728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Januari 2017

    Keanehan Dibalik Ucapan Sylviana Mengenai Imlek

    Akhir-akhir ini saya banyak melanggar janji kepada diri sendiri untuk tidak rajin membahas mengenai DKI dan dinamika pilkada, (karena KTP saya Jawa Barat, hihihi), sampai akhirnya saya tidak berani berjanji lagi.

    Tetapi saya tidak tahan melihat orang yang seharusnya menjadi panutan, malahan mempergunakan posisinya untuk memberikan informasi demi kepentingan pribadi atau istilah kasarnya: menyesatkan dan manipulatif.

        “Bagaimana kalau Imlek dan perayaan keagamaan kita gelar di Monas lagi? Bisa kalau Mas Agus yang terpilih,” kata Sylviana Murni di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu.

        Hal ini disampaikan Sylviana saat memenuhi undangan silaturahim menyambut Imlek 2568/2017 oleh tokoh Tionghoa di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

        Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas turut menghadiri silaturahmi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan masyarakat Tionghoa di Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjelang imlek, Minggu (22/1/2017).

    Banyak pertanyaan yang muncul setelah membaca berita tersebut.

        Terdiri dari siapa saja ‘Tokoh Tionghoa’ itu?
        Kalau memang ‘Tokoh” tentunya terkenal, mengapa tidak ada nama yang disebutkan?
        Apakah ini tokoh yang sama yang menobatkan RS sebagai ‘man of the year?” #mendadakmual
        Apa kepentingan para tokoh Tionghoa mengundang cagub-cawagub dalam silahturahmi menyambut Imlek?
        Mengapa hadir pula ketua DPW PKB sebagai partai pendukung paslon 1?
        Mengapa mengundang paslon nomor 1 yang bukan keturunan Tionghoa?
        Mengapa tidak mengundang paslon 2 yang memang jelas keturunan Tionghoa?

    Salahkah saya jika saya berpikir banyak muatan politis dalam silahturahmi Imlek tersebut?

        Sylviana mengatakan, pada era Gubernur Fauzi Bowo, kegiatan keagamaan masih boleh dirayakan di Monas. Sylviana ingin menghidupkan aturan itu kembali dengan catatan Monas tetap dijaga kebersihannya.

    Baiklah Mpok, Imlek bukan perayaan keagamaan.

    Imlek adalah perayaan tahun baru penanggalan Cina.
    Orang-orang yang tinggal di China, apapun agama ataupun rasnya, pasti akan merayakan atau minimal mendapat libur di penanggalan tahun baru ini.

    Perayaan Imlek pada dasarnya adalah festival musim semi, untuk merayakan bahwa setelah satu tahun bekerja keras, harapan untuk keberuntungan dan kemakmuran di tahun berikutnya. Ini adalah waktu untuk beristirahat, dan berkumpul dengan keluarga, bukan berkumpul dengan tokoh politik.

    Imlek juga identik dengan petasan dan kembang api lho Mpok, pasti berantakan.

    Kita bicara mengenai serpihan kertas dan abu, bukan cuma sekedar sampah nasi bungkus dan botol air mineral yang mudah diangkat dan dibersihkan.

    Yakin orang-orang yang merayakan imlek di monas mau menyapu serpihan petasan?
    Mpok tahu nggak kalau menyapu dalam perayaan imlek itu pamali, karena artinya anda menyapu keberuntungan anda setahun ke depan.

        Gubernur Petahana VS Yang Berusaha Terpilih

    Setahun belakangan ini Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang tidak mengijinkan Monas untuk digunakan sebagai acara perayaan, karena ingin menjaga kesterilan dari PKL

    Tetapi Mpok Sylvi ini malah berniat mengumpulkan PKL di monas.
    Tidakkah ini bertolak belakang dengan tujuan petahana?

        “Selama saya beberapa tahun di Kwarda mengadakan acara di Monas, bayangkan semua pramuka 20.000 terakhir 40.000 dikumpulkan di Monas, keluarganya ikut nyari pernak pernik pramuka, yang jual habis,” ujar dia.
        “Ini punya dampak ekonomi buat rakyat kecil itu hingga akhirnya pramuka bisa dikenal, nah kalau ada Imlek di Monas saya enggak membayangkan pernak pernik dijual sangat meriah pastinya,” kata Sylvi.

        Bagaimana merangkul orang Tionghoa atau minoritas

    Mpok, jika anda ingin merangkul orang Tionghoa, bantu mereka untuk merasa aman, diterima sebagai WNI, tanpa merasa terancam karena perbedaan ras dan agama.

    Saya mengandaikan jika pemerintah adalah orang tua, dan rakyat adalah anak-anaknya,
    Tidakkah orang tua harus melindungi anaknya?

    Jika ada ancaman dari anjing liar, siap menerkam dan mengancam keselamatan anak anda, apa yang akan dilakukan orang tua?

    (opsi 1) Orang tua yang waras tentunya tidak akan pikir panjang, dia akan terjun menolong anaknya, menghalau anjing liar itu tanpa mempedulikan keselamatannya. Dia hanya berpikir agar anaknya selamat.

    (opsi 2) Apakah ada orang tua yang hanya melihat dari atas pohon, lalu berteriak-teriak pada anaknya: “Hayo Nak! Ibu disini, Ibu di pihak kamu, jangan takut”. tapi tidak melakukan apa-apa selain menyaksikan anaknya diserang anjing liar.
    Orang tua macam ini akan mengadakan acara pemakaman besar-besaran dan berpidato bahwa anaknya berjiwa besar dan dia menyesali apa yang terjadi.

    Maaf Mpok, perumpamaan yang terakhir itu yang anda (dan pasangan cagub) lakukan.

        Pernahkah anda mengecam pembuat poster: “Ganyang Cina!”?
        Pernahkah anda menegur ormas yang meresahkan para warga Tionghoa?
        Pernahkah anda berkomentar mengenai status di media sosial yang mengancam terulangnya kerusuhan 1998 (kejadian yang menodai sejarah Indonesia)?
        Pernahkah anda (atau cagub) anda melakukan sesuatu (minimal membuat petisi atau mengeluarkan pernyataan) sewaktu Vihara di Singkawang dibakar karena unsur SARA?

    Anda SALAH BESAR dengan berpikir bahwa makan malam bersama, menghadiri silahturahmi dan menjanjikan perayaan imlek akan mengambil suara orang Tionghoa

        Orang Tionghoa mendadak dianggap sebagai warga negara karena anda ingin memanfaatkan mereka agar mendapatkan suara mereka.

        Tetapi ini adalah orang-orang Tionghoa yang sama yang ditolak haknya sebagai pejabat negara karena perbedaan suku dan agama.

    Maaf Mpok, janji anda terlalu RENDAH, terlalu POLITIS dan terlalu PALSU untuk saya anggap sebagai janji seseorang yang akan memimpin ibu kota negara.

    Be Blessed,

    Oleh : Liesha Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Keanehan Dibalik Ucapan Sylviana Mengenai Imlek Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top