728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 22 Januari 2017

    ICRP : Kasus Ahok Bentuk Kriminalisasi Pembohongan Publik, Hentikan Menzalimi Ahok

    Jakarta, Warta.co - Muhammad Monib selaku Direktur Eksekutif Indonesian Conference On Religion and Peace (ICRP) menilai persidangan perkara pidana penistaan agama yang didakwakan kepada Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan bentuk kriminalisasi yang berujung pembohongan publik. Karena itu, dia berharap semua pihak tidak menzalimi Ahok lebih dalam lagi.

    “Saya tidak percaya Ahok melakukan penistaan agama. Sebagai seorang Muslim, tentu saya akan marah kalau Ahok menista agama Islam. Karena itu, saya sudah menyampaikan sejumlah argumentasi bahwa Ahok bukan penista Islam. Justru posisi Ahok sangat menguntungkan umat Islam, terutama warga DKI Jakarta,” tegasnya sebagaimana ditulis dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu 22 Januari 2017.

    Sejak awal, dia melihat persidangan terhadap Ahok sangat janggal karena menyidangkan perkara tanpa bukti hukum yang kuat. Meski demikian, Ahok tetap menjalani proses hukum tersebut. Hal ini memperlihatkan sikap kenegarawan Ahok. “Pengadilan terhadap Ahok ini justru di bawah tekanan kelompok massa yang intoleran. Ini tidak sehat,” terangnya.

    Ia menilai, desakan sejumlah ormas Islam terkait persidangan Ahok ini hanya kepentingan politik jangka pendek dan panjang.

    “Dalam jangka pendeknya, ini hanya untuk kepentingan politik pilkada DKI Jakarta. Dan jangka panjangnya, saya melihat keinginan dari kelompok Islam ini ingin menghidupkan kembali 'kotak pandora'  Piagam Jakarta,” urainya.

    Pada bagian lain ia berpendapat, bangsa ini akan terpuruk jika pemaksaan kehendak agar Ahok dipenjara terus mencuat.

    Hal ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Karena itu, harus menjadi perhatian bersama anak bangsa.

    “Saya sangat paham bahwa presiden tidak boleh intervensi. Tetapi, sebagai pimpinan puncak negara ini, kalau ada upaya pemaksaan seperti ini, demi kepentingan nasional, demi keutuhan bangsa maka dengan cara yang sangat baik, presiden melakukan untuk mengarahkan. Ini demi kepentingan nasional kita. Kalau tidak seperti itu maka ini bukan pemimpin bangsa,” harapnya.

    Meski upaya politisi agama ini terus dimainkan, dia percaya warga DKI tidak akan terpengaruh. Sejumlah hasil survei menyebutkan masyarakat Jakarta sangat rasional, waras, dan jernih melihat upaya kriminalisasi dan pemaksaan kehendak terhadap Ahok. Ini artinya, peluang Ahok menjadi orang nomor 1 di DKI Jakarta terbuka lebar.

    “Waktu satu bulan ini, Ahok harus kerja keras lagi. Karena tekanan untuk tidak menwaraskan nalar publik demikian kuat. Saya melihat, Ahok seorang pejabat publik yang konsisten. Dia sangat gentlemen dan elegan. Untuk itulah, kenapa kami pasang badan yang jumlahnya 190 orang hingga detik ini karena Ahok adalah orang yang bisa dipercaya. Ahok punya integritas,” tutupnya.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: ICRP : Kasus Ahok Bentuk Kriminalisasi Pembohongan Publik, Hentikan Menzalimi Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top