728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 25 Januari 2017

    Upaya “Mengahokkan” Mega Berlanjut, Mantan Ketua FPI Laporkan Mega Ke Polisi

    Jakarta, Warta.co - Ketua Umum Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri akhirnya dilaporkan terkait Pidatonya di Perayaan HUT ke-44 PDIP yang dianggap menodai agama. Yang melaporkan bukanlah Rizieq Shihab yang sudah “jiper” karena mendapat tantangan balik dari kubu PDIP, melainkan mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Utara, Baharuzaman.

    Rizieq sendiri tidak berani melaporkan Megawati karena ingin melakukan mediasi terlebih dahulu atau dengan kata lain ketakutan. Malahan Rizieq berharap PDIP tidak mendorong dia untuk melaporkan Megawati, tetapi mengedepankan dialog. Berbeda dengan apa yang disampaikan sebelumnya yang ingin melaporkan Megawati.

    Rizieq yang takut melaporkan sendiri Pidato yang disampaikan Megawati, malah menyuruh anak buahnya membuat laporan ke Polisi. Bahkan dia meminta agar mereka rame-rame melaporkannya ke Polda masing-masing. Arahan ini dengan sangat terbuka disampaikannya di tempat terbuka.

    “Saya minta pulang ke rumah masing-masing jangan lupa lapor pada Polda masing-masing terkait penistaan agama yang dilakukan pejabat atau petinggi partai politik,” kata Rizieq di atas mobil komando, Jakarta, Senin 23 Januari 2017.

    Alamak!! Ini namanya pengecut kelas tuna. Luar biasa bin ajaib pengecutnya Rizieq ini. Awalnya dia yang ingin melaporkan Mega, lalu tidak jadi dan ingin mediasi, eh sekarang malah menyuruh anak buahnya yang membuat laporan. Pengecut level tinggi ini namanya.

    Namanya juga pengikut dan pemuja setia, laporan pun tidak lama berselang dilakukan. Ya, Baharuzaman yang kini adalah Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, telah melaporkan Megawati ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (23/1/2017). Alasan laporan Baharuzaman ini mirip sekali dengan apa yang disampaikan oleh Rizieq.

    “Karena setelah dunia fana ini berati dalam arti kata Muslim adalah hari akhir, hari kemudian, alam akhirat. Dan tentang alam akhirat itu tercantum dalam rukun iman, yaitu yang kelima. Rukun iman sendiri ada di dalam Al Quran yang merupakan firman Allah,” ujar Baharuzaman dalam konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

    “Tentu akidah kami yang mana dinodakan ini yang membuat saya merasa disakiti,” lanjut dia.

    Laporan mantan Ketua FPI ini sepertinya adalah strategi yang dilakukan oleh FPI supaya serangan kepada Rizieq bisa dikurangi dan dibebankan kepada anak buahnya. Meski menyangkali bahwa Baharuzaman bukanlah perwakilan FPI, tetapi keFPIan Baharuzaman tidak bisa ditepiskan. Bayangkan saja bagaimana setia dan loyalnya para FPIers meski bukan anggota dan pengurus resmi FPI. Simpatisan tidak masalah asal bayaran jelas serta dapat kaplingan surga.

    Karena itu, pendapat Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin bahwa Baharuzaman tidak mewakili FPI tidaklah benar seutuhnya. Karena ribuan dan jutaan orang demo kemarin saja diklaim mewakili FPI padahal bukan anggota resmi FPI.

    “Soal laporan dia, melaporkan Megawati ke polisi, saya tidak tahu. FPI belum membuat laporan soal Megawati,” kata Novel.

    Setelah kasus Ahok bergulir serta menimbulkan kegilaan luar biasa dengan saksi-saksi tidak jelas dan absurd, maka akan kembali terjadi pada sidang Mega jika kasus ini bergulir sampai persidangan. Rizieq dan FPI mau tidak mau akan terseret dalam persidangan ini karena laporan ini pastinya terkait atas protes Rizieq dan arahan Rizieq untuk melaporkan Megawati.

    Kegilaan awal saja sudah terjadi ketika Baharuzaman seperti tidak sadar kalau laporannya terhadap Pidato Megawati menjadi simpang siur ketika ditanya agama apa yang disinggung oleh Mega. Baharuzaman pun kewalahan dan akhirnya mengeles bajaj tidak jelas.

    Bahkan Baharuzaman mengajak umat agama lain yang juga tersinggung untuk ikut melaporkan. Aduh, bagaimana jadinya kalau dia merasa tersinggung dan tersakiti padahal tidak bisa memastikan bahwa Mega menyinggung agama Islam atau tidak. Malah mengajak umat agama lain lagi.

    “Mungkin kalau ada yang lain dari agama lain yang merasa (tersinggung) seperti itu, silahkan,” terangnya.

    Upaya “mengahokkan” Mega ini akan menjadi upaya yang tidak ada ujung dan kejelasannya. Melaporkan Pidato Mega tanpa memahami jelas apa yang dimaksudkan dan tidak mengklarifikasi kepada yang bersangkutan mengenai hal tersebut adalah sebuah blunder dan kegilaan baru. Apalagi Mega tidak menyebut umat Islam dan semua agama mengimani hal yang sama.

    Lalu mengapa Baharuzaman bawa-bawa nama Islam?? Apakah dia menyatakan bahwa yang dimaksud Mega adalah agama Islam?? Apakah para pemimpin yang menganut ideologi tertutup itu adalah pemimpin umat Islam?? Apakah ideologi itu artinya ajaran agama?? Sudahkah sejauh itu Baharuzaman memahaminya sebelum melapor??

    Saya pikir, Baharuzaman harus terlebih dahulu memahami apa yang akan dilaporkannya supaya tidak terjadi lagi kegilaan saksi pelapor seperti kasus Ahok. Tidak melakukan tabayyun sudah langsung labrak saja. Kelakuan FPIers ini memang tidak ada bedanya dengan bosnya, Rizieq. Otak dan nurani jarang diasah, mulut saja yang terus dipertajam. Pada akhirnya, hanya jadi hinaan dan tertawaan orang.

    Salam Mengahokkan.

    Penulis : Palti Hutabarat Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Upaya “Mengahokkan” Mega Berlanjut, Mantan Ketua FPI Laporkan Mega Ke Polisi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top