728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    Sidang Baru Masuk Putaran Ke-6, Publik Sudah Tercerahkan

    Jakarta, Warta.co - Saat hadir sebagai bintang tamu di Mata Najwa, Ahok sempat berkata, “Sidang itu kesempatan belajar dan kesempatan apa? Mempertontonkan tuduhan mereka itu gak ada dasar. Nah itu yang saya seneng. Kebenaran itu tidak bisa ditutupin lah. Mutiara kalau dibuang ke kubangan kerbau juga tetap mutiara. Ngapain kita pusing.”

    Lalu Najwa bertanya, “Jadi secara waktu, secara fikiran, secara tenaga, itu sama sekali tidak ada pengaruhnya?”

    Ahok dengan lihai menjawab pertanyaan Najwa yang membuat pecah suasana tegang dengan gelombang gelak tawa, “Saya justru seneng. Tiap selasa berarti gak perlu kampanye. Ya kan? Cuma duduk.” Gelombang tawa menggema disusul dengan riuhnya tepuk tangan. “Kayak kemarin yah, sidang keenam kan. Saya sudah nyiapin hati sampai jam 12 malam. Eh gak tau saksinya gak berani dateng.” Gelombang tawa menggema lagi, meski dengan volume rendah.

    Masih ingat saat Ahok membacakan eksepsinya di depan majelis hakim. Dan akhirnya eksepsi tersebut ditolak. Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana sidang Ahok ke depannya? Apakah Ahok akan masuk penjara? Bagaimana dengan Jakarta? Bagaimana dengan ini? Bagaimana dengan itu?

    Gelombang kekhawatiran warga terus saja datang bahkan dari tempat-tempat yang jauh. Ini bukan untuk Ahok. Ini demi keadilan dan kebhinekaan negeri ini. Ini tentang bangsa kita ke depannya. Bagaimana hukum bisa dikendalikan dengan desakan dari banyak orang.

    Setelah eksespsi Ahok ditolak. Gelombang protes mencuat dimana-mana. Rangkaian doa mulai dilafalkan. Untaian harapan terus dibagi dan disebar. Sebuah keyakianan pun tercipta. Kebenaran pasti menang.

    Tak terasa. Sidang demi sidang terus berlalu. Ahok, tim hukum, juga mereka yang ada di belakangnya terus dan akan terus mendukungnya. Baik itu terlibat langsung di pengadilan, di media sosial, bahkan di setiap malam yang hening, di dalam sujud yang penuh lirih, dipanjatkan serangkaian harapan dan doa dengan rintih, semoga Tuhan membuka tabir kebenaran.

    Di mulai dari sidang keempat. Rencana busuk menjadikan Ahok sebagai tersangka mulai tercium. Saksi-saksi pelapor Ahok mulai melakukan blunder-blunder. Mulai dari kasus Fitsa Hats, iman lemah, sampai pada mengaku-ngaku telah ditelpon dan di-sms oleh warga kepulauan seribu. Seorang saksi dalam sidang keempat ini, akhirnya, dilaporkan polisi. Dan kini tengah meminta perlindungan. Kalau ia merasa benar, untuk apa minta perlindungan hukum segala?

    Sidang kelima lebih aneh lagi. Ada seorang saksi yang pelupa. Saat ditanya jawabannya lupa atau tidak tahu. Bahkan lulus SD, SMP, dan SMA saja tidak tahu. Juga ada saksi grup whatsapp, yang ternyata ketahuan berbohong. Ada lagi saksi doraemon, karena mampu memindahkan waktu dan tempat kejadian perkara.

    Sampai disidang kelima ini. Para pendukung Ahok mulai melihat sebongkah harapan. Kebenaran Ahok mulai terungkap. Kebusukan mereka yang melaporkan Ahok secara paksa mulai tersingkap. Rasa syukur pun tak dapat dibendung lagi. Banyak warga Jakarta yang mulai optimis. Baru sebulan ditinggal Ahok, mereka sudah tak tahan. Plt Gubernur yang agak-agak. Kelakuan PNS DKI yang kembali jahiliyah. Penanganan sampah mulai tak terkontrol. Hingga, masalah pasukan orange yang semraut.

    Sampailah Ahok disidangnya yang keenam. Tiga saksi mangkir. Tidak tahu. Apakah takut, sebab melihat saksi-saksi sebelumnya yang kejang-kejang? Atau memang berhalangan. Kalau berhalangan, kan katanya “bela islam”, masa hal yang penting seperti sidang ini harus dilewatkan? Padahal, Ahok sudah menyiapkan hati hingga jam 12 malam.

    Sampai di sidang yang keenam ini. Ternyata, terjadi perubahan sikap netizen atas sidang penistaan agama Ahok ini. Sebelumnya, sebagian besar netizen menanggapi kasus Ahok secara negatif. Namun, nuansa perbincangan mereka berangsur positif, hingga sidang keenam ini. Survei ini dilakukan oleh sebuah lembaga survei yang bernama PolicalWave.com.

    PoliticaWave.com merupakan lembaga survei yang melakukan monitoring dan memantau fenomena percakapan di media sosial. Temuannya, sebanyak 63 persen netizen tanggal 16 dan 17 Januari kemarin menanggapi positif isu penistaan agama Ahok.

    Di tempat lain, tim advokasi Bhineka Tunggal Ika BTP, Rian Ernest, menganggap sentimen positif di media sosial sebagai cerminan publik yang sudah tercerahkan melalui enam persidangan selama ini.

    Pengorbanan Ahok untuk ikhlas setelah ditetapkan sebagai tersangka, dan berani menghadapi segala macam resiko yang bakal terjadi, kini terbukti mebuahkan hasil. Ini seibarat permainan catur. Tidak selama menyerang itu membawa kemenangan. Kadang kita perlu mengorbankan bidak, kuda atau menteri untuk memenangkan permainan.

    Dan dari kasus Ahok ini. Kini, Polisi menemukan momen untuk menghajar ormas-ormas radikal yang suka unjuk banyak-banyakan orang. Tidak hanya ormas-ormas radikal yang mulai khawatir eksistensi terancam, tapi juga pihak-pihak yang senang dengan pemerintah, lalu mereka hendak menggoyang pemerintahan dengan aksi makar.

    Ternyata terbukti. Ahok memang Hoki. Alias Barokah.

    Ra(i)sa-ra(i)sanya begitulah.

    Oleh : Muhammad Nurdin   Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sidang Baru Masuk Putaran Ke-6, Publik Sudah Tercerahkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top