728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 Februari 2017

    Akhirnya Ahok Mulai Membalas Satu per Satu Serangan Terhadap Dirinya Dengan Elegan

    Dalam tiga debat kemarin, Anies dan Agus senantiasa menyerang kebiasaan buruk Ahok yang terkesan galak, kasar, dan tidak ada ampun di dalam melakukan disiplin terhadap warga Jakarta. Program-program yang diserang hanyalah program-program yang dianggap kontroversial. Program penggusuran salah satunya yang seringkali diserang. Bukan hanya program kerja, namun ada lagi satu permasalahan yang senantiasa diserang. Ahok dianggap sebagai seorang yang diktaktor.

    Betulkah Ahok diktaktor?

    Jawaban politisi biasanya selalu berputar-putar. Untuk menjawab iya, enggan. Namun untuk menjawab tidakpun, sepertinya malu. Maka izinkan saya untuk menjawab “ya” dan “tidak” sekaligus. Memang terkesan sangat tidak konsisten, namun penjelasan saya adalah demikian…



    Betul, Ahok diktaktor bagi…

    Ya, Ahok adalah diktaktor bagi sebagian orang yang mencoba bermain-main dan membangkang terhadap kebijakan-kebijakan pemprov DKI yang justru pro rakyat. Ahok merupakan orang yang kejam bagi mereka yang memikirkan hanya kepentingan diri mereka. Mereka yang tidak mau pindah dari daerah bantaran sungai, akan menganggap Ahok adalah orang yang kejam dan tidak manusiawi.

    Anies menganggap Ahok diktaktor. Mengapa? Mungkin karena ia sedang “merasa” memperjuangkan warga (bukan) Jakarta untuk tetap tinggal di daerah bantaran sungai seperti Bukit Duri, Pasar Ikan dan Luar Batang untuk waduk Pluit. Bicara tentang Pasar Ikan dan Luar Batang, mana Ratna, mana?

     
    Siapa bilang Ahok diktaktor?

    Tidak, Ahok bukanlah diktaktor untuk sebagian besar orang yang mencoba untuk mengerti apa yang Pemprov DKI ingin kerjakan. Visi ini besar. Tidak semua orang dapat melihatnya. Tentu saya percaya sekarang banyak warga Bukit Duri yang sempat memenangkan gugatan terhadap PTUN, perlahan-lahan mulai sadar pentingnya normalisasi sungai. Kita tentu berharap bahwa normalisasi sungai Ciliwung yang sekarang baru 40%, dapat diteruskan di masa pemerintahan Ahok Djarot selama 5 tahun ke depan ini.
    Mungkin warga Bukit Duri seharusnya menang, dan belajar bahwa kemenangan di PTUN merupakan kekalahan di dalam kehidupan mereka secara utuh.

    Kebaikan tertinggi (Summum bonum) Ahok adalah…

    Saya kira kebaikan tertinggi yang diperjuangkan Ahok di dalam konteks Jakarta adalah kepentingan warga secara keseluruhan. Ahok dan “Keadilan Sosial” merupakan sepasang “itu” yang tidak dapat terpisahkan. Kebaikan tertinggi yang dikerjakan Ahok adalah bagaimana dapat mengimplementasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Keadilan sosial sering dibenturkan Ahok dengan bantuan sosial.

    Karena kedua hal ini jelas berbeda. Ahok tidak menganggap orang DKI adalah orang yang sakit dan senantiasa perlu bantuan sosial. Namun Ahok melihat bagaimana warga DKI merupakan keseluruhan warga yang perlu mendapatkan keadilan sosial. Maka jangan heran jika Ahok akan menyerang balik. Apa saja serangan-serangan balik Ahok?

    Ahok Menyerang Balik!

    Ahok bukanlah orang yang menyerang dengan cara yang sangat reaktif. Ahok mungkin memiliki kecenderungan “Reaktif” terhadap beberapa kasus. Contohlah ada seorang ibu-ibu yang dengan kekeuh menginginkan KJP agar bisa dicairkan. Ahok tentu sangat reaktif terhadap hal tersebut. Namun sekarang, kita sudah melihat perubahan drastis yang dikerjakan Ahok. Ketika ia diserang baik dari program kerja maupun karakternya yang kurang baik, ia hanya tersenyum.



    Apa yang membuat saya mengatakan bahwa Ahok menyerang balik? Ia menyerang balik dengan hasil kerja dan pencapaian-pencapaian yang ia lakukan setelah ia selesai cuti kemarin. Bayangkan beberapa bulan saja ia diganti, banyak sekali perubahan yang terjadi di Ibukota. Mulai dari penyerapan anggaran, pergantian model moncong MRT, dan banyak hal yang tidak perlu disebutkan disini.

    SMAN 8
    Serangan balik 1: Banjir bukan lagi masalah
    Banjir? Jakarta sekarang masih banjir, mengapa ini disebut unggulan? Tentu unggulan. Lihatlah dampak dari 40% sungai Ciliwung yang berhasil dinormalisasi. Warga Jakarta secara keseluruhan menikmati hasil kerja Pemprov DKI di bawah pimpinan Ahok-Djarot. Normalisasi yang katanya tidak efektif, ternyata sangat efektif untuk wilayah DKI Jakarta. Bayangkan, 40% saja sudah memiliki dampak yang sangat signifikan, bagaimana jika 100%? Jakarta sedang menunggu hal ini.
    Percayalah bahwa banjir Jakarta, 5 tahun ke depan bukan lagi merupakan masalah besar bagi warga. Sekarang masih ada beberapa lokasi yang terkena banjir. Namun pencapaian yang paling besar adalah bahwa banjir itu berubah nama menjadi genangan. Betul yang dikatakan Sandi sewaktu ia bersama Anies menertawakan Ahok. Betul-betul genangan. Terima kasih Sandi untuk penjelasannya. Mengapa genangan? Karena hanya hitungan jam, maksimal dua hari, seluruh banjir sudah surut. Terima kasih sekali juga kepada Pak Foke. Siapa lagi yang mau saya ucapkan terima kasih? hehehe.

    TransJakarta Cares

    Serangan balik 2: TransJakarta Cares

    Salah satu program yang diresmikan selepas cutinya adalah program TransJakarta Care. Warga Jakarta yang mengalami disabilitas sekarang dilayani oleh 100an lebih armada TransJakarta Care untuk pergi ke tempat tujuan mereka. Bus yang disediakan memiliki chassis yang sangat rendah, agar penyandang disabilitas mudah untuk akses. Banyak kendaraan lagi yang digunakan, sekilas mirip Toyota Alphard. Memang sih, sebenarnya bukan Alphard, cukup nyaman untuk memberikan pelayanan yang prima bagi penyandang disabilits.

    Inilah yang saya katakan serangan-serangan balik Ahok yang sangat elegan dan sangat terpuji. Menyerang tidak dengan kata-kata, namun menyerang dengan pembangunan.
    Hukum yang berlaku di Jakarta mungkin begini…

    Barang siapa yang berbuat baik, dan tidak disukai oleh orang lain, sesungguhnya orang tersebut berkenan bagi warga Jakarta.
    PS: Trims untuk respon warga bukit duri langsung di comment artikel di bawah…
    Bicara banjir, saya ini tinggal di Bukit Duri 10 tahun, mas. Sudah berapa lama hujan terus2an kayak gini? Ada se bulanan kali ya. Hebatnya, Bukit Duri Selatan belum ada yg teriak banjir, tuh. Kecuali daerah yg lebih rendah, ya pasti ada. Tapi nggak separah dulu, mas. Jauh banget. Dulu mah ngeliat spring bed ngapung di kali sudah jadi pemandangan lumrah tiap banjir awal & akhir tahun. Skrg kali malah nggak naik2 airnya mas. Nyata ini. Rumah saya belakangnya kali. Bukit Duri Selatan jg bakal kena pemangkasan lahan utk pelebaran sungai. Seingat saya nggak ada yg komplain. Apalagi sampe bentrok fisik kayak areal Tongtek, Kp. Melayu dan Bidara Cina waktu itu. Padahal areal mereka yg kalo ujan gara2 malaikat bersin doang rumah langsung pada ngapung. Singkat kata, mereka nggak usah banyak babibu lah. Ini resiko. Waktu penertiban menolak mati2an. Giliran banjir di bilang gubernur nggak ada empati. Sudahlah kawan. Nikmati saja. Bukankah hidup itu pilihan? (Dhe)
    Betul kan yang saya katakan?

    Penulis :  Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Akhirnya Ahok Mulai Membalas Satu per Satu Serangan Terhadap Dirinya Dengan Elegan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top