728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Januari 2017

    Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat beragama di Indonesia

    Jakarta, Warta.co - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Aminuddin Ma'ruf, mengaku prihatin dengan maraknya gerakan merusakan kebhinekaan yang dilakukan sejumlah kelompok intoleran di Indonesia. Apalagi, kelompok-kelompok tersebut mengatasnamakan agama dalam bertindak

    "Apa yang terjadi belakangan ini khususnya tiga bulan terakhir menjadi presiden buruk, seakan-akan potret umat Islam Indonesia seperti itu," ujar Aminuddin dalam diskusi "Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat beragama di Indonesia" di Aula Margasiswa PMKRI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 18 Januari 2017.

    Dalam situasi seperti ini, kata Aminuddin, silent majority harus bertindak dan melakukan konsolidasi agar meredam dan mencegah munculnya kelompok intoleran. Menurutnya, jika kelompok mayoritas ini diam, berarti mereka membenarkan apa yang dilakukan kelompok intoleran.

    "Ini momentum bagi kelompok mayoritas yang mengakui negara ini didirikan berdasarkan keragaman untuk bertindak, melakukan konsolidasi ulang agar mencegah munculnya kelompok intoleran," tambahnya.

    Aminuddin menilai, silent majority ini juga bisa mendesak pemerintah membubarkan kelompok-kelompok intoleran. Menurut dia, bangsa Indonesia dibangun berdasarkan keragaman atau kemajemukan sehingga kelompok intoleran tidak layak hidup di Indonesia.

    "Jika kita diam terus, kelompok ini seolah-olah mendapatkan legitimasi untuk terus bertindak intoleran, menggunakan kekerasan dan memaksakan kehendak termasuk mengganti ideologi negara, yakni Pancasila," tandas dia.

    Sementara itu, Presidium PP PMKRI, Angelo Wake Kako, mengharapkan negara bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok intoleran ini. Negara, kata dia, harus hadir untuk menjaga dan menciptakan toleransi dengan tidak membiarkan kelompok intoleran bergerak bebas di Indonesia.

    "Negara kita adalah negara Pancasila yang berdasarkan hukum. Karena itu, negara tidak boleh lemah dalam menindak kelompok intoleran termasuk membubarkannya. Hukum harus ditegaskan, hukum tidak boleh tunduk terhadap kekuatan massa dari kelompok intoleran ini," tegas Angelo.

    Belakangan ini, kata dia, negara terkesan lemah dalam menindak kelompok-kelompok intoleran. Sehingga, mereka tidak segan-segan bertindak anarkis untuk memaksakan kehendaknya, menghina kelompok lain dan pendiri bangsa seperti Proklamtor Soekarno, bahkan menghina Pancasila.

    "Padahal, Pancasila adalah dasar negara kita, cara pandang bangsa dan jiwa bangsa. Kelompok intoleran seenaknya menghina dan bahkan ingin mengubahnya dengan yang lain. Karena itu, Negara tidak boleh diam dan segera bertindak tegas terhadap mereka,"tutup Angelo.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat beragama di Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top