728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 Februari 2017

    Ahok Dituduh Pelaku Kekerasan Verbal Terhadap Wanita, Yang Minta Foto Dan Meluk Kok Banyak??

    Benar kata Ahok, ketika paslon tidak punya program unggulan, maka yang akan dilakukannya adalah menyerang paslon lain dengan cara-cara yang tidak sehat. Bukannya lomba program untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni malah berdebat panas dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

    Perdebatan tersebut mengenai kepercayaan mereka terhadap kebisaan Ahok menurunkan tindak kekerasan pada perempuan padahal Ahok melakukan kekerasan verbal kepada salah satu perempuan di Jakarta. Tuduhan melakukan kekerasan verbal tersebut dinyatakan sudah viral dan tersebar videonya di media online.

    “Bagaimana bisa seorang gubernur menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan, padahal gubernur itu sendiri adalah pelaku kekerasan verbal,” tanya Sylvi kepada Ahok dalam debat final Pilkada DKI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

    Ahok yang tidak setuju dengan hal itu, lalu menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Sylvi adalah fitnah. Ahok tidak melakukan makian membentak-bentak. Bahkan Ahok menyebutkan alasan dia membentak-bentak perempuan tersebut. Dalam video yang tersebar itu, Ahok menyebut wanita tersebut maling.

    “Kekerasan verbal itu satu kasus yang dibesarkan. Itu adalah orang yang jelas mengambil KJP kontan. Buktinya, ibu-ibu demen tuh foto sama Ahok, sampe ngantre, sampe bayar. Bagaimana bisa orang yang lakukan kekerasan didatengi, istri saya kabur kali,” kata Ahok.

    Salahkan Ahok marah kepada perempuan tersebut yang ketahuan mengambil KJP secara kontan dan menyebutnya maling?? Apakah kalau dia wanita dan melakukan tindak pencurian KJP kntan tidak pantas dibentak dan disebut maling?? Padahal dana KJP itu adalah untuk keperluan sekolah anaknya, bukan Ibunya. Perempuan seperti itu apakah tidak pantas dibentak karena lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan anaknya??

    Lebih parah lagi adalah serangan Agus. Bukannya memahami maksud fitnah yang disampaikan oleh Ahok malah memberikan pernyataan yang tidak nyambung dan mengapung. Ahok menyatakan dia tidak melakukan fitnah karena tidak melakukan tindak kekerasan verbal kepada perempuan, melainkan kepada maling KJP.

    “Pak Basuki mengatakan itu fitnah. Itu semua sudah diketahui publik, viral di mana-mana bukan hoax. Bapak mempertontonkan kekerasan verbal terhadap kaum perempuan yang semestinya dihormati,” kata Agus.

    Menengahi perdebatan panas dan sekaligus menutup topik yang mengangkat kasus Ahok yang viral itu, Djarot pun memberikan pernyataan yang diharapkan bisa dipahami oleh paslon 1 yang memang sudah menjustifikasi Ahok melakukan tindak kekerasan verbal kepada perempuan yang telah mengambil KJP kontan.

    Djarot menanggapi pernyataan Agus. Menurut Djarot, apa yang disampaikan oleh Agus dan Sylvi sangat kacau. Agus dan Sylvi menganggap perlakuan terhadap satu perempuan disamakan dengan perlakuan terhadap seluruh kaum wanita di Jakarta.

    “Ketika ada ketidakjujuran yang tidak mendidik, perlu sekali waktu kata yang tegas sehingga kita benar-benar didik dengan moral yang jujur bertanggung jawab,” kata dia menanggapi Agus.

    “Sekarang tak ada lagi penyalahgunaan KJP, KJP betul-betul untuk kepentingan anaknya, bukan ibunya,” kata Djarot.

    Tindakan keras Ahok yang viral di viedo tersebut memang sengaja dijadikan bahan perdebatan oleh paslon 1. Tahu bahwa tidak bisa menyerang paslon 2 dengan adu lomba, maka satu kesalahan dibesar-besarkan dan diberikan sebuah kesimpulan bahwa Ahok tidak akan sanggup menurunkan tindak kekerasan pada perempuan hanya karena satu kasus tersebut.

    Paslon 2 bukan hanya menceritakan bahwa mereka sudah melakukan program untuk menurunkan tingkat kekerasan pada perempuan, melainkan juga berhasil mencegah penyalahgunaan KJP oleh kaum perempuan. Bahkan, Ahok sangat digemari oleh perempuan yang meminta dia berfoto bersama. Baik ketika di Rumah Lembang maupun ketika melakukan blusukan ke beberapa wilayah.

    Tim pemenangan Ahok-Djarot bahkan sampai harus mengeluarkan peraturan selama musim kampanye Pilkada Jakarta di Rumah Lembang. Bagi para kaum hawa, tim melarang mencium Ahok saat berfoto. Vergie mengatakan, sebagai perempuan harus bisa menjaga perasaan perempuan lain. Dia mengandaikan, apabila suami ibu dicium perempuan lain pasti akan marah.

    “Kalau ibu-ibu foto jangan dengan cium Pak Basuki ya. Kita jaga perasaan Bu Vero. Kalau suami ibu dicium perempuan lain, ibu marah kan?” ujar Vergie bergurau.

    Ketika di lapangan pun, banyak perempuan yang tidak sungkan dan takut untuk menemui Ahok dan bahkan menggandeng Ahok. Sebuah tindakan yang tidak mungkin dilakukan oleh para perempuan jikalau mengetahui Ahok pelaku tindak kekerasan verbal kepada perempuan. Pastilah menjauh mereka dan takut.

    Seorang perempuan tanpa takut dan sungkan menarik lengan Ahok. Perempuan tersebut ternyata adalah pemilik rumah dimana Ahok sedang berteduh dari hujan ketika melakukan blusukan di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (5/2/2017) sore. Perempuan itu mengajak Ahok untuk berfoto.

    “Pak Ahok, ayo foto sama saya,” kata ibu tersebut sambil menarik lengan Ahok dan mengajaknya menuju teras rumah.

    Berbeda lagi dengan kejadian yang lain. Ada seorang ibu yang karena sangat ingin berfoto dengan Ahok bahkan tidak peduli dengan anaknya yang menangis minta digendong. Kejadian ini terjadi saat Ahok kunjungan ke daerah permukiman padat penduduk di RT 016/03, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

    Bahkan Ibu itu akhirnya menitipkan anaknya yang menangis tersebut kepada orang lain dan berfoto selfie dengan Ahok dengan bantuan temannya. Kehebohan Dwi, nama Ibu tersebut, memang menjadi keributan kecil dalam kunjungan Ahok.

    “Eh cepetan fotoin gue nih lagi selfie sama Pak Ahok,” kata Dwi kepada temannya.

    “Ribet amat dah ah,” kata teman Dwi.

    Puas berfoto-foto, Dwi menyalami Ahok. “Aduh gemetar saya Pak Ahok,” kata Dwi tertawa.

    Fakta-fakta di lapangan inilah yang membuat Ahok geram dituduh pelaku kekerasan verbal kepada kaum perempuan. Padahal yang dialaminya, banyak perempuan yang senang dan datang kepadanya, bahkan tidak segan menggandeng tangan, memeluk, dan bahkan menciumnya. Apakah perlakuan ini sesuai dengan tuduhan paslon 1, Ahok adalah pelaku kekerasan verbal kepada perempuan??

    Memang benar kata Ahok. Terlalu banyak informasi sesat dan bahkan opini yang tidak sehat yang terus dibangun paslon 1 terhadap Ahok. Tuduhan yang tidak tepat dan tidak benar dilakukan karena ambisi mau jadi Gubernur. Rakyat pun dibodohi dan dihasut dengan pernyataan yang tidak benar.

    Semoga para perempuan bisa melihat sendiri kebenarannya. Jangan sampai, terkena hasut dan fitnah paslon 1 yang tidak berdasar.

    Salam Perempuan.

    Penulis : Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Dituduh Pelaku Kekerasan Verbal Terhadap Wanita, Yang Minta Foto Dan Meluk Kok Banyak?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top