728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    SBY Bercurhat Lagi, Jokowi Tak Peduli dan Unjuk Gigi

    Jakarta, Warta.co - Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono kembali menunjukan keprihatinannya, kepedihannya, kesedihannya, dan kegalauannya melalui status yang dibuatnya dalam akun Twitter nya. SBY mengungkapkan semua isi hatinya dari lubuk hatinya yang paling dalam, bahwa saat ini juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Tidak tanggung-tanggung memang curahan isi hati SBY. SBY hanya ingin mengungkapkan curahan hatinya saja, tidak lebih dari itu, tidak ada sedikitpun usulan atau masukan yang bisa diberikan oleh SBY kepada Jokowi terkait hoax dan fitnah.

    Yang ada justru kalimat-kalimat pesimistis yang dicurahkannya melalui akun Twitter nya. Sungguh prihatin. Sehingga bagi Jokowi tidak terlalu penting untuk bertemu dengan SBY, dikarenakan Jokowi khawatir nanti pada saat pertemuan yang dicurahkan SBY justru hanya sebatas curahan hati saja, tidak ada solusi. Jokowi menghindari itu, karena Jokowi tidak menginginkan mendengar curahat hati semata, tapi harus ada solusi yang konkrit. Di tambah lagi pada awal kalimat curahan hati SBY yang ditumpahkannya melalui akun Twitter nya, ’Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini’’… curahan hati itu, menujukan bahwa seolah-olah negara ini sedang kacau balau. Ini sungguh keterlaluan.

    Tentu dengan membaca status dalam akun Twitter SBY, tentu Jokowi merasa bahwa SBY hanya sosok yang mengeluh, tidak ada sumbangsih pemikiran terhadap bangsa jika bisanya hanya mengeluh dan menulis status di Twitter. Jika SBY mau membantu Jokowi menyelesaikan berbagai problem yang mendera bangsa ini, SBY bisa melakukannya bahkan melalui Twitter, tapi yang terjadi bukan membantu menyelesaikan masalah, yang ada justru keprihatinan semata. Seolah-olah SBY mengadu kepada Tuhan YME bahwa saat ini keadaan negara sedang kacau balau/tidak beres.

    Karena frasa yang digunakan SBY sangatlah negatif, karena mengapa harus sampai menggunakan frasa ‘’Negara kok jadi begini’’ , jelas ini adalah sindiran yang dilakukan oleh SBY kepada Jokowi. Harusnya tidak ada frasa ‘’Negara kok jadi begini’’, karena frasa tersebut bisa diartikan kalau SBY yang memimpin, negara tidak akan begini, begitulah kurang lebih maksud dari SBY, yang mencurahkan isi hatinya lewat Twitter. Dan dengan melihat tingkah laku SBY serta sikap pesimistis yang ditunjukannya dalam status Twitter nya, membuat Jokowi makin teguh pada pendiriannya yakni tidak akan pernah mengundang SBY ke Istana Negara, hal ini dikarenakan Jokowi ingin memecahkan permasalahan di Indonesia bukan ingin mendegar keluhan-keluhan saja.

    Jokokowi tidak akan pernah memperdulikan apa yang ditulis SBY melalui akun Twitter nya. Hanya melihat sepintas, sudah itu sudah, dilupakan oleh Jokowi dan yang di ingat Jokowi dari SBY hanya satu, selalu mengeluh..mengeluh..dan mengeluh, tidak ada yang lain.Saat ini Jokowi sedang berfokus membenahi Indonesia. Jokowi ingin mengubah wajah Indonesia yang sudah tertinggal juah dari negara-negara maju di dunia. Jokowi tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk memikirkan pertemuannya dengan SBY, karena konsen dari Jokowi saat ini Cuma satu yakni membuat nama Indonesia makin jaya dan dikenal di seluruh penjuru dunia.

    Bahkan salah satu yang dipikirkan Jokowi saat ini adalah dampak kebijaan ekonomi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Jokowi bersama Sri Mulyani memikirkan Trump, hal itu dikarenakan lengah sedikit saja, dampak kebijakan ekonomi Trump akan bisa berdampak ke Indonesia. Bayangkan yang dipikirkan Jokowi adalah mengenai menjaga stabilitas perekonomian Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjaga nilai tukar rupiah , menjaga IHSG serta menjaga angka inflasi, agar angkanya tidak terlalu liar jika ada kebijakan ekonomi yang kontroversi dari Presiden Donald Trump. Karena jika Jokowi tidak konsen terhadap Trump dan lebih memperdulikan status SBY, justru akan menjadi tragedi bagi Jokowi, sehingga Jokowi tidak akan pernah mengamini apa yang ditulis SBY melalui akun Twitter nya, karena bagi Jokowi yang terpenting saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi Indonesia bukan mempedulikann status Twitter SBY.

    Selain itu, Jokowi juga tidak ingin mempermasalahkan apa yang ditulis oleh SBY, silakan tulis saja, saya senyum saja, begitulah kata Jokowi. Karena yang menjadi fokus lain dari Jokowi setelah menjaga stabilitas perekonomian, menjaga nilai tukar rupiah, menjaga inflasi, dan menjaga IHSG, yang jadi fokus lain dari Jokowi adalah melakukan pemerataan pembanguna di seluruh Indonesia. Proyek infrastruktur digarap di mana-mana. Dari Sabang sampai Merauke, semua digarap Jokwoi demi memajukan Indonesia, dan Jokowi tidak pernah mengeluh seperti SBY. Karena Jokowi paham betul jika bisa menjalankan manajemen pemerintahan yang baik, maka hasilnya pun akan tercapai. Terbukti, dimana-mana proyek infrastruktur sudah dalam tahap pengerjaan bahkan ada ang hampir selesai pengerjaan proyeknya. Jokowi bekerja keras, tidak pernah mengeluh.

    Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Jokowi pun sangat masif dan merata hampir di semua pulau, semua provinsi yang ada di Indonesia. Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua hingga Nusa Tenggara pun dibangun oleh Jokowi sejak memimpin Indonesia dari tahun 2014, dan pembangunan infrastruktur dilakukan di semua provinsi , bahkan desa-desa di Indonesia pun juga tidak lepas dari perhatian Jokowi, Jokowi mengelontorkan dana desa dalam jumlah yang sangat fantastis guna mewujudkan pemerataan pembangunan.

    Dan itu bukti nyata bahwa semua yang dijanjikan Jokowi dalam Nawacita nya, terutama yang berkaitan dengan ekonomi lahan perlahan terwujud begitu pun kesejahteraan yang akan menyusul terwujud seiring adanya pembangunan konkrit. Dan pembangunan infrastruktur dari desa hingga semua provinsi yang dilakukan Jokowi, mematahkan semua kekhawatiran SBY yang menumpahkan curahan hatinya lewat Twitter. Dan pembangunan secara masif yang dilakukan oleh Jokowi merupakan capaian luar biasa yang pernah dilakukan Jokowi dalam waktu singkat yakni 2,5 tahun.

    Jadi Jokowi membangun infrastruktur tanpa mengeluh/berkeluh kesah, karena Jokowi paham bahwa mengeluh hanya menujukan ketidakmampuan memgelola negara, dan sekarang sudah terbukti bahwa Jokowi sangat mampu mengelola negara. Keberhasilan program tax amnesti juga menjadi salah satu keberhasilan Jokowi yang jelas menohok SBY yang hanya bisa berkeluh kesah tanpa memberikan solusi.

    Dan harga BBM di Papua yang telah berhasil disamakan dengan harga BBM di Pulau Jawa, adalah bukti nyata bahwa Jokowi tidak pernah main-main dengan janjinya, Jokowi pasti akan mewujudkan janjinya, karena Jokowi tidak ingin melukai dan mengores hati rakyatnya. Selama 10 tahun berkuasa, tidak ada harga BBM di Papua sama dengan harga BBM di Pulau Jawa, begitulah SBY. Itu terjadi karena terlalu banyak sikap-sikap pesimistis yang ditunjukanya, terutama dalam statusnya Twitter nya, yang seolah mengadu kepada Tuhan YME , bahwa negara jadi begini, padahal negara sangat pesat kemajuannnya di era kepemimpinan Jokowi.

    Bahkan Kota Palembang, sejak Indonesia merdeka, baru pada pemerintahan Jokowi, Palembang memiliki infrastruktur yang membanggakan masyarakat Palembang, yakni pembangunan LRT yang dibangun mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan kini progres pembangunannya begitu pesat, hampir 70%, proyek sudah dalam proses pengerjaan.

    Belum lagi proyek tol Trans Sumatera, yang mengubungkan Indralaya-Palembang, begitu luar biasa hebatnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi. Termasuk pembubaran Petral juga menjadi salah satu bukti bahwa Jokowi sangat serius membangun Indonesia, tidak main-main, siapa yang mau menghalang-halangi pembubaran Petral akan disikat, karena bagi Jokowi, Petral yang selama ini dibiarkan telah menjadi sarang mengeruk habis keuntungan yang harusnya diperoleh oleh negara. Sehingga bagi Jokowi status Twitter yang ditulis SBY, tidaklah penting sama sekali, karena tidak ada memberikannya solusi dalam membangun Indonesia agar semakin hebat di mata dunia internasional.

    Jokowi banyak membangun infrastruktur tak lain dan tak bukan adalah untuk mempercepat perputaran laju uang, dengan percepatan perputaran uang, maka masyarakat akan sejahtera. Jadi status SBY ‘’Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat yang lemah menang’’, tidak akan pernah diamini oleh Jokowi, karena bagi Jokowi yang paling penting adalah membangun Indonesia dan mewujudkan kesejateraan melalui pemerataan pembangunan, bukan justru berkeluh-kesah, yang hanya menyia-nyiakan hidup saja.

    Oleh :  Ricky Vinando  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: SBY Bercurhat Lagi, Jokowi Tak Peduli dan Unjuk Gigi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top