728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 18 Januari 2017

    FPI Hanya Tinggal Menghitung Hari Rest In Peace dan Menjadi Sejarah Kelam Bangsa


    Jakarta, Warta.co - Saat ini gaung pembubaran FPI telah merebak kemana-mana sampai ke daerah-daerah, seperti di Bali, Lampung, Pekalongan, Madura, Kalimantan. Aksi penolakan FPI dilakukan dengan demonstrasi dan pemasangan spanduk menolak ormas anarkis yang memecah belah bangsa.

    Tentunya reaksi penolakan masyarakat terhadap FPI dapat dipahami karena FPI adalah ormas ymag mengusung kekerasan, menjunjung tinggi pertikaian, mengedepankan sikap memecah belah persatuan bangsa dan antar umat beragama, serta menolak Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara dengan mengatakan bahwa Pancasila ada di pantat.

    Penolakan terhadap FPI semakin marak akhir-akhir ini karena masyarakat paham betul bahwa FPI adalah ormas yang bercita-cita menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam yang menganut sistem khilafah. Semakin kesini mereka semakin beringas dan semakin merajalela.

    Bukan hanya rakyat kecil yang dibenturkan dalam aksi adu domba mereka, bahkan Institusi negara sekaliber Polri pun jadi korban bulan bulanan mereka dengan memaksa Kapolda yang mereka benci dan tidak berpihak kepada mereka agar segera dicopot dari jabatannya.

    Selain menggeruduk Mabes Polri, mereka juga menciptakan Petisi Online untuk mecopot Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolda Kalimantan Barat. Yang lebih sadis lagi, dalam aksi demo mereka ke Mabes Polri, kelompok intoleran itu melakukan penghinaan terhadap bendera Merah Putih dengan membubuhi tulisan Arab dan gambar pedang seperti bendera Arab Saudi.


    Perlakuan kurangajar ini sudah sangat keterlaluan, bahkan pimpinan FPI, Rizieq Shihab (orang ini tidak pantas dan tidak layak menyandang gelar Habib) menghujat Presiden Jokowi sebagai Presiden yang impotent dan sontoloyo hanya karena Jokowi menginstruksikan kepada aparat keamanan agar jangan ragu menindak ormas anarkis yang melakukan sweeping atribut natal.

    Selain Jokowi dan Ahok, sudah banyak pejabat negara yang dihina oleh Rizieq Shihab. Ia pernah menghina Wiranto dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Wiranto disebutnya sebagai Wiranti hanya karena Hanura menjadi partai pendukung Ahok untuk maju sebagai Gubenur DKI Jakarta dalam Pikada DKI 2017.

    Ormas yang dibentuk pada tahun 1997 yang silam sebagai bagian dari Pamswakarsa (Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa ) itu kini semakin lupa diri dan merasa mempunyai kekuatan yang tidak bisa disentuh negara karena dibekingi dengan dalih umat Islam dibelakang mereka dan bekingan elit-elit politik dan Parpol yang tidak menginginkan negara ini aman dibawah pemerintahan Jokowi.

    Dalam aksi-aksinya, mereka memanfaatkan Fatwa MUI untuk memuluskan gerakan mereka agar didukung umat Islam. Namun untungnya, Kapolri JenderalTito Karnavian telah mengendus niatan tidak baik mereka dan mengingatkan soal Gerakan Riziek Shihab dan FPI yang berusaha manfaatkan Fatwa MUI demi memuluskan kepentingan mereka.

    Bukan hanya memanfaatkan fatwa-fatwa MUI, mereka juga berupaya mengarahkan MUI agar mengeluarkan fatwa-fatwa tertentu yang sesuai dengan kepentingan mereka. Sikap tersebut memicu Riziek Shihab dan kelompoknya itu membuat gerakan baru yang menamakan diri sebagai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

    Kelompok tersebut memobilisasi masyarakat untuk melakukan berbagai aksi demo yang membahayakan kebhinekaan di negeri ini demi tercapainya kepentingan mereka. Akibatnya negara jadi sibuk dan terkuras tenaga serta biaya dari negara yang notabene adalah hasil pajak keringat rakyat untuk mengurusi kelompok intoleran itu.

    Kini perbuatan mereka telah mencapai klimaksnya. Ibaratnya botol kosong yang setiap hari terisi tetesan air, lama kelamaan akan penuh juga, sehingga akhirnya akan tumpah meluap keluar dari atas botol.

    Saat ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tengah mendalami ormas anarkis FPI. Gatot Nurmantyo dengan tegas mengatakan bahwa TNI berkomitmen akan melakukan perlawanan terhadap ormas yang anti Pancasila. Arahan Presiden Jokowi  jelas, Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia.

    Gatot Nurmantyo dan TNI tidak akan membiarkan ormas anarkis merajalela dan tumbuh subur di negeri ini. Siapapun  yang berniat mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa dan mengancam kedaulatan bangsa Indonesia akan berhadapan dengan mereka.

    Selain Panglima TNI, Menkopolhukan Wiranto juga menegaskan bahwa negara kita bukan negara ormas.

    Disaat tuntutan pembubaran semakin marak di berbagai daerah dan berbagai elemen bangsa, termasuk oleh para petinggi negeri yang mengecam ormas intoleran itu, Rizieq Shihab kini mulai panas dingin dan ketar-ketir jangan sampai organisasi tempatnya mencari nafkah itu diberangus oleh Pemerintah.

    Namun sudah terlambat, gaung penolakan sudah terlanjur marak dimana-mana sampai ke daerah-daerah. Dengan semakin banyaknya reaksi masyarakat, termasuk militer dan Polri terhadap ormas dodolipet perusak bangsa itu, maka FPI hanya tinggal menghitung hari akan Rest In Peace dan menjadi sejarah kelam bangsa ini.

    Sumber : Seword.com  oleh : Argo Javirez
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: FPI Hanya Tinggal Menghitung Hari Rest In Peace dan Menjadi Sejarah Kelam Bangsa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top