728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 24 Februari 2017

    Ahok Dilaporkan Karena Wifi Almaidah, Kriminalisasi?

    Kalau ada rekor MURI untuk orang yang paling banyak dilaporkan ke Kepolisian, saya yakin Ahok akan menang. Belum kelar tuntutan yang satu sudah disusul dua tuntutan lain. Seakan-akan kerjaan utama mereka cuma ‘ngintipin’ setiap gerak gerik Ahok, lalu buat laporan untuk setiap patah kata yang keluar dari mulut seorang Ahok. Apakah ini yang dinamakan benci tapi rindu? Aiiihh

    Bukan rahasia lagi, dan survey pun mengatakan bahwa mayoritas warga Jakarta (sekitar 70%) sebenarnya puas dengan kinerja Ahok yang baru menjabat Gubernur DKI Jakarta selama 2 tahun. Jadi percuma menyerang Ahok dari sisi program dan hasil kerja. Ga bakalan berhasil! Lalu bagaimana? Dipakailah jurus kriminalisasi, buat tuntutan terhadap Ahok sebanyak-banyaknya Tidak masalah terbukti bersalah atau tidak, yang penting bikin repot itu Ahok, coreng habis citra bersih Ahok. Tujuannya supaya warga Jakarta juga ikut terpengaruh, sehingga suara pemilih Ahok pun menurun signifikan! 

    Hari Kamis, tanggal 23 Februari 2017, Ahok kembali dilaporkan telah melakukan penodaan agama karena mengusulkan wifi gratis diberi nama Al-Maidah. Kali ini Wagub Djarot juga ikut dilaporkan karena ‘ikut tertawa’ pada video tersebut.

    Pelapornya adalah seorang pengacara bernama Damai Hari Lubis. Dia melaporkan Ahok dan Djarot dengan sangkaan penodaan terhadap ayat suci Al Qur’an Al-Maidah ayat 51 dan pelanggaran terhadap pasal 421 KUHP juncto Pasal 55 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan.

    “Kami membawa alat bukti video Youtube,” kata Lubis. Video tersebut diduga direkam saat Ahok-Djarot rapat di Balaikota pada tahun 2015.

    Sumber: https://m.tempo.co/read/news/2017/02/23/063849686/ahok-djarot-dilaporkan-ke-polisi-soal-wifi-al-maidah

    Ada beberapa pertanyaan yang muncul di benak saya:

    1. Kenapa saat rapat tersebut tidak ada yang mengajukan keberatan? Kenapa tidak ada yang melaporkan Ahok ke polisi? Kenapa butuh waktu dua tahun baru dibawa ke Kepolisian?
    2. Djarot yang hanya tertawa juga ikut dilaporkan. Lalu kenapa tidak sekalian melaporkan semua orang yang ikut tertawa pada rapat tersebut?
    3. Dalam konteks apa Ahok berbicara mengenai nama wifi Almaidah? Apakah Lubis menonton video rapat tersebut secara utuh?

    Belum lama beredar di internet roti merek Almaidah, kenapa tidak ada yang melaporkan pembuat roti tersebut?


    Bagaimana dengan kaos yang disablon dengan kata ‘Almaidah 51’ lalu dijual untuk kepentingan pribadi. Kenapa tidak ada yang melaporkan pembuat dan pengedar kaos tersebut?

    Sumber: http://m.detik.com/news/berita/d-3337054/cari-rezeki-di-tengah-demo-demonstran-jual-kaos-al-maidah-51

    Saya sebenarnya sudah capek mendengar berita (lagi-lagi) Ahok dilaporkan ke Polisi. Sebagian dari saya sebenarnya ingin sudah saja, biarlah Ahok mengalah, tidak perlu menang Pilkada Jakarta. Untuk apa melanjutkan bila melihat sedemikian bencinya mereka terhadap Ahok, sampai agama pun dijadikan tameng untuk memukul mundur Ahok. Miris dan tidak tega rasanya. Toh jika Ahok tidak terpilih lagi, yang akan merasakan dampaknya warga Jakarta sendiri. Kalau memang sudah pilihan mereka untuk menolak Ahok tentu harus konsekuen menerima akibatnya.

    Tapi lagi, dan lagi, dan lagi, saya kembali diingatkan. Ini bukan tentang Ahok…bukan…Ahok hanyalah simbol kemajemukan, perwakilan hak minoritas, dan suara lantang ‘penghajar’ para koruptor penggondol uang rakyat. Kemajemukan, hak minoritas dan perlawanan terhadap para koruptor itulah yang harus kita perjuangkan!

    Untuk para pemilih di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti, coba pilah-pilah, mana informasi yang dianggap penting, mana yang tidak. Ibarat makan, tentu kita makan secukupnya saja, jangan berlebihan, nanti muntah, hihihi

    Kalau isu agama dianggap penting, baiklah, mari kita bahas bersama. Kasus dugaan penistaan agama proses hukumnya kini sedang berjalan, pak Ahok sebenarnya sudah meminta maaf berkali-kali walaupun selalu ditekankan oleh beliau bahwa tidak ada niat menista agama atau ulama sama sekali. Lalu kita lihat buktinya saja…eits, bukan bukti video onoh maksud saya, tapi bukti nyata apakah kebijakan-kebijakan Ahok selama menjadi Gubernur Jakarta ada yang menistakan agama, atau ulama? Yang saya temukan, ada pemberitaan tentang Ahok membangun Mesjid Raya Daan Mogot, Mesjid Balai Kota, memberangkatkan marbot umroh, membuat aturan jam pulang PNS lebih awal (pukul 2.00 siang) selama bulan puasa, menutup Stadium, Miles dan Kalijodo (tempat maksiat, narkoba dan eksploitasi anak), dan walaupun bukan merupakan kewajiban Ahok, tapi beliau juga berzakat tiap bulan dan berkurban tiap hari raya kurban… Jika sudah sebanyak itu tindakan nyata Gubernur Ahok yang memuliakan ajaran-ajaran agama Islam. Kenapa masih mempersoalkan kasus dugaan penistaan agama yang berdasarkan atas video yang tidak utuh?

    Biarkan proses hukum berjalan, tidak perlu main hakim sendiri, belum apa-apa sudah memutuskan Ahok bersalah. Ini namanya penistaan hukum!

    Ahok adalah ujian Kebhinnekaan, ujian kedewasaan dalam berpolitik, juga ujian apakah masyarakat Jakarta benar-benar sudah rasional dalam menentukan sendiri pemimpin daerah nya. Apapun hasilnya nanti, Ahok tidak akan ‘tenggelam’. Kelak sejarah akan mencatat bagaimana sepak terjang seorang Ahok memperjuangkan keadilan sosial bagi semua orang.

    Can’t wait until all is over…

     Penulis : Yaya   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Dilaporkan Karena Wifi Almaidah, Kriminalisasi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top