728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 18 Januari 2017

    Persoalkan Pidato Megawati, Habib Rizieq di Ujung Tanduk

    Jakarta, Warta.co - PDIP tidak akan pernah mengikuti ajakan, keinginan atau permintaan Habib Rizieq agar dilakukan mediasi, karena jika PDIP mengikuti kemauan Habib Rizieq itu sama saja membuat harga diri PDIP menjadi terinjak-injak dan menjadi tunduk terhadap Habib Rizieq, terlebih lagi PDIP sama sekali tidak memiliki permasalahan hukum dengan Habib Rizieq. Permasalah hukum itu justru dibuat-buat sendiri oleh Habib Rizieq sebab tidak ada yang salah dari pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Karena pidato Ketua Umum Partai Politik memiliki legalitas yang kuat dan itu sudah dijamin dan dilindungi oleh UU Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik.

    Karena apa yang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya yang bertepatan dengan HUT PDIP ke-44 adalah sikap resmi dari PDI. Dan tidak ada penodaan terhadap agama sebagaimana yang disampaikan oleh Habib Rizieq. Pidato Megawati hanya sebagai bentuk kekhawatiran PDIP akan tindakan-tindakan yang akhir-akhir ini sudah sangat berseberangan dengan ideologi Pancasila. Pemikiran yang berseberangan dengan ideologi Pancasila adalah sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI, Karena yang terlihat akhir-akhir seperti tidak ada lagi penghargaan terhadap Kebhinekaan dan toleransi terhadap perbedaan yang ada, dan ini berbahaya karena bisa memecah belah NKRI.

    Di mana sikap itu muncul karena akhir-akhir ini PDIP  merasa situasi makin membahayakan kesatuan dan persatuan NKRI, seiring makin meningkatnya tindakan-tindakan yang menjurus pada pelemahan ideologi dasar bangsa Indonesia, Pancasila, yang merupakan sumber dari segala sumber hukum. Bentuk-bentuk pelemahan Pancasila yang terlihat akhir-akhir ini adalah tindakan-tindakan intoleransi, anti-Pancasila dan terkesan ada yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dibawah pondasi lima butir sila-sila Pancasila yang menjadi dasar perekatan, persatuan, pemersatu serta pemerkokoh bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman ideologi tertutup.

    Saat ini ancaman ideologi-ideologi tertutup sangat mengancam Pancasila, sebagai ideologi dasar bangsa Indonesia, hal ini bisa dilihat dari perusakan Bendera Republik Indonesia. Perusakan dilakukan dalam bentuk menggambari Bendera Merah Putih dengan gambar pedang dan mencoret Bendera Merah Putih yang merupakan Bendera NKRI dengan tulisan-tulisan berbahasa Arab.  Tulisan-Tulisan Arab yang ditulis di Bendera NKRI, Bendera Merah Putih adalah bukti nyata bahwa saat ini Pancasila sedang dalam ancaman besar, dikarenakan pencoretan Bendera Merah Putih adalah sebagai salah satu wujud penghinaan dan penginjak-injakan terhadap harga diri NKRI. Dan perusakan Bendera NKRI yang dilakukan dengan cara menggambar dan mencorer-coret adalah pidana.

    Itulah yang menjadi salah satu bukti nyata bahwa saat ini ideologi Pancasila, sedang terancam. Selain itu, perbedaan SARA yang akhir-akhir ini terus mengemuka juga menujukan betapa berbahayanya kelompok-kelompok yang ingin memecah belah kesatuan Indonesia yang telah dibingkai dalam lima butir pada lima sila dalam Pancasila, sebaga sumber dari sumber segala sumber hukum serta UUD 1945 sebagai konstitusi negara, yang telah menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan Indonesia adalah negara demokrasi yang berlandaskan pada hukum.

    Jadi tidak ada yang salah dari pidato yang disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, karena sikap resmi PDIP yang disampaikan melalui Ketua Umum PDIP adalah bukti nyata bahwa  PDIP ingin terus menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan di Indonesia, dan sikap PDIP tersebut adalah sikap yang dilindungi oleh UU Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik.  Karena salah satu kewajiban Partai Politik adalah mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, memelihara dan mempertahankan keutuhan NKRI. Jadi PDIP sudah berjalan sesuai dengan koridor yang benar, namun masih juga ingin dipermasalahkan, jadi apa dasar hukum Habib Rizieq mempermasalahkan pidato politik Ketua Umum PDIP, yang telah dijamin dan dilindungi oleh UU Nomor Nomor 2 Tahun 2011, dasar hukumnya apa?

    Dan Kalaupun Habib Rizieq ingin tetap memaksakan agar dilakukan mediasi nasional, mengapa harus dilakukan mediasi nasional dengan Megawati Soekarnoputri? Megawati Soekarnoputri adalah PDIP. Jadi apa hubungannya sehingga harus diadakan mediasi nasional dengan PDIP?   Karena PDIP tidak ada permasalahan apapun dengan Habib Rizieq, termasuk permasalahan politik. Mediasi dalam hukum baru dilakukan apabila ada perselisihan antar kedua belah pihak. Nah PDIP tidak pernah memiliki perselisihan dengan Habib Rizieq, jadi apanya yang akan dimediasi?  Karena mediasi baru akan dilakukan jika kedua belah pihak berselisih, jika PDIP tidak pernah berselisih dengan PDIP, apanya yang akan dimediasi?

    Karena PDIP sampai kapanpun tidak akan pernah akan melakukan mediasi dengan Habib Rizieq, karena pidato Ketua Umum PDIP sudah dijamin oleh UU dan itu tidak bisa dipersoalkan oleh siapapun juga termasuk Habib Rizieq, karena PDIP memiliki legalitas dalam menyampaikan persoalan-persoalan yang kini tengah dihadapi oleh Bangsa Indonesia, dan itu menjadi kewajiban bagi PDIP sebagai Partai Politik. Justru Habib Rizieq yang tidak memiliki legal standing terkait penilaiannya yang menilai ada palu arit di uang NKRI terbitan tahun 2016.

    Justru dengan menyebut ada palu arit di uang baru NKRI, itu adalah pidana, karena secara terang-terangan Habib Rizieq telah melakukan penghasutan, karena menyebut ada palu arit di uang baru NKRI, bisa memecah belah kesatuan dan persatuan NKRI. Terlebih lagi sebelumnya ada pula yang menyebut bahwa uang baru NKRI mirip Yuan, Mata Uang Tiongkok.  Dan itu adalah bukti-bukti nyata bahwa saat ini ideologi Pancasila yang menjadi perekat, persatuan dan kesatuan bagi Bangsa Indonesia, saat ini justru sedang dilemahkan.


    Oleh : Ricky Vinando Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Persoalkan Pidato Megawati, Habib Rizieq di Ujung Tanduk Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top