728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    SBY Curhat di Twitter, Maksudnya Membela Sylviana?

    Jakarta, Warta.co - Wow! Entah apa maksud dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan cuitannya sore hari ini 20 Januari 2017. Entah berniat menyindir penguasa, ingin menyudutkan seseorang, ingin membuat semakin “panas” situasi, ataukah ingin membela Sylviana Murni? Atau apa?

    Melalui akun Twitter pribadinya, Ketua Umum Partai Demokrat ini menulis : “Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*”

    Mohon maaf Pak SBY, sebenarnya Anda ini maksudnya apa sih Pak? Sembari bertanya kepada Tuhan Yang Maha Esa via Twitter, pesan yang sebenarnya yang ingin Anda sampaikan tuh apa?

    Sebenarnya saya tidak ingin suudzon terhadap Anda, karena saya prihatin juga begitu banyak orang yang telah suudzon terhadap Anda di Twitter. Saya menghormati Anda sebagai Presiden ke-6 Republik ini, tapi saya ingin mengkritisi hobi Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu dan melupakan status yang melekat pada diri Anda.

    Lepas dari maksud Anda apa, Anda itu Ketua Umum Partai Demokrat dan ayah dari calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu. Jadi, jangan salahkan rakyat jika apapun yang Anda katakan, perbuat dan cuitkan pada masa-masa Pilkada ini dikait-kaitkan dengan kepentingan politik Anda Pak. Ilmu politik yang sesederhana ini masa Anda tidak mengerti Pak?

    Karena Anda dengan “sengaja” membuat pernyataan yang “mengapung” dan multi tafsir ini, saya merasa saya juga dapat mengutarakan pendapat saya dan berhak untuk menafsirkan maksud Anda ya Pak. Saya tekankan ini adalah tebakan saya pribadi ya.

    “Juru fitnah dan penyebar hoax” ini saya tebak artinya Anda sedang mengomentari mencuatnya dua kasus yang dicurigai berkaitan dengan Ibu Sylviana Murni yang sedang diusut oleh Bareskrim Polri. Anda anggap Ibu Sylviana difitnah oleh seorang juru fitnah dan kasus dugaan koruspinya ini hoax. Begitu kira-kira ya Pak?

    Anda tenang saja lah Pak, polisi kita pasti adil dan bertanggung jawab. Negara hadir untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan bijak, adil dan bertanggung jawab kok (kata anak Anda). Yang tidak ada tidak mungkin diada-adakan dan yang ada tidak akan dihilangkan.

    Jika Ibu Sylviana memang tidak terlibat dalam dugaan korupsi dua kasus tersebut, kenapa harus takut? Harusnya sebelum dipanggil pun sudah datang sendiri dong seperti Ahok, jika memang yakin tidak bersalah. Dan meskipun dipanggil dan diperiksa,toh baru sebagai saksi saja, kok kesannya Anda dan keluarga begitu cemas dan takut berlebihan ya? Justru ini membuat kita bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?

    Yang kedua, “Kapan rakyat dan yang lemah menang?” ini menurut saya sangatlah dipaksakan. Ya, dipaksakan oleh Anda agar memberi kesan sedang membela rakyat dan membela kaum yang lemah. Hahaha.

    Pak SBY, apa hubungannya pula “fitnah dan hoax” kepada rakyat dan kaum tertindas Pak? Biasanya kan fitnah dan hoax itu ditujukan kepada pemerintah, tokoh-tokoh politik, atau public figure. Memangnya ada fitnah dan hoax yang menargetkan rakyat dan kaum yang lemah ya? Hmm.

    Oh! Now I get it! Maksud Anda adalah Anda menempatkan diri sebagai rakyat biasa dan kaum yang lemah ya Pak? Oh ya sudahlah kalau begitu, keahlian Anda dan keluarga yang tidak dapat dipungkiri memang adalah play victim. Kami turut prihatin ya Pak.

    Lagipula kenapa komentar-komentar Anda sekarang ini begitu berbeda ya ketika Anda mengomentari kasus Pak Ahok? Saya masih ingat dengan jelas pernyataan Anda yang begitu “bersemangat” mendorong proses hukum dan membuat makin panas situasi saat itu dengan mengatakan yang sesungguhnya tidak perlu. Apakah karena kepentingan politiknya berbeda Pak? Maaf, saya hanya bertanya saja Pak.

    Lalu sekarang Ibu Sylviana diproses secara hukum kenapa Anda komentarnya beda lagi Pak? Okay, saya kira alasannya karena Anda meyakini bahwa ini fitnah. Tapi pertanyaannya kenapa Anda begitu yakin bahwa Pak Ahok tidak difitnah? Anda kok seolah pilih kasih ya Pak….

    Izinkan saya mengutip pernyataan Anda sendiri tahun lalu yang dilansir kompas.com ya Pak.

        “Kalau (pendemo) sama sekali tidak didengar, diabaikan, sampai Lebaran kuda masih ada unjuk rasa itu,” ucap SBY.

        “Kalau ingin negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum,” ucap SBY.

    Memang kebebasan mengutarakan pendapat adalah hak Anda Pak SBY sebagai warga negara Indonesia yang sah di negeri ini. Tapi apakah Anda lupa bahwa Anda itu mantan presiden 10 tahun loh Pak. Apalagi ini masa-masa pilkada dimana anak Anda ikut nyalon, jadi apapun yang Anda katakan akan dianggap pernyataan yang tidak objektif oleh banyak orang.

    Anyway, ya sudahlah Pak, saya memahami Anda. Anda mungkin kan hanyalah seorang ayah yang begitu mencintai anaknya, dan ini bukanlah dosa.

    Oleh :  Power Aryanto Famili      Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SBY Curhat di Twitter, Maksudnya Membela Sylviana? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top