728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Januari 2017

    Mana Dalilnya Non-Muslim Tidak Boleh Bicara Al’Maidah?

    Pada sidang Ahok hari ini KH Ma’ruf Amin menjadi saksi. Beliau berkata bahwa “Harusnya Pak Basuki tidak bicara Al-Maidah karena bukan muslim, tidak proporsional dan tidak etis.”

    Mohon maaf Pak Kiai, soal ilmu agama anda memang diatas saya namun ada hal yang ingin saya tanyakan. Mana dalilnya?

    Menurut saya yang tidak bergelar Kiai, pernyataan tersebut adalah sebuah pandangan yang kurang tepat. Karena hal tersebut akan menyebabkan siar Islam menjadi tersendat. Banyak orang non-muslim yang masuk Islam justru karena mereka mengkaji Qur’an, membicarakannya dengan orang-orang bahkan membahasnya diberbagai forum diskusi.

    Selain itu, saya sejauh ini belum menemukan dalil yang mengatakan bahwa non-muslim tidak diperkenankan membicarakan Al Qur’an. Mungkin Pak Kiai punya hadistnya yang mengatakan bahwa non-muslim dilarang membicarakan Qur’an. Bukan hanya membicarakan isinya saja, bahkan hanya menyebutkan ayatnya pun dilarang, karena Ahok tidak membacakan tafsirkanya hanya menyebutkan nama ayat dan nomornya.

    Ini hanya akal-akalan saja dari pihak yang ingin Ahok dipenjara. Awalnya mereka mengatakan bahwa Ahok menghina Qur’an karena Ahok berkata bahwa Al’Maidah bohong artinya Qur’an bohong. Pendapat sesat itu tersebar di media-media sosial. Lalu ramai orang-orang berusaha menjelaskan bahwa yang dimaksud Ahok adalah orang/oknum yang menggunakan ayat tersebut untuk membohongi, karena dikalimat itu ada kata “pakai”. Kemudian mereka yang anti Ahok membuat banyak alasan lagi, salah satunya adalah yang disebutkan KH. Ma’ruf Amin. Bahkan ada juga yang berkesimpulan terlalu jauh, bahwa Ahok menghina ulama karena ulama lah yang menyampaikan ayat tersebut, lupa bahwa politikus pun sering menggunakan ayat tersebut. Dan berbagai macam alasan lainnya yang intinya “Ahok harus dibuat menghina agama untuk kemudian dipenjara.”

    Pak Kiai, ilmu agama saya memang gak setinggi  anda tapi saya tahu persis bahwa agama Islam ini milik Allah. Bahkan Allah sendiri yang memberi nama Islam, jadi agama ini milik-Nya, etis tidaknya harus dari Dia. Oleh karena itu saya ingin sekali Pak Kiai memberikan dalil dari hadist yang sahih bahwa orang non-muslim dilarang membicarakan Qur’an. Karena sepengetahuan saya Islam diturunkan untuk seluruh umat manusia.


    Sepengetahuan saya, Ahok sebenarnya berpegang pada pendapat Gus Dur. Apa salahnya jika Ahok memiliki pandangan yang berbeda dengan anda soal penafsiran Al’Maidah 51 ini? Karena sebenarnya Ahok bersandar pada pendapat Gus Dur. Bahkan terjemahan Al’maidah 51, lebih spesifiknya adalah kata auliya, ternyata hanya di Indonesia saja yang diterjemahkan sebagai pemimpin. Saya yakin anda sebagai Kiai pun mengetahui hal tersebut.

    Bagi pembaca seword yang ingin mengetahui mengenai terjemahan kata auliya ini dalam berbagai bahasa bisa mempelajarinya di situs Islam Awakened. Didalam situs tersebut ada 40 lebih terjemahan Qur’an dari berbagai bahasa yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Jika kita telusuri maka semua penterjemah menggunakan kata pelindung, sekutu atau sponsor untuk menterjemahkan kata auliya.

    Lalu ada orang berpendapat bahwa jika pelindung saja tidak boleh apalagi pemimpin. Ini artinya orang tersebut secara tidak sadar telah menambahkan Qur’an. Karena Qur’an sudah lengkap jadi tidak perlu ditambah-tambahkan. Bayangkan jika logika yang sama diterapkan untuk ayat yang memboleh menggauli budak, maka dengan logika yang sama orang bisa berkata “kalau budak yang gratis saja boleh, apalagi yang bayar.” Nah bisa kacau kan?

    Selain masalah yang sudah saya kemukakan diatas, ada pernyataan lain dari KH. Ma’ruf Amin yang janggal. Beliau berkata bahwa “fatwa” MUI tersebut dikeluarkan karena ada desakan dari masyarakat. Pertanyaan saya, masyarakat mana? Apakah MUI hanya mau mendengar dari mereka yang membenci Ahok? bagaimana dengan kami yang mendukung Ahok? Kami juga muslim, apa kami tidak dianggap? Hanya karena kami mendahulukan akal daripada hawa nafsu kebencian?

    Bagaimana dengan penduduk Pulau Seribu yang jelas-jelas ada disana? Merekalah yang lebih berhak meminta “fatwa” tersebut bukan FPI atau yang lainnya. Apakah “fatwa” MUI bisa dikeluarkan atas desakan sebagian kelompok saja? MUI itu majelis Ulama Islam atau Majelis Ulama FPI? Jika Majelis Ulama (umat) Islam maka kami-kami yang muslim tapi merasa Ahok tidak  menistakan agama seharusnya juga didengar.

    Penulis : Gusti Yusuf  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mana Dalilnya Non-Muslim Tidak Boleh Bicara Al’Maidah? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top