728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 30 Januari 2017

    Parah!!! Agus Bicara Program Sekarang, Penjelasannya Butuh Waktu 5 Tahun

    Saya tidak habis pikir betapa percaya dirinya Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mempertahankan program yang tidak masuk akal. Program membangun tanpa menggusur yang sebelumnya gagal dilakukan oleh Jokowi-Ahok karena sulit mencari lahan milik Pemprov berdekatan dengan lokasi yang mau digusur, tetap saja diusung oleh Agus. Bahkan dalam debat dengan yakin dan percaya diri Agus menyebutkan istilah “good will”.

    Program membangun tanpa menggusur tidak cukup hanya dengan “good will” tetap harus pakai perhitungan dan logika. “Good will” tanpa perhitungan dan logikan hanya akan tetap menjadi “good will” tanpa implementasi yang jelas. Seperti mimpi di siang bolong dan akan mengecewakan banyak orang.

    Hebatnya, Agus yang tetap mempertahankan program tersebut ngeles, bahwa waktu 2 menit sulit untuk bisa memaparkan program membangun tanpa menggusur. Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjelaskannya?? Agus menyebut waktu 5 tahun untuk bisa menjelaskannya. APAAAA?!

    “Kita punya 5 tahun untuk bisa menjelaskan itu. Kalau diberi kesempatan memimpin, 5 tahun itulah waktu untuk menjelaskan kepada publik,” ucap dia.

    Jadi, maksud Agus, kita pilih dia dan 5 tahun akan digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai konsep membangun tanpa menggusur. Lah, terus kapan membangunnya?? Apakah penjelasannya membangun tanpa menggusur ini butuh waktu selama itu?? Waktu yang lebih dari cukup untuk mendapat gelar sarjana.

    Agus yang terus ditanyakan mengenai hal ini akhirnya memang tidak bisa mengelak. Program membangun tanpa menggusur ini memang belum dipikirkan matang teknis pelaksanaannya. Bahkan Agus masih terus mengidentifikasikan lahan yang nanti bisa digunakan.

    “Kami terus bekerja dan sudah diidentifikasi lahan-lahan tertentu yang bisa dilakukan atau digarap untuk program rumah rakyat. Tetapi nanti pada saatnya kami akan menjelaskan secara teknis lokasinya,” ujarnya.

    Yah, ternyata yang disampaikan Agus ini tidak terukur. Agus hanya menyampaikan sebuah konsep dan prinsip tanpa ada penjelasan teknisnya. Bahkan lahan untuk melakukan program membangun tanpa menggusur dengan melakukan geser sedikit belum juga ditemukan. Bagaimana seandainya lahan tidak ditemukan dan malah tetap menggusur jauh?? Atau lahan ditemukan tetapi ternyata sampai ajal menjemput warga tidak dikembalikan lagi ke temapat asalnya??

    Mungkin Agus akan kembali tampil dan minta waktu 5 tahun lagi. Untuk apa?? Untuk kembali memberikan penjelasan teknisnya?? Wah, ini sama saja orang sedang bicara di Lapo orang batak, mabuk karena tuak, dan besok paginya sudah lupa apa yang akan dilakukan. 5 tahun seharusnya bukan waktu untk menjelaskan lagi, malah seharusnya sudah membangun.

    Padahal, Agus sangat membanggakan pengalaman dan pendidikan yang diraihnya selama ini. Bahkan dengan yakin melalui pengalamannya di militer tersebut, Agus akan mampu mereformasi birokrasi DKI dengan baik.

    “Oh bukan (menganut sistem militer di birokrasi). Saya tidak bilang menganut sistem militer, tapi saya memiliki pengalaman memimpin dalam organisasi yang penuh dengan risiko. Artinya, saya biasa untuk berhadapan dengan sistem yang harus teruji, harus dibangun setiap saat,” kata Agus, usai debat di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017) malam.

    Kalau memang benar pengalaman militer membuat Agus sudah biasa untuk berhadapan dengan sistem yang teruji dan harus dibangun setiap saat, mengapa program membangun tanpa menggusur belum teruji dan tidak siap dibangun setiap saat?? Bukankah di militer Agus belajar menyusun strategi dengan cepat dan strategi yang jelas implementasinya?? Nah, kalau penjelasannya belum ada dan tunggu tahun penjelasannya kalau terpilih, itu sama saja tidak ada guna pengalaman di militer.

    Tidak usah membanggakan pengalaman di militer kalau levelnya masih Mayor. Apa bisa paham tentang strategi pembangunan level Provinsi?? Membangun kabupaten atau kota saja belum paham karena pengalaman militernya masih kelas RW atau RT. Pengalaman yang masih sangat minim berbicara reformasi birokrasi dan program-program membangun sebuah Provinsi.

    Itulah Agus. Fenomena mencengangkan dalam Pilgub DKI. Kemampuannya hanya bicara sesuatu yang keren tapi teknis yang kompeten. Semua mengapung tanpa penjelasan yang masuk akal. Teknisnya pun ternyata belum terpikirkan. Kalau di militer, Agus sudah pasti kena cacian dari pimpinannya. Bagaimana bisa seorang mantan milter tidak bisa dengan segera membuat sebuah konsep menjadi strategi dan pada akhirnya diterapkan dalam lapangan yang penuh resiko??

    Saya jadi ragu kualitas Agus sebagai seorang mantan TNI yang punya segudang prestasi akademik. Apakah memang prestasinya hanya sekedar kemampuan akademis tapi tidak di lapangan seperti ayahnya?? Entahlah. Tetapi kalau akhirnya Agus dipilih jadi Gubernur, maka mimpi buruk akan dialami Jakarta. Jakarta yang penuh dengan resiko, akhirnya akan tenggelam dalam kepemimpinan seorang mantan Mayor yang ternyata tidak paham membuat sistem yang harus teruji, dan harus dibangun setiap saat. Parah!!

    Salam Parah.


    Penulis : Palti Hutabarat  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Parah!!! Agus Bicara Program Sekarang, Penjelasannya Butuh Waktu 5 Tahun Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top