728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 30 Januari 2017

    Nyanyian Antasari Kian Nyaring, Sosok Misterius Pembawa Pesan Dan Sinyal Ke PDIP

    Sejak diberikan grasi oleh Jokowi dan pertemuan mereka, Antasari mulai bernyanyi, dan nyanyiannya makin nyaring sehingga suasana makin riuh. Jumat kemarin, Antasari mulai membeberkan fakta baru terkait kedatangan sosok pembawa pesan ke rumahnya.

    Sosok tersebut mengantar pesan dari SESEORANG pada Antasari yang ketika itu masih ketua KPK. Pesan itu berisi agar Antasari tidak melakukan tindakan hukum ke si A.

    “Pokoknya jangan melakukan tindakan hukum ke si A. Dia pun menyampaikan membawa misi dan dia menyebut yang menyuruhnya siapa,” ujar Antasari dalam rekaman video wawancara dengan Metro TV yang diunggah pada 25 Januari 2017.

    Antasari pun menanggapi dengan mengatakan bahwa kalau KPK kalau sudah berucap harus dilaksanakan. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa melaksanakan misi si pemberi pesan. Tapi pembawa pesan tersebut mengancam Antasari jika tidak mengabulkan permintaan si pembuat pesan itu.

    Tidak sampai sebulan, Antasari pun dipidana atas kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang membuatnya dipenjara karena tindakan yang tidak diakuinya.

    Dalam rentang satu bulan sejak kehadiran pembawa pesan tersebut, KPK menahan seseorang karena kasus penggunaan uang yayasan Bank Indonesia. Orang tersebut, dan juga tidak dibantah Antasari, adalah Aulia Pohan. Saya tak perlu jelaskan lagi siapa Aulia Pohan, karena kata ‘Pohan’ saja sudah cukup untuk membuat pembaca mengerti. Tapi kalau masih nggak jelas, dia adalah mertua AHY, besan SBY.

    Antasari pun mengaku bahwa pesan yang disampaikan sosok tersebut adalah permintaan seseorang untuk tidak menahan Aulia Pohan. Tapi akhirnya KPK tetap menahan.

    Karena fokusnya ke Aulia Pohan, tentunya pembaca bertanya-tanya apakah sosok pembawa pesan disuruh oleh keluarga Aulia Pohan? “Iya, tapi itu yang dikatakan yang bersangkutan (si pembawa pesan) ya. Entah dia bawa nama atau sesungguhnya seperti. Wallahu alam saya nggak itu, tapi itu yang saya dengar,” jawab Antasari.

    Kedatangan si pembawa pesan itu berada dalam rentang ketika KPK sedang mengusut kasus korupsi yang menjerat Aulia Pohan. Selain itu, Antasari juga sedang membidik kasus Bank Century dan kasus IT KPU. Mungkin ada yang kurang tahu mengenai kasus IT KPU, mari saya ringkaskan sedikit.

    Awalnya Antasari bertanya-tanya mengapa penghitungan suara pileg 2009 berlangsung lambat? Padahal KPU mengklaim alat yang dimilikinya canggih dan sama cepatnya dengan Quick Count.

    Atas dasar itu Antasari bermaksud mengusut dugaan korupsi pengadaan alat Identity Character Recognition (ICR) KPU. Penggunaan teknologi ICR pada Pemilu 2009 memakan anggaran Rp 170 miliar. Komisioner KPK menyatakan alat itu sangat canggih, mempercepat proses penghitungan suara, tabulasi yang akurat dan membuat pemilu lebih transparan.

    Tapi anehnya penghitungan elektronik KPU bermasalah. KPU bahkan melalukan penghitungan ulang manual. Karena itu, Antasari yang memutuskan melakukan penyelidikan. Tapi belum tuntas melakukan pengusutan, Antasari sudah masuk tahanan dengan tuduhan terlibat pembunuhan Nasruddin Zulkanaen. Menurut saya, kasus IT KPU lebih besar dari itu, ada yang janggal tapi saya tidak akan menjelaskan sekarang, nanti saja. Kasus ini juga menjadi alasan Antasari harus disingkirkan.

    Setidaknya nyanyian Antasari sudah dimulai. Dia juga sudah meminta kepolisian SMS misterius yang mengatasnamakan dirinya. SMS yang dimaksud adalah SMS palsu berisi ancaman pada Nasruddin yang konon dikirim dari ponsel Antasari. SMS tersebut bisa saja dikirimkan orang lain melalui Internet tanpa harus mengoperasikan ponsel Antasari secara langsung. Istilah yang cocok mungkin adalah dibajak (hijack). Selain itu Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan kasus pembunuhan yang menjadikan Antasari Azhar sebagai tersangka akan dibuka kembali.

    Ditambah lagi Antasari memberi sinyal akan bergabung ke salah satu parpol bulan depan. Alasannya sih karena karena ada kesamaan dan secara historis memiliki satu ideologi. Partai tersebut adalah PDIP.

    Lalu apa benang merahnya? Coba pikirkan sejenak. Antasari dapat grasi, lalu bertemu dengan Jokowi dan isi pembicaraan mereka masih dirahasiakan. Ini adalah tindakan bijak untuk membuat lawan kebingungan menebak arah gerakan Antasari.

    Lalu dilanjutkan dengan Antasari yang mulai berani menguak sedikit demi sedikit kebenaran dan dilanjutkan dengan bergabung ke PDIP jika tak ada halangan. Mengapa harus bergabung ke parpol? Saya melihatnya karena posisi Antasari juga tidak aman karena keinginannya untuk bernyanyi (membuka kembali kasusnya). Pihak yang terlibat kasus Antasari pasti bakal meriang. Luka lama yang seharusnya sudah tertutup malah berdarah kembali. Mereka tak mungkin duduk diam saja.

    Kalau memang kasus Antasari dikriminalisasi, berarti apa yang dilakukan Antasari sekarang akan membuat dalang cemas dan bahkan ketakutan. Antasari pasti sedang dibidik dan diamati gerak-geriknya. Bergabungnya Antasari dengan PDIP agar ada dukungan dan minimal lebih aman dalam bertindak ketimbang bertindak sendiri secara independen. Lagipula arah Antasari ke PDIP adalah sebuah kode yang sangat jelas siapa yang didukung Antasari dan siapa yang akan dilawannya. Cukup jelas.

    Yang jelas, saya merasa Antasari semakin meriuhkan suasana. Memang sedikit memanas, tapi kalau memang ini bisa menguak kembali kasus-kasus besar di masa lalu, mungkin inilah saatnya. Saya yakin publik juga sudah tidak sabar agar semuanya dibuka seterang-terangnya agar kebenaran terkuak.

    Saya malah melihat nyanyian Antasari + pertemuan dengan Jokowi + gabung ke PDIP = konser maha akbar yang hebohnya akan melebihi konser Justin Bieber. Bakal jadi heboh luar biasa tapi juga sangat kita nanti-nantikan dengan perasaan deg-degan layaknya menonton film atau membaca novel suspense thriller.

    Bagaimana menurut Anda?

    Salam Entahlah.



    Penulis : XHardy Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Nyanyian Antasari Kian Nyaring, Sosok Misterius Pembawa Pesan Dan Sinyal Ke PDIP Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top