728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Februari 2017

    AHY Geser = Gusur, tidak Gusur mungkin Gombal

    Pilkada DKI sebentar lagi akan digelar, perang opini, pendapat dan mendukung jadi fenomena baru warga DKI, fenomena ini bahkan tidak hanya terjadi dan berlaku bagi warga DKI semata tetapi juga berdampak luas bagi daerah – daerah dan warga – warga yang bahkan bukan penduduk DKI.

    Banyak hal diangkat, dibahas dan disingkap diperang dukungan Pilgub kali ini, dari hal – hal basi yang tak bermutu hingga hal – hal besar dari tiap – tiap Paslon ramai diperbincangkan.

    Saling serang program, visi, misi dan dosa dari masing – masing Paslon sainganpun tak luput jadi jadi sorotan dan bahan “Timpukan” asyik dan seru dibuat mereka.

    Debat Pilkada DKI yang kedua yang resmi digelar KPU beberapa waktu lalupun tak luput jadi bahan dan jadi “Pelor” baru untuk serang Paslon lawan yang bukan kawan, bagi mereka ini jadi peluang besar untuk melihat secara jelas apa yang menjadi visi, misi dan program Paslon mereka, dan juga jadi peluang “Tembak” lawan yang asyik.

    Ada hal menarik didebat yang kedua, dimana Paslon nomor urut 1 (satu) mendapat giliran ditanya oleh Paslon nomor urut 2 (Dua), saat itu Cagub AHY ditanyakan oleh Cawagub no urut 2 (Dua) Djarot perihal programnya tentang perumahan rakyat, Cawagub Djarot menanyakan bagaimana caranya AHY menata pemukiman kumuh padat penduduk dibantaran sungai Jakarta yang begitu luas, ada sekitar 390 Hektar lahan yang berada dibantaran sungai yang harus ditertibkan, Cawagub Djarot bertanya bagaimanakah caranya


    AHY membangun pemukiman itu secara “On Side” tanpa menggusur, tetapi AHY malah jawabnya “Ngambang” kayak “Sesuatu” yang suka “ngambang” disungai Jakarta dulu, dia jawab muter – muter persis “Odong – odong yang lagi nyari bocah”  dan inti dari jawabannya AHY akan Menggeser.

    Tak puas pertanyaannya tak terjawab Ahok akhirnya maju memberikan tanggapan dan menanyakannya sekali lagi perihal cara agus alokasikan area 390 Hektar dipemukiman kumuh padat penduduk dibantaran kali.

    Mau tau jawaban AHY yang penulis catat ?

        Differencesiasi
        Kita bisa yang penting kita kreatif
        Kita lakukan Benchmark

    Kita Bahas satu – satu jawaban ini :

    Differencesiasi

    Apa itu Differencesiasi ? saya “gak tau” entah karena sekolah saya kurang tinggi, atau sekolah saya kurang jauh, atau karena sekolah saya kurang mahal jadi saya tidak pernah tahu apa itu Differencesiasi, karena sadar akan kebodohan saya maka segeralah saya mencarinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hasilnya tidak saya temukan, kemudia saya tanya sama “Mbah Google” yang tahu segala hal, hasilnyapun tetap sama nihilnya, Jadi apa itu Differencesiasi ? apakah semacam biji – bijian, kacang – kacangan, terong – terongan, atau cabe – cabean ? Differencesiasi sungguh Vickynisasi.

    Kita bisa yang penting kita kreatif

    Menurut saya perihal kreatif masyarakat kita patut diacungi jempol, hal ini dapat kita lihat dari hebatnya warga kita bangun rumah di bantaran kali, yang sebagian besar badan rumahnya menggantung diatas air sungai, jadi menurut saya perihal kreatifitas warga kita adalah jagonya, jadi tidak perlu lagi diajari bang.

    Kita lakukan Benchmark

    Benchmark adalah teknik pengetesan dengan menggunakan suatu nilai standar. Suatu program atau pekerjaan yang melakukan perbandingan kemampuan dari berbagai kerja dari beberapa peralatan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pada produk yang baru. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan produk-produk perangkat lunak maupun perangkat keras dengan percobaan yang sama. ( Sumber Wikipedia)

    Benchmarking adalah suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau umumnya manajemen strategis, dimana suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa  unit/bagian/organisasi lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal.

    Jadi Benchmark itu teknik pengetesan atau pengukuran untuk membandingkan suatu produk atau kinerja sebuah sistim kerja atau aktivitas, jadi istilah Benchmark yang digunakan AHY sangat tidak tepat dan tidak efektif untuk diterapkan kedalam penataan rumah kumuh di Jakarta.

    Jika yang dipikirkan AHY adalah mencari ukuran yang sama luasnya dengan pemukiman yang akan digusur menggunakan teknik Benchmark maka jawabannya tidak akan pernah ketemu perbandingannya, sampai Lebaran Kuda pasti tidak ketemu, karena bidang yang luasnya disampaikan Ahok Djarot seluas 390 Hektar itu bukan bidang lapang satu area dan satu wilayah, tetapi bidang yang tidak beraturan yang tersebar disepanjang bantaran sungai Jakarta, Jadi pasti tidak akan ketemu lahan yang sama tak beraturannya seluas 390 Hektar itu.

    Walau tidak sekolah setinggi anda dan sejauh anda, tetapi kami mampu menalarkan hal ini, itulah sebabnya gusur jadi geser anda bikin gusar, sebab anda pasti geser lalu gusur buat bangun, sebab pergeseran yang anda lakukan tentulah berakhir pada penggusuran, jadi teori bangun tanpa gusur pasti hanya gombal semata, sebab dari jawaban anda, belum ada hal yang mampu meneguhkannya, semua jawaban dan pemikiran anda masih sangat mentah dan mudah dipatahkan, anda harus bekerja lebih keras untuk dapat menampilkan argument dan program yang lebih kuat dan matang.

    Dan satu lagi catatan tentang teori cerdas istri anda bagaimana melakukan eksekusi “On side upgrading” juga nampak tidak mungkin, sebab mana mungkin penghuni yang terdampak gusur bisa ditampung penghuni yang tidak terdampak ? Teori seperti ini tidaklah mungkin, sebab hal ini akan menumpukan orang di kumpulan kumuh, tidak ditumpuk saja sudah kumuh, apalagi yang terdampak ditampung oleh yang tak terdampak proyek anda ? Seolah – olah anda mengatasi masalah dengan masalah, bukan mengatasi masalah tanpa masalah (Slogan Pegadaian).

    Penulis : Kei Yorisman Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: AHY Geser = Gusur, tidak Gusur mungkin Gombal Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top