728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Februari 2017

    Anies Cagub Motivator, Bukan Eksekutor

    Debat Pilkada DKI Jakarta sudah berlangsung dua kali. Yang menjadi perhatian publik adalah  penampilan Anies yang selama ini dikenal sebagai motivator. Akankah ia betul-betul siap menjadi seorang eksekutor dengan mengajukan program-program kongkret?

    Jujur, jawabannya Anies masih memosisikan dirinya sebagai motivator, bukan eksekutor. Bahkan, dalam debat kedua beberapa hari yang lalu, Anies jelas-jelas menyampaikan dua kebohongan sekaligus, yaitu  soal data APM Jakarta Utara yang dibilang di bawah Biak dan peringkat kementerian yang dia pimpin diklaim peringkat 9 dari 22 kementerian, padahal Kemendinas memang di peringkat 22!.           

    Akhirnya publik menjadi tahu sosok Anies yang selama ini dibungkus dengan kesantunan,  tetapi  hakikatnya adalah kenyinyiran. Lihatlah pada penyampaian visi-misi program reformasi birokrasi dalam debat kedua, ia justru tidak menyampaikan visi-misinya, melainkan nyinyir pada petahana.

    Tak hanya itu, Sandiga Uno yang merupakan wakil Anies justru menyampaikan pertanyaan  kepada nomor urut 1, AHY-Sylvi, untuk sekadar menyudutkan petahana. Itulah sosok motivator yang selama ini mencitrakan dirinya santun.

    Sosok  Anies  memang sudah tidak asing lagi di mata publik. Namanya kian melejit ketika terpilih menjadi Menteri Pendidikan Nasional. Namun apa dikata, ia termasuk menteri yang di-reshuffle oleh Presiden Jokowi yang posisinya digantikan oleh Muhajir Efendy, karena Anies dinilai tidak mampu melaksanakan program unggulan Presiden Jokowi, yaitu Kartu Indonesia  Pintar. Melalui program ini, Presiden Jokowi berharap agar orang-orang tidak mampu mendapatkan bantuan sehingga anak-anak mereka bisa bersekolah dengan nyaman.

    Di samping itu,  Anies  juga tidak serius menggarap program pendidikan karakter. Selama dua  tahun menjadi menteri ia tidak menunjukkan sebuah performa yang membanggakan publik. Atas dasar itu, wajar saja jika di-reshuffle.

    Pasca lengsernya dari posisi Menteri, ia pun mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Anies dipasangkan dengan Wakilnya Sandiago Uno yang berlatar belakang sebagai pengusaha.

    Hanya Bermodal Retorika

    Dengan latar belakang  sebagai dosen  sekaligus  pernah  memangku  jabatan sebagai Rektor  Universitas Paramadina. Tak heran,  jika dirinya sangat pandai dalam beretorika. Dalam setiap pembicaraanya  di muka umum, ia kerap menunjukan kata-kata motivasi untuk menggugah  hati  para pendengarnya. Hal itu sudah sering  disimak  oleh kita semua, pada saat dirinya  masih  menjabat  sebagai  Menteri  Pendidikan  Nasional.

    Kali ini, dalam pencalonan dirinya sebagai gubernur DKI Jakarta. Ia kembali menunjukkan kepiawaianya itu untuk menyihir para audiens yang mendengarnya. Hal itu terlihat ketika debat pertama dan kedua semalam yang diselenggarakan oleh KPUD Jakarta (13/1) dan (27/1). Menjadi seorang pemimpin bukan hanya untuk membangun citra belaka, seperti yang sudah-sudah sebelumnya, tetapi untuk menunjukan kerja nyata dalam membangun daerahnya.

    Menurut Fucault, setiap manusia berambisi untuk menjadi pemimpin. Untuk  mencapai ambisi  tersebut, manusia seringkali  menggunakan media bahasa untuk mendapatkan legitimasi terhadap  dirinya. Dalam hal ini, pendapat Focault memang sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Bahkan, media bahasa seringkali menyihir para pendengarnya dengan terkagum-kagum mensinyalir bahwa mereka telah paham dan tersihir.

    Biasanya, kepandaian berbicara tidak menjamin kemungkinan seseorang juga pandai dalam bekerja. Sosok Anies yang santun dalam berkata, memang cocok untuk menjadi motivator yang dapat menggugah hati seseorang. Namun, menjadi gubernur DKI Jakarta bukan hanya membutuhkan kata-kata belaka. Hal yang penting ialah menjadi eksekutor dalam menuntaskan setiap masalah Ibu Kota.

    Menurut Stephen P. Robbins, tolak ukur terbaik untuk menentukan bagaimana perbuatan seseorang di masa depan ialah berkaca pada perbuatanya di masa lalu. Ia juga mengungkapkan, bahwa rekam jejak di masa lalu menjadi penentu di masa depan. Itu berarti, apa yang dilakukan seseorang di masa lalu menggambarkan kemampuanya di masa depan. Karenanya, rekam jejak bukan didasarkan pada besar kecilnya daerah yang dipimpin. Tetapi, berdasarkan apa yang telah diperbuat di masa lalu sebagai gambaran di masa depan untuk menjadi pemimpin.

    Melihat hal itu, setidaknya kita memiliki gambaran dalam memilih pemimpin. Dalam rekam jejaknya  di politik, Anies memang pernah mencicipi manisnya menjabat sebagai menteri. Tetapi,  hal itu tidak berjalan cukup lama. Dalam pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, sosok Anies memang menjadi sorotan publik. Hal itu karena belum lamanya ia di-reshuffle dari menteri, langsung muncul namanya dalam bursa pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Sebagai seorang dosen dan pengajar, Anies memang memiliki kemampuan beretorika yang sangat baik. Karena terbiasa melatih kemampuanya itu dalam mengajarkan para mahasiswanya. Anies merupakan sosok yang semestinya mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan malah mewarnai panggung politik. Sebab, hal itu akan merusak integritasnya yang selama ini dikenal sebagai intelektual dan guru.

    Banyak  yang berpandangan, masuknya Anies ke gelanggang politik justru merusak citra dirinya selama ini, yang dikenal santun. Pasca berjumpa dengan Habib Rizieq Shihab, Anies justru terlihat mulai terpengaruh dengan menyampaikan kata-kata dan data-data yang kurang valid. Bahkan, ia selalu berusaha ingin menampilkan dirinya yang paling benar.

    Padahal dalam kapasitas dirinya sebagai Calon Gubernur, hendaknya ia berusaha untuk menyampaikan program-program kongkret yang mampu meyakinkan publik, bahwa programnya yang terbaik dan karenanya ia layak menjadi Gubernur.

    Akhirnya, semua bisa menilai Anies yang tak tak lain hanya sebagai motivator. Sayangnya, ia sekarang bukan hanya motivator yang santun, melainkan seorang motivator yang penuh dengan kata-kata bersayap yang memiliki kemampuan untuk terbang lebih tinggi.

    Penulis :  Ari Rahman El Halimi Sumber : Seword
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies Cagub Motivator, Bukan Eksekutor Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top