728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 Februari 2017

    Ahay, Belajarlah Untuk Tidak Terpilih

    Assalamualaikum Wr Wb.
    Salam sejahtera untuk kita semua.

    Dinamika Pilkada DKI Jakarta, gaungnya memang menggema ke seluruh penjuru Negeri. Sehingga 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak, bisa dikatakan 100 daerah lainnya ” nyaris tak terdengar ”

    Apakah daerah lain yang menyelenggaran pilkada ini tidak menarik ? Tentu tidak begitu juga kita memahaminya, sama-sama menarik, penggorengan isunya pun kurang lebih sama saja. Hanya porsi pemberitaan skala nasional yang kurang mendapat tempat.

    Kalau di dunia kami kaum Honorer, perbandingan Pilkada DKI ini sama persis dengan isu seksi Honorer kategori 2. Karena yang masuk pemberitaan dengan porsi besar ya Honorer K 2 itu tadi. Sementata masih ada honorer ex Database 2005 Honorer ex K1. Bidan PTT, Dokter PTT penyuluh pertanian dan lain- lain. Itu kurang pemberitaan.

    Kita kembali ke Pilkada DKI. ada yang sedikit menggelitik saya, ketika membaca berita di detikcom. Dalam berita tersebut Pak Ahay ( Agus Harimurti Yudhoyono ) tidak pernah terpikirkan untuk tidak terpilih.

    “Saya tidak pernah berpikir tidak terpilih karena saya selalu berpikir terpilih menjadi gubernur karena saya harus membangun optimisme itu bisa dilakukan oleh siapa saja,”

    Boleh saja optimis level 15 model itu, tapi mbok yo mikir mas, hasil akhir sebuah pesta demokrasi itu selain ditentukan oleh rakyat yang memilih juga ada campur tangan Allah Tuhan Yang Maha Esa.

    Jujur saja misal saya sebagai Warga DKI Jakarta, saya tidak simpati akan ucapan itu, karena apa yang beliau ucapkan memperlihatkan suatu kesombongan. Seakan – akan tiada campur tangan Tuhan dalam hasil akhir sebuah pencapaian.

    Semakin ke sini saya melihat ada kesamaan mas Ahay ini dengan saudara sekandung kami Honorer Kategori 2. Yang selalu teriak lantang ” Alhamdullah UU ASN sudah disahkan. 426000 Honorer K2 resmi jadi PNS 2017 ” macam mereka saja yang honorer, yang lain itu piguran.

    Tidak adil jika saya hanya membahas mas Ahay. Kita bergeser ke Mas Anies

    Mas Anies ini level optimisnya sama seperti Mas Ahay. Level 15, kalaupun berbeda, bedanya sangat tipis , tapi menyerapnya extra ( seperti iklan pempers mbak mbak saja ya )

    Mas Anies ini pernah mengeluarkan pernyataan. Untuk mengembalikan Petahana ” Ahok” ke kampung halamanya. Anies Baswedan yang katanya santun itu sudah tidak santun lagi. Saya “prihatin” atas pergeseran sikap mas Anies ini.

    “Dengan rapor merah itu kita ganti saja. Jadi beliau (petahana) kita siapkan untuk kembali ke kampung halaman, dan Jakarta dibebaskan dari kotak-kotak,” ujar Anies dikutip dari kompas.com (28/1).

    Padahal kalaulah Pak Mantan Menteri ini terpilih apa mungkin Ahok di haramkan tetap berdomisili di Jakarta ?. Bukankah Ahok BerKTP DKI Jakarta. ?

    Ok, kita ikuti maunya pak Mantan Menteri ini. Anggaplah Ahok balik Kampung ” apakah Ahok bakal nangis seperti sidang perdana beliau ? Tentu tidak. Mas Anis jangan lupa, kalau di Belitung Timur itu, Ahok ini dicintai, ini penilaian bukan “katanya” karena saya pernah liburan ke sana dan singgah ke rumah ” Ahok ” karena rumah keluarga beliau itu merupakan salah satu destinasi wisata selain ” Laskar Pelangi ” di Belitung Timur. Masyarakat di sana mencintai Keluarga Ahok.

    Tidak adil juga kalau saya tidak menuliskan Ahok soal terpilih atau tidak terpilih Dalam Pilkada DKI Jakarta.

    “Kalau saya enggak kepilih ya enggak apa-apa-lah. Saya mau jalan-jalan beli Range Rover, jual tanah. Ngapain lagi kerja sampai malam ngurusin orang,” ujar Ahok dalam diskusi buku A Man Called Ahok di bedah buku di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/1/2017).” ( liputan6.com)

    “Menurut Ahok, meski sedang berkampanye, dia tidak pernah meminta warga memilihnya. Sebab, perkara menang kalah merupakan nasib yang ditentukan Tuhan.” ( tribun dan liputan6 )

    Hampir semua media mainstream memberitakan sama. Entahlah kalau berita abal-abal.

    Di sini menarik sekali, karena Ahok mengajarkan selain berjuang untuk kembali terpilih beliau tetap menginjak bumi yang bulat ini, meskipun kata tetangga datar. Artinya Ahok sadar perkara menang kalah merupan hasil akhir selain ditentukan oleh Warga DKI Jakarta, juga menjadi hak prerogatif Tuhan sebagai penentu hasil akhirnya. Untuk pernyataan beliau , saya kasih dua jempol, singkatnya “berjuanglah sampai akhir soal hasil serahkan pada Tuhan.

    Kesimpulan Dan Penutup :

    Buat Mas Agus :
    Berfikirlah untuk tidak terpilih Mas. Karena kemungkinan untuk itu ada, kalau susah mikirnya, sini saya kasih pilihan. Misalnya jika tidak terpilih Mas Ahay mau bertarung ke level lebih tinggi diantaranya, Nyapres 2019 atau Ketum Parpol gantikan Pepo. Karena untuk kembali jadi tentara itu nyaris mustahil Mas.

    Untuk Mas Anies :
    Mulailah berfikir untuk tidak terpilih, jangan yang Mas fikirkan bijimane mengusir Ahok dari DKI, biar adil sini saya kasih saran juga seperti mas Ahay di atas. Kalau di lihat dari beberapa kali debat serta melihat mas Anies menghakimi ahok di acara Najwa. Saya melihat ada bakat jadi motivator pada diri Mas Anies.

    Kata kata Mutiaranya itu loch Mas. Yaa bisa saja menggantikan posisi Mario Teguh misalnya. Kalau Mas Minat Gantikan Posisi Mario Teguh, di acara perdana nanti Mas ceritakan perjalanan hidup, dari mulai gagal Nyapres, lalu dipecat sebagai Menteri, terakhir gagal jadi Gubenur DKI . Percayalah ini akan memotivasi jutaan “Jomblo” bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang.

    Mas Anies kutipkanlah sedikit tulisan Buya Hamka yang di katakan Zainudin, misalnya
    ” Yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Luka pun ada sembuhnyo”. Kalau Mas Anies mau tau kata tersebutlah yang membangkitkan Zainudin dari sakitnya akan Hayati.

    Terakhir untuk Ko Ahok :

    Meskipun ko Ahok ini sedang di timpa banyak masalah, pesen saya, ” sabar ini ujian ” dan nanti pas di Debat akhir. Coba pak Ahok Juga kutip kata-kata karya Buya Hamka dengan sedikit revisi tentunya.

    “Saya tidak akan pulang. Saya akan tetap di sini bersamamu. Biar saya kau hinakan. Biar saya kau pandang sebagai babu yang hina. Saya tak butuh uang berapa pun banyaknya. Saya butuh dekat dengan kau, butuh dekat dengan kau Zainuddin ( Zainuddin ganti #Warga DKI ).

    Pembaca seword yang selalu di rahmati allah
    Maaf kalau saya selalu memuat cerita Honorer dalam seluruh tulisan-tulisan saya di seword.com ini. Bukan karena apa semua ini karena kecintaan saya pada kaum Honorer. Kalau tidak di seword ini dimana lagi kami akan menyuarakan sebuah fakta tentang carut marut masalah Honorer peninggalan dinasti masa lalu.

    Semoga tulisan ini mewaraskan, untuk kaum saya Honorer. Tatap rapatkan barisan semoga Pakdhe Jokowi mengakhiri segala bentuk penindasan terhadap kaum Honorer dengan adanya regulasi yang dilahirkan dan berharap endingnya ialah memanusiakan para Honorer yang telah turut serta membangun NKRI tercinta. Karena Honorer itu bempernya pekerjaan para PNS.

    Wasalam, suara Honorer.
    Yolis syalala
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahay, Belajarlah Untuk Tidak Terpilih Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top