728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Januari 2017

    Ketua MUI Ma’ruf Amin Cuci Tangan Dalam Kasus Ahok

    Sebelum menuliskan “isi kepala” saya untuk media ini, dengan sengaja saya mencari tau apa itu arti dari kata SAKSI sebernarnya, maklum saya bukan seorang yang berlatar belakang pendidikan hukum. Hanya seorang yang suka sewot kalau melihat yang kurang waras.

    Dari beberapa kali persidangan kasus yang menimpa Ahok baru ini kali pertama saya bertanya mengenai saksi. Apakah kesaksian para saksi yang di ajukan oleh penggugat sah demi hukum apabila si saksi bukanlah orang yang melihat langsung kejadian itu? Jika tidak “BEBASKAN AHOK SEKARANG JUGA”

    Pengertian Saksi
     
    Menurut Wikipedia, Saksi adalah seseorang yang mempunyai informasi tangan pertama mengenai suatu kejahatan atau kejadian dramatis melalui indera mereka (mis. penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan) dan dapat menolong memastikan pertimbangan-pertimbangan penting dalam suatu kejahatan atau kejadian. Seorang saksi yang melihat suatu kejadian secara langsung dikenal juga sebagai saksi mata. Saksi sering dipanggil ke pengadilan untuk memberikan kesaksiannya dalam suatu proses peradilan.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
    1. Orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa — nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yang menjadi –;
    2. Orang yang dimintai hadir pada suatu peristiwa yang dianggap mengetahui kejadian tersebut agar pada suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yang membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sebagai –;
    3. Orang yang memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: — yang kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah;
    4. Keterangan (bukti pernyataan) yang diberikan oleh orang yang melihat atau mengetahui;
    5. Bukti kebenaran: ia berani memberi — dengan sumpah;
    6. Orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri;
    Saksi ahli orang yang dijadikan saksi karena keahliannya, bukan karena terlibat dengan suatu perkara yang sedang disidangkan;

    Saksi alibi saksi yang menyatakan bahwa terdakwa tidak berada di tempat kejadian ketika peristiwa terjadi;
     
    Saksi bisu benda-benda dan sebagainya yang merupakan saksi suatu kejadian atau peristiwa penting (misalnya peninggalan bersejarah);
     
    Saksi dengkul saksi palsu;
     
    Saksi dusta saksi palsu;
     
    Saksi kunci saksi yang sangat penting, yang dianggap mengetahui permasalahan dan dapat membantu dalam persidangan;
     
    Saksi mata orang yang melihat sendiri akan suatu kejadian;
     
    Saksi palsu saksi buatan (tidak mengetahui perkaranya secara benar);
     
    Saksi pemberat saksi yang memberikan kesaksian yang memberatkan terdakwa pada sidang pengadilan;
     
    Saksi peringan saksi yang memberikan kesaksian yang dapat meringankan terdakwa pada sidang pengadilan;
     
    Saksi sah saksi yang betul;
     
    Saksi syak saksi yang masih disangsikan kebenarannya;

    Memasuki persidangan ke 8 kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama atau Ahok, selasa 31/1/2017 ada pemandangan yang tidak lazim. Massa pendemo dari pihak FPI kelihatan tidak sebanyak massa dalam sidang-sidang sebelumnya, jumlah mereka tidak lebih dari ratusan orang bahkan mungkin puluhan orang saja. Apakah ini ada hubungannya dengan “HEPENG” atau karena si Imam besar yang lagi tersangkut kasus-kasus yang melilitnya?

    Ketua MUI Ma’ruf Amin Cuci Tangan Dalam Kasus Ahok

    Dalam kesaksiannya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin ada yang aneh kalau menurut hemat penulis, mengapa?  Bagaimana mungkin seseorang bisa bersaksi tanpa melihat kejadian yang sebenarnya terjadi?  Begitu konyolnya jawaban seorang ulama yang berpendidika ketika kuasa hukum Ahok bertanya, Apakah sudah menonton sepenuhnya video kunjungan kerja Ahok ke kepulauan seribu? “Saya tidak lihat video, tetapi dapat laporan dari yang lihat,” kata Ma’ruf. Konyolkan? 

    Kejanggalan berikutnya adalah mengapa hanya pendapat Rizieg yang MUI terima? Mengapa tidak bertanya kepada kementrian Agama yang notabene lembaga negara yang mengurusi masalah keagamaan? Apakah tidak ada orang yang lebih pintar di kementerian agama? atau tidak adakah tokoh agama Islam yang lebih pintar mengusai ilmu agama dan sama-sama lulusan luar negeri ?

    Menurut Ma’ruf, pertemuan dengan Rizieq karena pimpinan FPI itu dianggap menguasai agama Islam lantaran pernah sekolah di Arab Saudi.”Karena kita anggap beliau menguasai (agama), beliau itu dari S1 Saudi, S2, S3 Malaysia. Penunjukan Rizieq sebagai salah satu ahli MUI untuk membahas kasus Ahok, kata Ma’ruf dilakukan oleh salah satu Ketua MUI bukan oleh dirinya. “Rasanya saya tidak (tanda tangan penunjukkan Rizieq). Tapi salah satu ketua MUI (yang tanda tangan),” ucap dia. Sumber Berita

    Selain itu, Ma’ruf mengakui mengetahui Adanya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Meski tahu, Ma’ruf menegaskan MUI tak ada hubungan dengan gerakan tersebut. “GNPF tahu, tapi tidak ada sangkut pautnya sama MUI,” Ma’ruf menegaskan.

    Bagaimana mungkin seorang ketua MUI tidak mengetahui latar belakang berdirinya GNPFI?

    Pertanyaan berikutnya adalah, Apakah ketua MUI mau cuci tangan dalam kasus Ahok? Mari kita tanya sama orang yang akan merayakan lembaran onta, ehh salah lebaran kuda.

    Diantara banyak jenis saksi diatas termasuk golongan saksi apa sang ketua MUI ini ya ?

    #Berbohong akan menutupi kebohongan sebelumnya.

    #Salam Dua Jari aja dahhhh…..

    Oleh : Sidabutar Hebron   Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketua MUI Ma’ruf Amin Cuci Tangan Dalam Kasus Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top