728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 Februari 2017

    Agus Benar, Ini Kegagalan Ahok saat memimpin Jakarta

    Kemarin saat debat Pilgub DKI, saya tidak menonton secara keseluruhan, saya tidak menonton dari awal, saya sempat berencana akan menonton ulang debat untuk bisa menganalisa debat kemarin. Tapi kemarin saat nonton dari segmen 3 hingga akhir saya merasa tidak ada yang menarik untuk dianalisa.

    Kurang lebih sama saja. Agus – Sylvi membingungkan, program tidak jelas, tidak ada solusi, penuh kebaperan serta memilih percaya penuh kepada rakyatnya. Ahok – Djarot menguasai, tegas, program tidak memanjakan serta lebih mendidik. Sedangkan Anies – Sandi teoristis, tidak lepas dari masalah lapangan pekerjaan serta terlihat lebih Islami. Terlihat beberapa kali Ahok nyerang telak pasangan lain terutama Mbok Sylvi dan senyuman Djarot yang seksi. Hanya ada sedikit yang berbeda, jadi saya tidak tertarik untuk menganalisa debat kemarin.

    Tapi pada segmen terakhir debat saat setiap pasangan calon diminta membuat closing statement, ada yang menarik dari pernyataan Agus, pasangan calon nomor 1 yang bagi saya itu sangat lucu untuk disimak dan bisa menjadi hiburan untuk kita semua, ini pernyataannya :

        Terlalu banyak data menunjukkan kegagalan pemerintahan saat ini. Kegagalan masih bisa diperbaiki, tapi untuk memperbaiki karakter sangat sulit, sangat sulit. Kekerasan-kekerasan yang dilakukan pemimpin atas warganya tidak bisa diterima, ucapan demi ucapan yang memecah belah persatuan dan Kebhinekaan kita sangat berbahaya

    Orang sinting pun pasti tahu kalau dia sedang menyerang Ahok, dan sebagian sudah berhasil ditangkis saat Ahok membuat closing statement dengan menunjukkan gambar Kalijodo yang baru.  Tapi ada yang sangat menganggu saya dari pernyataan di atas, yaitu soal data kegagalan pemerintahan saat ini atau Ahok – Djarot.

    Awalnya saya berpikir Agus sepertinya punya data yang sesat soal kegagalan Ahok. Namun, setelah saya mencoba menganalisa kira-kira seperti apa standard kegagalan kepemimpinan menurut Agus. Saya coba membandingkan kondisi pemerintahan SBY secara nasional karena SBY kan Mantan Presiden dan bapaknya Agus, jadi harusnya Pak SBY bisa menjadi teladan untuk anaknya dalam menetapkan standard kegagalan dan keberhasilan seorang pemimpin. Secara Agus kan anak yang baik dan dekat dengan orang tuanya.

    Kalau kita coba bandingkan Ahok dan SBY, ternyata memang benar kata Agus. Ada beberapa keberhasilan Pak SBY yang tidak berhasil dilakukan oleh Ahok, dan saya kira kegagalan itu yang dimaksud oleh Agus, dan berikut kegagalannya :

    1. Gagal membuat proyek mangkrak dan membuat hunian untuk para hantu.

    Seperti yang kita ketahui semua, bahwa banyak fakta dan data yang membuktikan di zaman SBY lah, Indonesia paling berhasil membuat proyek mangkrak. Seperti proyek Hambalang, 34 proyek listrik, dan beberapa proyek infrastuktur-infrastruktur lainnya. Anggaran sudah keluar sebagian bahkan ada yang hampir sepenuhnya, tapi proyek tidak selesai dan bangunan dijadikan hunian bagi para hantu gentayangan. Yah.. kali aja proyeknya sebenarnya memang untuk para hantu, kan tidak etis ditulis dalam anggaran, makanya disamarkan menjadi proyek-proyek lain.

    Nah, sekarang kalau kita melihat data mangkraknya atau proyek bangunan rumah hantu yang berhasil dikerjakan Ahok – Djarot, hasilnya pasti 0, dan 0 itu berarti gagal, kan harus ada nilainya, yahh.. minimal kan bisa 3, 4 atau 5 baru bisa dikatakan ada hasilnya, jadi kalau 0 ya berarti gagal.

    2. Gagal memanjakan warganya dengan dana tunai.

    Pada pemerintahan Pak SBY, Pak SBY berhasil memanjakan warganya, membuat warganya menjadi orang yang konsumtif lewat program Bantuan Langsung Tunai, dan program ini juga akan digunakan Agus pada Jakarta kalau kepilih.

    Kalau kita lihat data total uang yang dikeluarkan Ahok untuk dana tunai yang memanjakan warganya pasti juga lebih sedikit dari Pak SBY, Jadi bisa aja Agus menggunakan data ini sebagai pembanding dan dasar untuk mengatakan Ahok gagal memanjakan warganya dengan dana tunai.

    3. Gagal membiarkan maling mencuri sumber daya.

    Pada Zaman Pak SBY, maling yang mencuri hasil laut Indonesia paling enak karena dibiarkan begitu saja, yahh katanya sih biar tidak merusak hubungan dengan negara lain.

    Sebenarnya kali ini termasuk apesnya Ahok, karena Jakarta sumber daya alamnya tidak begitu banyak jadi tidak ada yang bisa dimalingin, jadi datanya pasti 0, kalau 0 ya berarti gagal menurut standardnya Agus yang dia pelajari dari bapaknya.

    Ok lah, 3 itu aja deh kegagalan Ahok menurut standard kegagalan Agus yang dia tiru dari bapaknya, tidak usah banyak-banyak ya. Karena seperti kata Agus, kegagalan itu masih bisa diperbaiki.

    Tapi saya sendiri berharap Ahok tidak perlu terlalu fokus pada kegagalan itu karena tidak penting juga -mungkin Agus merasa itu penting-, sebaiknya Ahok fokus kepada keberhasilan yang bahkan tidak berhasil dilakukan Gubernur sebelumnya dan masih perlu disempurnakan supaya lebih baik lagi, ini keberhasilannya :

    1. Mengatasi Banjir.

    Saya pastikan hanya di zaman Ahok lah, banjir di Jakarta cepat surut. Tahun ini aja tidak terdengar teriakan warga yang mengalami kebanjiran bahkan di saat banyak wilayah yang mengalami banjir, walaupun demikian tetap ada genangan di beberapa tempat. Jadi Ahok harus bisa sempurnakan supaya Jakarta benar-benar bisa bebas banjir atau genangan.

    2. Transportasi Massal untuk Kemacetan Jakarta

    Untuk transportasi massal sudah lebih nyaman di zaman Ahok, qualitas busway yang berstandard Eropa, MRT serta LRT yang masih dalam proses pembangunan, tapi semua itu masih proses dan belum berhasil mengurangi kemacetan secara signifikan. Jadi Ahok harus bekerja lebih keras menyempurnakan transportasi massal supaya kemacetan Jakarta bisa diatasi.

    3. Normalisasi Sungai Sebagai Salah Satu Solusi Banjir

    Ahok sudah melakukan banyak normalisasi sungai, salah satunya sungai Ciliwung, dan pada poin pertama, banjir yang belum bisa diselesaikan Ahok secara sempurna memang dikarenakan belum selesainya normalisasi sungai. Jadi Ahok masih perlu normalisasi sungai yang belum selesai, karena keberhasilan Ahok dalam menormalisasi sungai terbukti berhasil mengurangi banjir secara signifikan.

    4. Pembangunan Rusun untuk Warga Pinggiran Kali.

    Relokasi yang dilakukan Ahok dengan memindahkan mereka ke rusun ternyata memang membuat mereka tidak perlu was-was terhadap banjir. Tapi ini belum sempurna dilakukan Ahok, masih ada beberapa daerah yang belum direlokasi. Kan kasihan warga harus tergenang banjir setiap tahunnya.

    Ok lah, itu aja deh yang paling penting harus segera disempurnakan Ahok karena menyangkut banyak orang. Logikanya kalau mau disempurnakan ya Ahok harus lanjut jadi Gubernur.

    Sekarang pertanyaannya, apa kita mau itu dilanjutkan oleh Ahok atau tidak?

    Apakah kita mau membiarkan Jakarta kembali mengalami banjir? Karena dari 3 pasangan calon hanya Ahok yang secara tegas akan tetap melakukan relokasi, sedangkan yang lain tidak ingin melakukan pengusuran, tanpa pengusuran bagaimana bisa mengatasi banjir? dengan mengapung? Mimpi kali yeee.

    Keputusan ada di tangan warga Jakarta semua, jangan sampai salah pilih karena menyesalnya 5 tahun. Tentukan pilihanmu tanggal 15 Februari 2017. Sekali lagi,  jangan sampai salah pilih. Saya? Ya Ahok Aja deh, coblos no 2. Mudah-mudahan menang satu putaran.

    Ok lah, kura-kuranya seperti itu.

    Sekian.
    Syalom dan Salam Persatuan.

    Penulis :  Hans Steve  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Agus Benar, Ini Kegagalan Ahok saat memimpin Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top