728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 20 Januari 2017

    Ternyata Si Unta adalah Ahok, Bukan Si Rizieq

    Jakarta, Warta.co - Unta, atau Onta? Menurut KKBI, yang benar adalah “Unta”. Ada tiga jenis unta. Yang hidup di Timur Tengah adalah unta berpunuk satu, sementara yang di Asia Tengah kebanyakan berpunuk dua. Yang satu lagi sudah hampir punah makanya ndak saya sebutkan. Satu-satunya mamalia yang berpunuk ya hanya unta ini.

    Banyak orang menganggap bahwa punuk unta adalah tempat penyimpanan air. Ternyata ini dugaan yang salah. Punuknya itu adalah pusat penimbunan lemak. Lemaknya ditimbun disitu sehingga efek insulasi (menahan panas) lemak tidak menyebar ke seluruh tubuhnya. Dengan demikian, sang unta bisa bertahan di tengah cuaca panas karena bagian terpanas ya hanya di punuknya itu.
    Proses metabolisme sang lemak juga tergolong menakjubkan: setiap satu gram lemak yang bermetabolisme menghasilkan lebih dari satu gram air. Ini menjawab keheranan kita kenapa unta bisa hidup di daerah kering dan panas tanpa mati kehausan.

    Lalu apa kaitan unta dengan Ahok? Dalam hal menahan panas ini, terdapat kesamaan antara keduanya. Baik unta maupun Ahok sama-sama tahan panas. Bedanya, kalau sang unta bertahan terhadap gelombang panas udara, sang Ahok bertahan terhadap gelombang panas serangan yang tak kunjung henti dilancarkan oleh lawan-lawan politiknya. Bayangkan, setelah berbulan-bulan dikecam dan dikritik habis-habisan, lalu menjalani pemeriksaan polisi sampai puluhan jam dan akhirnya duduk di kursi terdakwa, Ahok masih bisa tampil sangar di acara debat Cagub DKI. Bukan itu saja. Seolah tak jera akan ucapannya yang spontan blak-blakan yang telah menyeretnya ke depan meja hijau, dia malah mengucapkan sesuatu yang menyiratkan penistaan terhadap profesi dosen. Apakah para dosen marah? Ya tentu tidak. Satu karena memang terbiasa berpikir rasional dan tidak emosional, dua karena mereka sadar sedang berhadapan dengan sang unta yang tahan banting.

    Jadi, kalau unta bertahan hidup dengan punuknya, punuk macam apakah yang membuat Ahok seolah tiada matinya itu? Saya sendiri juga tidak tahu. Kitab Suci? Kayaknya bukan. Kalau melihat tingkahnya, dia bukan tipe orang yang religius. Istrinya yang pendiam dan terkesan introvert itu? Ya, bisa jadi, walaupun sebenarnya ini juga diragukan mengingat sang istri pernah ngambek gara-gara ditegur Ahok di sebuah rapat dengan stafnya.

    Unta, atau Onta? Menurut KKBI, yang benar adalah “Unta”.

    Ada tiga jenis unta. Yang hidup di Timur Tengah adalah unta berpunuk satu, sementara yang di Asia Tengah kebanyakan berpunuk dua. Yang satu lagi sudah hampir punah makanya ndak saya sebutkan. Satu-satunya mamalia yang berpunuk ya hanya unta ini.

    Banyak orang menganggap bahwa punuk unta adalah tempat penyimpanan air. Ternyata ini dugaan yang salah. Punuknya itu adalah pusat penimbunan lemak. Lemaknya ditimbun disitu sehingga efek insulasi (menahan panas) lemak tidak menyebar ke seluruh tubuhnya. Dengan demikian, sang unta bisa bertahan di tengah cuaca panas karena bagian terpanas ya hanya di punuknya itu.
    Proses metabolisme sang lemak juga tergolong menakjubkan: setiap satu gram lemak yang bermetabolisme menghasilkan lebih dari satu gram air. Ini menjawab keheranan kita kenapa unta bisa hidup di daerah kering dan panas tanpa mati kehausan.

    Lalu apa kaitan unta dengan Ahok? Dalam hal menahan panas ini, terdapat kesamaan antara keduanya. Baik unta maupun Ahok sama-sama tahan panas. Bedanya, kalau sang unta bertahan terhadap gelombang panas udara, sang Ahok bertahan terhadap gelombang panas serangan yang tak kunjung henti dilancarkan oleh lawan-lawan politiknya. Bayangkan, setelah berbulan-bulan dikecam dan dikritik habis-habisan, lalu menjalani pemeriksaan polisi sampai puluhan jam dan akhirnya duduk di kursi terdakwa, Ahok masih bisa tampil sangar di acara debat Cagub DKI. Bukan itu saja. Seolah tak jera akan ucapannya yang spontan blak-blakan yang telah menyeretnya ke depan meja hijau, dia malah mengucapkan sesuatu yang menyiratkan penistaan terhadap profesi dosen. Apakah para dosen marah? Ya tentu tidak. Satu karena memang terbiasa berpikir rasional dan tidak emosional, dua karena mereka sadar sedang berhadapan dengan sang unta yang tahan banting.

    Jadi, kalau unta bertahan hidup dengan punuknya, punuk macam apakah yang membuat Ahok seolah tiada matinya itu? Saya sendiri juga tidak tahu. Kitab Suci? Kayaknya bukan. Kalau melihat tingkahnya, dia bukan tipe orang yang religius. Istrinya yang pendiam dan terkesan introvert itu? Ya, bisa jadi, walaupun sebenarnya ini juga diragukan mengingat sang istri pernah ngambek gara-gara ditegur Ahok di sebuah rapat dengan stafnya.

    Oleh : Patrisius Istiarto Djiwandono    Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ternyata Si Unta adalah Ahok, Bukan Si Rizieq Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top