728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    Kasihan! Mediasi Ditolak PDIP, Ada Surat Permintaan Penangkapan Rizieq

    Jakarta, Warta.co - Sebelumnya Rizieq berencana melaporkan Megawati atas pidatonya, namun tidak lama kemudian Rizieq berubah sikap dan berniat minta mediasi dengan Megawati. Saya juga sudah memprediksi di tulisan sebelumnya bahwa PDIP kemungkinan besar tidak akan melakukan mediasi karena beberapa sebab dan memang tidak ada gunanya. Di sisi lain PDIP juga mengatakan Megawati tidak ada masalah dengan Rizieq.

    “Apa yang harus dimediasi? Bu Mega maupun PDIP tidak punya masalah atau sengketa hukum dengan Pak Rizieq. Kalau secara politik pun tidak ada alasan untuk mediasi,” kata ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

    Nah, seperti diberitakan Detik, upaya mediasi harus menemui jalan buntu alias ditolak PDIP. Menanggapi hal itu, Rizieq mengaku sudah terbuka untuk berdialog maupun mediasi. “Kita hadapi saja, yang penting kita terbuka. Mau dialog ayok, mau mediasi ayok,” katanya. Saya melihat ada aroma kekhawatiran dari kata-kata tersebut.

    Baru kali inilah saya melihat seorang Rizieq begitu santun dalam menanggapi dan bereaksi, tidak seperti biasanya. Tapi karena cap negatif yang sudah terlalu banyak menempel di dahinya, rasanya sangat sulit dipercaya. Benar sekali kata salah seorang yang pernah saya temui dulu, orang yang sudah tua, katanya begini, “Segarang-garangnya orang, kalau sudah terjepit atau bahkan maut sudah di depan mata, pasti akan takut juga.” Setelah dipikir-pikir tidak ada alasan bagi Rizieq untuk tidak takut, minimal khawatir lah. Dari luar mungkin terlihat biasa, tapi sebenarnya ada rasa was-was. Ngeri-ngeri sedap.

    Kalau Rizieq malah tidak takut, mungkin Rizieq akan berkomentar begini, “Kita hadapi saja. Mau perang di pengadilan ayok, mau ribut ayok.” Berani ngomong begitu, wah, bakal ada gelombang laporan yang lebih banyak lagi.

    Mediasi sudah ditolak PDIP, Rizieq malah mendapat bonus tambahan. Apa itu? Anggota komisi III DPR fraksi PDIP Henry Yosodiningrat, menyambangi Mabes Polri dan meminta Polri tidak ragu untuk menahan Rizieq. Menurutnya ucapan Rizieq berisi provokasi, caci maki serta fitnah dan dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Dia juga menilai ucapan Rizieq meresahkan masyarakat.

    “Setelah dilaporkan, dia masih mengulangi perbuatannya, ini perlu karena perbuatan Rizieq dilakukan terus-menerus dan berulang yang mengancam keutuhan negara, segera lakukan penangkapan dan penahanan,” kata Henry Yoso Dia juga menyerahkan surat yang berisi permintaan penangkapan Rizieq.

    Dia juga mengakui tuntutannya ini atas dasar inisiatif sendiri sebagai anggota DPR RI, bukan melalui perintah PDIP dan tidak diketahui oleh Megawati. Dia juga sudah siap dengan dampaknya, “Saya tahu akibat dari ini. Sebagaimana yang kita ketahui, Rizieq yang reaktif, pasti akan bereaksi. Reaksinya kita sudah tahu pasti di-PKI-kan atau dikafirkan,” katanya.

    Meski Henry Yoso datang bukan mewakili PDIP, tapi saya melihat ini sebagai pukulan dobel yang cukup telak untuk Rizieq. Setelah Rizieq ditolak mediasi, salah satu anggota fraksi PDIP memberi surat permintaan penangkapan. Ini ibarat Rizieq menyambangi sebuah rumah untuk berdialog, pemilik rumah mengusirnya dan malah ditambah dengan siraman air ke wajah Rizieq. Double combo attack.

    Secara tidak langsung penolakan mediasi dari PDIP dan apa yang dilakukan oleh Henry ini adalah sebuah kode halus dari PDIP supaya Rizieq tidak macam-macam. Jangan coba-coba melakukan sesuatu kalau belum siap dengan risikonya. Dalam istilah Inggris, Don’t mess with PDIP or all hell will break loose. Jangan macam-macam dengan PDIP atau situasi akan makin runyam (bagi Rizieq).

    Lalu bagaimana tanggapan Rizieq mengenai Henry Yoso? Seperti biasa, Rizieq kembali santai dan tetap melunak. “Saya nggak tahu siapa yang melapor, siapa namanya? Apa kasusnya? Wallahualam. Yang penting kita hadapi saja,” katanya.

    Dari tutur katanya, Rizieq sudah berubah ternyata. Kalau tidak, biasanya akan bereaksi dengan cara yang lain, lebih reaktif, lebih garang dan mungkin akan menantang balik. Orang yang tidak takut mungkin akan ngomong begini, “Memangnya siapa dia? Anggota DPR aja sok belagu. Saya tidak takut. Kalau mau lawan saya, saya akan ladeni.”

    Tapi keadaan sudah berbeda, Rizieq tidak lagi dalam posisi yang menguntungkan, melainkan buntung. Gimana mau melawan kalau sedang terjepit dan tak leluasa bergerak sambil megap-megap sesak napas? Mungkin untuk pertama kalinya dia menyadari bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak berdaya.

    Apa yang dilakukan Henry Yoso ternyata mirip dengan apa yang dilakukan Rizieq dulu ketika berkali-kali minta Ahok ditahan. Bahkan saat Ahok sudah jadi tersangka pun, Rizieq tetap ngotot minta Ahok ditahan. Sekarang gilirannya ada orang yang meminta dia ditahan. Karma atau kebetulan, silakan nilai sendiri.

    Sebagai penutup, pernah nggak pembaca Seword berpikir seandainya Rizieq dari dulu sopan, ceramahnya bagus, menyejukkan, nggak ada provokasi, mungkin sekarang sudah menjadi orang yang sangat berpengaruh dan dihormati? Potensi orang ini bagus. Tapi mau gimana lagi, potensi malah dipakai untuk cari gara-gara dengan orang lain. Apakah sekarang Rizieq menyesal? Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

    Bagaimana menurut Anda?

    Salam Entahlah.

     Penulis : XHardy Sumber : Seword.com

    Sumber Lainnya :
    https://m.detik.com/news/berita/3401744/ditolak-mediasi-oleh-pdip-rizieq-saya-terbuka-untuk-dialog

    https://m.detik.com/news/berita/d-3401431/sambangi-mabes-polri-henry-yoso-minta-habib-rizieq-ditangkap
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kasihan! Mediasi Ditolak PDIP, Ada Surat Permintaan Penangkapan Rizieq Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top