanggil beliau), Antasari Azhar melakukan serangan fazar berupa bom hutang masa lalu yang telah sedemikian lama terpendam. Antasari secara gamblang dan tegas berkata:

    “Ini kilas balik bahwa sejak kecil saya diajari kejujuran oleh orang tua saya, untuk itulah saya mohon kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono jujur, dia tahu perkara saya ini. Beliau jujur, cerita apa yang dia alami dan apa yang beliau perbuat, beliau perintahkan siapa dan siapa melakukan apa untuk merekayasa dan mengkriminalisasi Antasari”

    Sontak seluruh Indonesia geger, bukan hanya warga Jakarta saja. Bahkan Hary Tanoesoedibjo yang namanya ikut disebut-sebut Antasari, hari ini saham MNC grup nya turun 6%. Tidak heran jika saham Agus pun melorot drastis.

    Sehingga pada akhirnya, pasangan Anies Sandi pun ketiban durian runtuh dari Cikeas. Diduga kuat, banyak suara yang tadinya memilih Agus Sylvi, kini beralih ke Anies Sandi. Kenapa tidak beralih ke Ahok Djarot? Karena disinyalir Agus Sylvi yang sedari awal santer memainkan isu agama, sehingga banyak pemilihnya yang termakan isu agama tersebut, tentunya akan mengalihkan dukungan ke sesama pasangan calon yang Muslim, yaitu Anies Sandi.

    Kesimpulan dari saya, perjuangan Ahok Djarot memang sepertinya akan lebih sulit di putaran kedua ini, karena:

    1.    Suara yang memilih Agus Sylvi di putaran kesatu diduga kuat akan mengalihkan suaranya ke Anies Sandi di putaran kedua.
    2.    Pada dasarnya Anies memiliki kualitas yang lebih mumpuni daripada cuma sekedar ‘mantan’ mayor.
    3.   Sepertinya agak sulit untuk memenangkan suara yang ada pada kubu Anies Sandi dikarenakan isu agama yang sudah sangat kental tersebut.

    Mungkin lebih baik supaya Badja mencoba meraih suara golput dan swing voters di periode kedua ini. Pasukan Badja tampaknya harus lebih giat bekerja untuk memenangkan Ahok Djarot di putaran kedua ini. Perjuangan belum selesai, masih panjang dan berliku, ayo semangat!

    It ain’t over yet, God always save the best for last!



    Penulis : yaya    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies Ketiban Durian Runtuh dari Cikeas, Perjuangan Ahok Djarot Semakin Berat? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top