728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    Pak Anies dan Pak Sandi Maunya Apa?

    Jakarta, Warta.co - Jujur saja, saya bingung kalau Pak Anies bisa berjanji tegas dan mempunyai integritas ketika akan diberikan amanah untuk memimpin Jakarta nantinya. Menjaga konsistensi kata-kata yang diucapkan saja sudah cukup sulit, apalagi menjaga agar kata-kata yang diucapkannya bisa menjadi kenyataan.
    Ada beberapa contoh yang bisa saya paparkan disini:
    1. Ingin menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, tapi di debat Rosi tanggal 15 Desember 2016 kemarin secara lantang bilang akan berpihak kepada orang miskin.
      Coba dicek nalarnya, bagaimana bisa berlaku adil, kalau belum apa-apa saja sudah mengatakan keberpihakannya? Ini namanya mau jadi wasit tapi sudah tahu bakal kasi kartu merah ke tim A di babak kedua pak…
    2. Mengkritik kebijakan cash transfer milik Paslon 1 tapi memperbolehkan tarik tunai melalui KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plusnya…
    3. Menyatakan “.. yang sekarang terjadi adalah taat kepada kepala birokrasi, bukan taat kepada SOP birokrasi. Karena itu jika membangun sebuah sistem bukan berdasar pada orangnya tapi pada membangun sistemnya..” tapi pernah juga mengatakan akan berfokus pada program. Belum cukup diajak main ping-pong oleh perkataan-perkataannya, beliau kembali mengumbar bahwa Pilgub adalah pemilihan orang, bukan pemilihan program, ga berhenti sampai situ, beliau juga menyatakan,”Karena siapapun yang terpilih bisa mengambil program calon lain dan itu tidak dilarang.” Belum menang aja sudah siap – siap nyontek ya pak? Pusing kepala saya serasa naik bianglala di Dunia Fantasi.
    4. Menanyakan ke Pak Ahok yang kerap mengeluarkan kata-kata kasar dalam acara “Rosi dan Kandidat pemimpin Jakarta” tetapi juga mengatakan “Kami berdua fokus pada program. Jakarta mebutuhkan pemimpin yang mempersatukan, bukan memecah belah. kalau dari debat saja menyerang pribadi, gimana di luar debat? Kami ingin tunjukkan adab dimulai dari kepemimpinan.” Jadi siapa yang menyerang personal duluan pak?
    Ga heran makanya kalau beliau bisa menjilat ludahnya sendiri dengan berpaling ke Prabowo untuk Pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2017 ini, lha ini baru berapa bulan aja uda inkonsisten. Perlu dicatat, ini baru inkonsisten dari kata dengan kata lho, belum dari kata dengan tindakan (nanti saya akan buat artikelnya lagi kalau sempat).

    Jika hanya dalam waktu kampanye ini saja kata-katanya sudah bisa dibolak-balik, apalagi nanti ketika beliau jadi gubernur beneran? Mungkin reklamasi bisa tetap jalan, Alexis tetap beroperasi, kawasan kumuh tetap ada.. Mungkin lho ya, mungkin…


    Cukup mengenai Pak Anies, lanjut ke Pak Sandiaga Uno.. (agak males sebenernya sih, tapi karena uda sepaket, ya sekalian lha).

    Saya paling tidak mengerti alasan Pak Sandi untuk ikut Pilkada kali ini, keluar duit paling banyak, hanya dijadikan Cawagub, jika menang akan mewakafkan semua gajinya.

    Ada yg aneh? Jujur pak, maunya apa sih?

    Menurut saya, Bapak Sandiaga belum pantas mencalonkan diri menjadi Cawagub, istilahnya kalau prajurit mau ke medan perang, bapak cuma ada baju perang tapi ga ada senjata nya, ya paling 10 menit uda ketembak pak…

    Ingatkah bapak, ketika bapak sendiri bilang waktu di acara Debat Rosi (lihat sumber di Youtube sekitar 2:05:00) kalau bapak tidak mengerti tentang kemacetan dan banjir. Tidak bisa saya pungkiri, Pak Sandi kali itu berkata jujur, satu-satunya kejujuran bapak di Pilkada ini yang bisa saya terima. Karena selanjutnya beliau kelihatan belum mengenal Jakarta, yaitu dengan ingin melakukan moratorium mobil mewah, katanya biar ada efek kejut jika ada artis atau pejabat naik kendaraan umum.

    Sekarang saya tanya, kalau mobil mewah mereka tidak boleh masuk Jakarta, ada ga kemungkinan mereka beli mobil dengan harga dibawah itu dan tetap pakai mobil untuk menjalankan aktivitasnya? Saya kasi hint ya pak? Kemungkinannya besar. Lagian efek kejut yang bapak inginkan, kemungkinan berhasilnya sangat kecil, karena seperti namanya sendiri, efek kejut, kalau cuma sekali dua kali mungkin terkejut, tapi ya kalau sudah berkali-kali ya biasa lha pak. Pak Sandi, Jakarta itu masalahnya sangat kompleks lho, bukan hanya terfokus untuk menciptakan 200.000 wirausaha baru.

    Alasan lainnya saya cukup sulit percaya keintegritasan Pak Sandiaga Uno adalah keikutsertaannya dalam tax amnesty. Bicara lantang tentang transparansi tapi kok ya mengemplang pajak? Dari situ aja uda ga jujur… Apa bapak ga kasian sama Bu Nurhayati kalau tahu pujaannya ga secemerlang yang dia bayangkan?

    Sebagai penutup saya hanya ingin meyampaikan, kita hidup di dunia ini sudah direncanakan dan diatur oleh Tuhan. Kalau bakatnya memang di bidang pendidikan dan pengusaha, ya mbok diterima, jangan malah serakah.

    Oleh : Fransisca Vionny Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pak Anies dan Pak Sandi Maunya Apa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top