728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Januari 2017

    Pak Prabowo Tidak Perlu Minta Maaf, Kami Justru Bersyukur

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan permintaan maafnya karena telah mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon wakil gubernur mendampingi Joko Widodo pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu. Tentu saja maksudnya untuk mengurangi simpati warga terhadap Ahok, tapi saya justru bingung, karena bagi saya ini seperti ungkapan sarkarsme yang tidak tepat dan dipaksakan.

    Memang faktanya kita harus akui bahwa Partai Gerindra berjasa terhadap Ahok. Kalau bukan karena partai itu yang bersedia mengusung Ahok menjadi wakil gubernur DKI 2012-2017, entah apakah sekarang saya akan kenal Ahok atau tidak. Karena saya dan mungkin kebanyakan kita baru kenal Ahok setelah menjadi wakil gubernur DKI. Sebagai orang berbudaya timur dan taat kepada Yang Maha Kuasa, kita memang selayaknya harus terus ingat jasa orang-orang yang pernah membantu kita. Ini adalah hal yang baik untuk kita tanamkan dalam diri kita semua.

    Namun semua itu ada batasnya, mengingat jasa tidak berarti harus menuruti semua perkataan pihak yang telah berjasa, menyetujui semua pikiran mereka, apalagi jika harus memaksa diri kita untuk melawan hati nurani kita. Dan menurut saya ini lah yang dialami seorang Ahok ketika keluar dari partai ini pada 2014 lalu, ketika partai ini bersama koalisinya ingin ‘mencabut’ mandat langsung rakyat dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah ke ranah legislatif (melalui DPRD).

        “Saya dengan banyak tokoh di sini datang ke bapak ibu untuk menganjurkan sebaiknya kita pilih pasangan nomor 3, Anis dan sandi. Jadi jangan salah pilih,” kata Prabowo saat berorasi di kampanye Jl Pintu TMII Bawah, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017).

        “Kali ini kita rasanya nggak salah usung begitu. Yang dulu ya sudah gue minta maaf deh, maafin ye. Maksud kita baik, ya begitulah jadinya, tapi oke jangan kita lihat ke belakang,” ujar Prabowo yang disambut tertawa para warga yang dapat ditemukan disini.

    Pencapaian Gerindra dalam 5 Tahun

    Gerindra sangat pesat kemajuannya dalam 2 pemilu terakhir. Jumlah kursi Partai Gerindra pada tahun 2009 di DPRD DKI hanya 6 kursi, tapi di 2014 menjadi partai nomor 2 di DKI dengan 15 kursi. Pencapaian suara Gerindra di DPR RI pada tahun 2009 pun hanya 26 kursi sedangkan tahun 2014 menjadi 73 kursi (nomor 3 nasional). Sumber: 1, 2.

    Pencapaian ini menurut saya sangat pesat mengingat partai ini baru dibentuk pada tahun 2008. Dalam kurang lebih 5 tahun saja, Gerindra dapat naik pamornya dari partai papan bawah (nomor 8 nasional di 2009) menjadi nomor 3 nasional di 2014. Luar biasa bukan? Dan semua ini berkat siapa? Kita ingat pada tahun 2009 Prabowo adalah calon wakil presiden sedangkan pada tahun 2014 menjadi calon presiden. Saya setuju jika ini dikatakan sebagai faktor utama, tapi menurut saya seorang Ahok sedikit banyak juga telah berperan dalam hal ini.

    Peran Ahok terhadap Kenaikan Gerindra

    Saya tuh bingung kenapa Pak Prabowo ini bilang salah usung calon pada Pilkada DKI 2012 lalu. Apakah sebegitu jeleknya seorang Ahok dan hasil kerjanya selama 5 tahun di DKI ini sehingga terlontar pernyataan seperti ini? Saya sangat meragukan seorang Prabowo Subianto tidak mengetahui tingkat kepuasan warga DKI terhadap hasil kinerja Ahok dalam 2 tahun menjadi gubernur ini, jadi atas dasar apakah dikatakan salah mengusung dan lalu meminta maaf?

    Menurut saya peran Ahok justru sangat besar untuk menaikkan pamor sebuah partai bernama Gerindra pada 2012-2014. Di level provinsi DKI Jakarta, memang wajar bahwa partai pengusung gubernur dan wakil gubernur yang mendapatkan kursi terbanyak di DPRD, dan ini juga terbukti pada DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 dimana Gerindra adalah nomor 2.

    Untuk level nasional, orang-orang jadi tahu bahwa ada seorang ‘minoritas’ yang dipilih secara langsung menjadi bupati di masyarakat 93% muslim di kampungnya dan rakyat jadi tahu bahwa warga Indonesia ini melihat hasil kerja dalam memilih kepala daerah. Dan karena Gerindra mencalonkan Ahok, kita semua jadi tahu bahwa masih ada partai yang baik yang ingin mencalonkan seseorang yang kompeten tanpa melihat unsur SARA dan tanpa meminta uang mahar.

    Saya justru dulu sangat kagum terhadap Gerindra, karena saya berpikir bahwa ini partai yang baik, yang memilih calonnya dengan serius dan teliti, yang menginginkan perubahan di negeri kita ini setelah begitu-begitu saja kondisinya sejak bertahun-tahun di bawah Partai Demokrat.

    Seorang Ahok ketika itu masih wakil gubernur DKI pada pemilihan legislatif tahun 2014. Ahok yang sejak 2012 masuk sorotan nasional ini kita ketahui sebagai pemimpin yang tegas dan bersih, dan kita ketahui bahwa partai yang mengusungnya adalah sebuah partai yang relatif baru bernama Gerindra. Ahok pun jelas-jelas menyatakan dukungannya terhadap pasangan nomor 1 pada Pilpres 2014: Prabowo/Hatta, meskipun mantan bos nya adalah calon nomor 2.

    Lalu ada apa sekarang seorang Ketua Umum Partai Gerindra lalu seperti ingin mengatakan bahwa langkah politiknya 5 tahun lalu dengan mengusung Ahok adalah salah? Apakah Ahok tidak berjasa dalam kenaikan pamor partai Anda di DKI Jakarta dari total 6 kursi menjadi 15 kursi sekarang? Apakah dukungan Ahok terhadap pasangan Prabowo-Hatta tidak menaikkan pamor Gerindra pada pemilu legislatif 2014 dan pilpres 2014?

    Ketika seorang pekerja keras dan bersih seperti Ahok memutuskan keluar dari partai Gerindra, kenapa orang-orang partai ini justru bukannya membeli kaca yang besar untuk merefleksikan apa yang telah mereka lakukan sehingga menjauhkan Ahok dari mereka? Kenapa mereka tidak mengoreksi diri namun malah menyerang Ahok yang notabene juga ada jasanya terhadap partai mereka selama ia menjadi anggota? Apakah politik di negeri ini hanya seperti ini saja kualitasnya?

    Rakyat Justru Bersyukur

    Saya percaya bahwa rakyat Indonesia jadi bingung dengan pernyataan Pak Prabowo ini. Bingung atas apa yang perlu dimaafkan? Karena Ahok telah memberikan perubahan yang besar dan positif kepada warga Jakarta dan bahkan warga Indonesia. Menurut saya rakyat Jakarta dan Indonesia justru bersyukur, karena berkat Partai Gerindra lah Ahok bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta.

    Walaupun saya bukan rakyat Jakarta, tapi saya sangat bersyukur dengan keberadaan seorang Ahok di Ibu Kota. Karena Ahok telah menginspirasi begitu banyak generasi muda penerus bangsa seperti saya agar mencintai bangsanya dan membenci perilaku korupsi. Ahok telah menaikkan harkat dan martabat begitu banyak warga miskin di Jakarta yang berpuluh-puluh tahun hidup tidak layak di bantaran kali dan tidak diperdulikan oleh pemerintahnya.

    Ahok juga telah membantu begitu banyak orang miskin dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ahok telah mengubah wajah birokrasi DKI menjadi sangat baik dan manusiawi. Ahok telah memberikan harapan baru di Ibu Kota, harapan bahwa Indonesia dapat memiliki Ibu Kota yang bebas banjir dan sistem transportasi massal yang nyaman. Ahok telah membawa begitu banyak hal-hal positif kepada warga Jakarta dalam beberapa tahun ia menjabat, kami justru bersyukur Pak.

    Jadi saya sangat gatal untuk bertanya karena saya bingung, apa yang perlu diminta-maafkan Pak Prabowo? Bukankah tujuan dari berpolitik adalah membawa kesejahteraan dan kemakmuran kepada masyarakat Indonesia? Kecuali tujuan partai Anda berbeda Pak?

    Justru kepergian Ahok dari partai Anda seolah membuka mata hati saya akan banyak hal. Saya jadi menyadari bahwa mungkin partai ini tidak seindah dan semulia yang saya bayangkan. Rakyat mau memilih langsung kok malah mau ditiadakan dan kembali ke masa lalu, aneh sekali. Dan ternyata keraguan saya pun terbukti.

    Bagi saya memang lebih baik Ahok tidak ada embel-embel Gerindra-nya, karena menurut penilaian saya orang-orang partai Anda ternyata banyak yang tidak ‘waras’, ya kalau mau disebut nama ada banyaklah yang di Senayan dan di Kebon Jeruk itu. Tidak lupa juga ada yang santun namun korupsi itu Pak yang ditangkap tangan oleh KPK.

    Saya justru sangat senang karena Ahok mengambil keputusan yang tepat, karena birds of a feather flock together. Untung saja Ahok sudah keluar dari Gerindra, karena kalau tidak saya sekarang pasti akan bingung. Bingung karena tidak tahu apakah saya harus mendukung ataukah harus membenci partai ini…..

    Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan………

    Penulis : Power Aryanto Famili  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pak Prabowo Tidak Perlu Minta Maaf, Kami Justru Bersyukur Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top