728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 Februari 2017

    Ahok Membuat SBY Marah, Ahok “Cuekin” ?

    Untuk kesekian kalinya “kewarasan” SBY dipertaruhkan, selama sepuluh tahun periode pemerintahannya ternyata hasrat kekuasaannya begitu tampak didepan mata, dimana langkah-langkah politiknya pasca lengsernya membuat tingkat kewarasannya semakin dipertanyakan.

    Dugaan bahwa SBY mewakili golongan yang gemar memutarbalikkan fakta dan haus kekuasaan serta memecah belah masyarakat semakin jelas, dimana untuk setingkat SBY dan jajarannya pastilah tahu bahwa segala sesuatu yang diungkap didalam peradilan menjadi konsumsi untuk kepentingan pengadilan dalam mendalami, mencari dan mengungkapkan fakta yang ada dari setiap rangkaian di peradilan.

    Adanya aturan main dan etika didalam peradilan sudah ada ketetapannya. Ketika peradilan dilangsungkan tertutup dan jalannya persidangan tidak dapat utuh ditampilkan kepada masyarakat sudah melalui pertimbangan berbagai ahli hukum, oleh  sebab persidangan kali ini dengan permasalahan dugaan penistaan agama adalah sangat sensitive dan kental beraroma politik sehingga persidangan tidak ditampilkan oleh media dengan utuh. Mengapa tidak dapat  disajikan utuh sebab aroma politiknya tinggi, ketika Jaksa Penuntut mengajukan pertanyaan pihak yang keberatan bisa siapa saja sebab memang nuansanya adalah politik, jelas Jaksa Penuntut mengajukan pertanyaan adalah untuk mendalami dan mengungkap perkara hingga jelas.

    Dengan mensikapi setiap kata dan gerak dalam peradilan untuk dapat dipolitisasi untuk kepentingan politik mereka. Usai peradilan kedelapan Ahok yang juga menyisakan Pilkada DKI kurang dari 15 hari dan masa kampanye yang sekitar satu minggu lagi membuat kubu penantang Ahok yakni Agus-Silvi harus bergerak serampangan, sehingga SBY harus langsung terjun untuk membangkitkan semangat para mantan bawahan dan sisa-sisa efek kekuasaannya yang ada dengan membuat ulah dengan meminta kubu Ahok yang sedang bersidang untuk bertanggung jawab dan menjelaskan kepadanya dari pertanyaan yang menyebutkan nama SBY dipersidangan. SBY segera melakukan konfrensi pers dan bergaya “masih presiden” dan meminta penjelasan dan menuntut dokumen-dokumen agar diungkap mengenai hasil rekaman telepon dan bukti penyadapan bahwa SBY telah berkomunikasi dengan Ma’ruf Amin seperti yang dituduhkan oleh kubu Ahok.

    Terbukti bahwa kubu mana yang gemar memutarbalikkan fakta sekarang terungkap, pemaksaan kehendak dan nafsu yang tinggi akhirnya terlihat dari perilaku tersebut. SBY menuntut jika tidak disajikan bukti-buktinya maka ini terkena undang-undang ITE, dengan sempat-sempatnya si pepo mengatakan bahwa undang-undang tersebut diterbitkan pada masa pemerintahannya, jelas komunikasi ini hendak memberi pesan mengingatkan ke masyarakat bahwa dia adalah mantan presiden, namun dia lupa bahwa justru kesan yang ditangkap oleh masyarakat bahwa dia pemimpin yang tidak bisa move on, pemimpin yang terkena penyakit post power syndrome…ini justru kesan negative untuknya.

    Tidak lupa juga dia menegaskan bahwa hal ini diancam hukuman akibat pelanggaran terhadap undang-undang dengan ancaman kurungan selama 10 hingga 15 tahun kurungan dan denda 800 juta, dan tidak cukup disitu saja pola untuk memutarbalikkan kewarasan pemirsa, dia juga mengatakan bahwa ini adalah bukan delik aduan sehingga aparat penegak hukum tidak perlu menunggu aduan dan harus segera memprosesnya….ohh  semakin parah penyakitnya SBY, penyakit post power syndrome

    Pernyataan bahwa SBY itu adalah masyarakat biasa hendak mengesankan bahwa langkah-langkah ini adalah wajar dan seharusnya, ini juga merupakan bukti bahwa dia sebagai masyarakat biasa itu betul…namun status dia adalah ketua partai demokrat, sebagai elit di kancah politik seharusnya mempunyai kewajiban moral untuk “mencerdaskan” hukum serta etika politik sehat kepada masyarakat bahwa ini adalah komunikasi dan interaksi yang dilindungi oleh Undang-Undang bahwa kejadian ini sedang dalam proses hukum, dimana mendalami, mengungkapkan dan mencari kebenaran memang sedang dijalani oleh perangkat peradilan, lucu kan apabila ada komunikasi di dalam peradilan dimana penonton dengan bebas melaporkan kepada polisi dan mempermasalahkan setiap komunikasi dan gerak perangkat peradilan yang sedang berusaha mengungkapkan kebenaran dengan aneka kreatif metode yang dijalankan dengan wasitnya adalah hakim.

    Kembali ulah si mantan ini semakin memberikan kesan bahwa “penyakit” kepanikan politik sedang diderita olehnya, dari biaya dan sisa-sisa kekuatan dan kekuasaannya bergerak serampangan. Kita mempunyai enam mantan presiden, tiga diantaranya sudah berpulang, menyisakan tiga mantan presiden, dimana hanya satu ini yang mengidap post power syndrome yang akut, semoga cepat sadar dan sehat….

    Penulis : Dudi Akbar   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Membuat SBY Marah, Ahok “Cuekin” ? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top