728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 12 Februari 2017

    Ahok Harus Menang 1 Putaran, Anies Sebuah Ancaman

    Debat Cagub dan Cawagub dalam Pilkada DKI sudah berlalu. Dan beberapa survei menjelang pencoblosan Pilkada DKI 2017 memperlihatkan bahwa sangat kecil kemungkinan adanya pasangan cagub-cawagub yang akan menang dalam 1 putaran.

    Menanggapi hal ini ketiga Paslon mempunyai pendapat tersendiri.

    Rico mengatakan Agus-Sylvi kini berfokus memaksimalkan sisa waktu yang ada dengan mengkonsolidasi suara yang dibangun dan diperoleh selama ini. Menurutnya, hal itu dilakukan guna memastikan pada 15 Februari nanti tidak ada penggembosan suara.

    Sedangkan timses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mempersiapkan secara khusus untuk putaran kedua. Anggota timses, Wibi Andriano, mengaku tim akan maksimal memenangkan Ahok-Djarot dalam 1 putaran.

    “Ya persiapannya seperti persiapan-persiapan sebelumnya. Apa yang kita lakukan adalah memang sudah maksimal, konsolidasi partai-partai, relawan,dan lain-lain. Semua persiapan kita ini khusus karena semua itu kita lakukan secara maksimal,” kata Wibi.

    Dan terakhir dari timses Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 3, Mardani Ali Sera, itu mengatakan ada target yang harus ditempuh agar Anies-Sandiaga menang 1 putaran.

    “Dalam beberapa minggu ini akan mendatangi TPS-TPS, pertemuan di TPS dengan relawan. Sekarang fokus kepada target 300 suara per TPS. Kalau itu tercapai, bisa satu putaran. Dan kalau melihat perkembangannya, relawan penggerak ada 30 orang per TPS, 1 orang relawan nyari 10 orang atau rata-rata 10-15 orang per TPS. Jadi tinggal dalam waktu dekat ini merekrut sisanya,” kata Mardani.

    Tentang kemungkinan putaran kedua itu tampak jelas dari beberapa survei yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kemungkinan putaran kedua ini sangat besar mengingat dari survei itu tidak ada cagub-cawagub yang mendapat angka 50 persen lebih.

    Saya berpandangan mengenai pasangan Ahok-Djarot harus memaksimalkan kemenangan dalam 1 putaran sangatlah wajar. Namun tidak adanya persiapan khusus jika terjadi 2 putaran, bisa menjadi sebuah ancaman.

    Ahok-Djarot harus menang 1 putaran meski itu memang sangatlah sulit. Jika melihat hasil survei kandidat tidak ada yang mencapai 50℅ plus satu. Akan tetapi peluang masih terbuka, karena persentase yang belum menentukan pilihan juga cukup tinggi. Suara ini yang harus direbut.

    Isu sentimen agama yang mewarnai Pilkada DKI, tentunya tetap akan dimanfaatkan oleh lawan Ahok-Djarot. Apalagi kelicikan tim Anies Baswedan sangat piawai memanfaatkan momen tersebut, semua ramai membicarakan perseteruan Ahok-Djarot dengan Agus-Sylvi. Hal ini membuat Anies Baswedan bergerilya. Terbukti elektabilitas Anies mampu menyalip AHY dan tidak terlalu jauh dengan persentase Ahok-Djarot.

    Anies-Sandi yang juga ikut berjamaah saat aksi 112 dan berada berdekatan dengan AHY. Tentunya ada strategi yang dilaksanakan, yaitu mencari perhatian dan simpatisan pendukung AHY. Yang mana dalam hal ini, jika terjadi dua putaran antara Anies dan Ahok, tentunya suara AHY akan diambil oleh Anies. Dalam pilkada DKI 2017, Anies-Sandi banyak diuntungkan dari kasus penodaan agama yang menimpa Ahok dan banyaknya yang membully AHY dan Pepo.

    Ahok-Djarot memang harus menang 1 putaran, karena Anies Baswedan adalah sebuah ancaman. Semua tahu bahwa dibelakang Anies Baswedan ada Prabowo. AHY yang minim pengalaman politik meski dibeking oleh kekuatan SBY justru elektabilitasnya kian menurun. Sementara Anies yang tidak diunggulkan diawal, justru terpaut hanya beberapa persen dari Ahok-Djarot. Meskipun Anies Baswedan pernah dipecat sebagai seorang menteri, setidaknya ia lebih berpengalaman ketimbang AHY. Kubu AHY yang membuat jebakan bahkan disebut-sebut berada dalam kelompok mobilisasi massa tetapi secara terselubung justru Anies yang piawai memainkan peluang tersebut.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto, optimis bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat akan menang satu putaran dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta.

    Kalau melihat grafik survei, Ahok-Djarot memang ada peluang untuk menang satu putaran. Apalagi ketika Ahok menjadi tersangka, elektabilitasnya tidak menurun tetapi tetap selalu unggul. Namun persentase yang belum menentukan pilihan tentunya harus direbut oleh Paslon No.2 (Ahok-Djarot). Ditambah lagi sudah banyak masyarakat mengetahui bahwa sebenarnya Ahok adalah korban dari ISU sentimen Agama.

    Semoga 1 putaran dan dimenangkan oleh Ahok-Djarot meski itu sulit tapi tetap optimis. Masyarakat Jakarta mari lepaskan sentimen agama untuk kemajuan Jakarta itu sendiri. Mari dialektis, realistis dan rasional dalam menentukan pilihan.

    Penulis :   Losa Terjal  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Harus Menang 1 Putaran, Anies Sebuah Ancaman Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top