728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 26 Januari 2017

    Palestina, FPI dan ISIS dalam Strategi Pembusukan Terhadap Islam

    “Teman Palestina yang asli dan tulus akan menjaga stabilitas dan kedamaian di negara mereka jika mereka benar-benar tulus ingin menciptakan kedamaian di Palestina,” peryataan resmi Kedubes Palestina.

    Dalam surat resmi, pada intinya Palestina merasa keberatan karena bendera mereka kerap digunakan dalam berbagai kesempatan aksi demo, yang sebenarnya tidak ada kaitanya dengan negara Palestina.

    Pernyataan ini boleh dibilang merupakan hal yang saya tunggu-tunggu sejak lama, dan saya yakin hal ini akan dikeluhkan oleh pemerintah Palestina. Pernyataan tersebut begitu telak menyudutkan kelompok Islam radikal di Indonesia, yang sebenarnya merupakan bagian dari propaganda dalam rangka pembusukan Palestina.

    Strategi ini biasa dalam teori propaganda modern, mereka seolah-olah mendukung agar mendapat simpati dari sebagian orang, padahal secara umum bertujuan untuk melakukan pembusukan. Dengan membawa bendera Palestina, seolah-olah mereka mendukung kemerdekaan negara tersebut, ikut sedih saat Palestina diserang bom, dan seterusnya. Namun sebenarnya, mereka sedang menjelek-jelekkan Palestina, membangun opini publik bahwa Palestina itu negara tukang rusuh, ikut campur urusan negara orang, tidak tertib, demo, dan seterusnya.

    Saya tidak ingin menilai sama rata secara keseluruhan, karena sebagian mungkin memang dibayar untuk melakukan propaganda untuk menarik simpati orang lain, namun sebagiannya mungkin hanya korban, orang-orang yang tidak tau apa-apa, hanya ikut-ikutan merasa ingin membela Palestina dengan membawa benderanya ke mana-mana.

    Contoh sempurna dan sama adalah ISIS. Ini juga menggunakan strategi propaganda yang sama. Mereka membuat bendera dengan kalimat syahadat, kalimat penentu Islam tidaknya seorang manusia, kalimat yang sekali diucapkan akan membuat seseorang menjadi sah sebagai ummat Islam. ISIS menawarkan diri sistem khilafah yang sesuai dengan Alquran, sistem terbaik dan anjuran Allah, katanya.

    Dengan simbol dan tawaran sistem sesuai ajaran Alquran tersebut, ISIS berhasil menarik simpati orang-orang, termasuk rakyat Indonesia. Sebagian orang yang tidak terlalu mengerti tentang agama, bisa sangat rentan didoktrin untuk menjadi bagian dari ISIS. Yang inipun sudah terlalu banyak contohnya, dari bom Sarina Jakarta sampai bom panci. Pengikut ISIS berhasil didoktrin, bahkan rela mati demi ISIS yang mengatasnamakan Islam.

    Pada kenyataan yang lain, ISIS berperang, membunuh anak kecil dan rakyat sipil yang tidak berdaya, tidak jelas apa tujuannya. Sama seperti bom panci dan teroris Sarina, mereka semua orang-orang Indonesia, ingin membunuh sesama orang Indonesia hanya karena alasan sistem negara ini tidak sesuai dengan ajaran Islam.

    Bagi sebagian orang yang tidak paham konsep agama Islam, baru belajar atau bahkan baru masuk agama Islam, ISIS berhasil menarik simpati mereka untuk bergabung dalam gerakan radikal mereka dengan iming-iming surga.

    Mereka fanatik ISIS, pasti merasa yang paling benar sendiri, paling sesuai dan nomer urut terdepan untuk masuk Islam. Padahal, dalam kacamata normal dan waras, mereka sedang melakukan pembusukan terhadap agama Islam. Semua orang di dunia ini pasti setuju bahwa ISIS berhasil membuat Islam dipersepsikan sebagai agama teroris, terlepas mereka mau percaya atau tidak.

    FPI: Dubes Palestina tak Mewakili Rakyatnya

    Pembusukan terhadap Palestina, agar negara kecil tersebut tetap dibenci negara lain, akan terus berlangsung sampai ‘kontraknya’ selesai. Mereka para pelaku ini tak akan peduli dengan keberatan Dubes Palestina di Indonesia, yang secara resmi mewakili pemerintah dan seluruh rakyat Palestina.

    Buktinya, saat Dubes Palestina menyatakan keberatan benderanya dibawa-bawa dalam acara demo, FPI mengatakan bahwa Dubes tidak mewakili rakyat Palestina. “Biarin saja mereka (Kedubes Palestina) protes. Kami yakin protes Kedubes Palestina itu tidak mewakili suara rakyat Palestina,” kata Novel Bamukmin.

    Novel Bamukmin ini sepertinya merupakan salah satu dari rakyat bumi datar, jadi pernyataanya tidak sesuai dengan yang berlaku di bumi bulat. Di bumi bulat, yang namanya Dubes itu mewakili sebuah negara. Dubes Indonesia di Singapura misalnya, dia mewakili pemerintah Indonesia dan representasi negara. Hahaha

    Tapi begini, pernyataan absurd seperti itu juga sebenarnya bagian dari perang opini, menenangkan para fans fanatik FPI dan kelompok Islam radikal yang masuk dalam strategi propaganda dan pembusukan negara palestina.

    Terakhir, saya jadi teringat dengan pernyataan Presiden Israel, Netanyahu, bahwa ISIS adalah Islam. Agama Islam dianggap berbahaya karena kerap menyuarakan perang, pembunuhan dan pengeboman. Tidak mau diatur dan identik dengan pemberontakan. Setidaknya itulah yang bisa kita lihat dari FPI di Indonesia. Jadi semua ini, penggunaan bendera Palestina dalam acara-acara demo FPI, pembentukan teroris ISIS, bertemu di titik yang sama: operasi pembusukan terhadap agama Islam.

    Begitulah kura-kura.

    Penulis : Alifurrahman Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Palestina, FPI dan ISIS dalam Strategi Pembusukan Terhadap Islam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top