728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 22 Januari 2017

    Ratusan Warga Suku Dayak Kalteng Minta FPI Dibubarkan

    Palangka Raya, Warta.co - Ratusan warga Suku Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) turun ke jalan meminta agar organisasi Front Pembela Islam (FPI) segera dibubarkan karena dianggap menimbulkan perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apabila dalam waktu satu bulan, pemerintah tidak juga membubarkan FPI, masyarakat Suku Dayak akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.

    Ketua dan Koordinator Forum Masyarakat Adat Dayak (Formad) Kalimantan Tengah, Bachtiar Effendi menyerahkan pernyataan sikap kepada Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli terkait tuntutan mereka agar Front Pembela Islam (FPI) segera dibubarkan oleh pemerintah.

    Bachtiar menegaskan tuntutan itu bukan sekadar simbolis. Pernyataan sikap tersebut harus dijalankan. Tuntutan agar FPI segera dibubarkan juga tidak ada kata tawar-menawar lagi.

    Hal itu disampaikan koordinator aksi, Bachtiar Effendi di sela-sela aksi di Bundaran Besar kota Palangka Raya, Jumat 20 Januari 2017.

    "Permintaan membubarkan ini juga tindak lanjut sikap Suku Dayak tiga tahun silam yang menolak FPI datang dan terbentuk di provinsi ini. Kita melihat FPI tidak berubah, justru semakin radikal," katanya.

    Pengunjuk rasa adalah warga Suku Dayak dari berbagai organisasi yang tergabung di Forum Masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah (FMADKT). Bachtiar yang juga ketua FMADKT menyatakan FPI sudah berkali-kali menimbulkan keonaran dan perpecahan di masyarakat. Jika FPI dibiarkan dan tidak segera dibubarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan antarmasyarakat. Sekarang ini banyak warga Kalimantan Tengah yang "gerah" dengan berbagai aksi FPI.

    "Fakta membuktikan bahwa FPI telah menimbulkan keonaran. Penolakan kami tiga tahun silam terhadap kedatangan dan dibentuknya FPI di Kalteng bukan menjadi pelajaran, malah semakin membuat keonaran. FPI harus dibubarkan," tegasnya.

    Selain meminta FPI dibubarkan, masyarakat Suku Dayak Kalteng juga menyatakan siap berada di garda terdepan membantu pemerintah membubarkan organisasi lainnya yang memicu keonaran, bahkan mengarah pada perpecahan bangsa.

    Bachtiar mengatakan masyarakat Suku Dayak maupun suku lain di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini telah sepakat dan tegas menolak paham radikalisme tumbuh di Indonesia, khususnya Kalteng.

    "Kami juga menolak berbagai macam tindakan intoleran dan menjunjung tinggi falsafah hidup damai dalam huma betang. Sikap ini jelas dan tanpa kompromi. NKRI harga mati bagi masyarakat Suku Dayak Kalteng," tutup Bachtiar.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ratusan Warga Suku Dayak Kalteng Minta FPI Dibubarkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top