728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 23 Januari 2017

    Beda dengan SBY, Jokowi Biar Kerempeng Tenaga Banteng

    Jokowi saat Pidato bersama Sby
    Jakarta, Warta.co - Perawakan yang kurus, dengan postur tubuh yang cukup tinggi adalah salah satu ciri yang dimiliki oleh Presiden RI Ke 7, Ir.Joko Widodo. Dalam kampanyenya di Surabaya Jawa Timur sewaktu Jokowi masih sebagai calon Presiden RI pada Tahun 2014 yang lalu, Bu Megawati pernah menyebut Jokowi biar Kerempeng adalah Banteng.

    “Yang kalian minta sudah saya kasih. Saya kasih si Kerempeng ini (Jokowi). Biar Kerempeng dia adalah banteng”. Kata Megawati di depan ribuan masa kampanye di Surabaya pada tahun 2014 yang lalu.

    Dan artinya Bu Mega menegaskan, bahwa orang tidak boleh meremehkan perawakan Pakdhe Jokowi yang kurus (kerempeng).

    Filosofi banteng di sini adalah lebih kepada sifat yang merakyat dan kuat, dan itu ada dalam diri Pakdhe Jokowi sang Presiden kebanggaan rakyat dari Sabang sampai Merauke. Bukan banteng dari ukuran segi fisik, karena kalau segi ukuran fisik jelas Pakdhe Jokowi bukan perawakan yang besar seperti tubuh banteng. Hehehe bercanda.

    Akhirnya ucapan Bu Megawati itu terbukti hari ini, Presiden yang perawakannya kerempeng yang satu ini tidak bisa diremehkan kemampuannya dalam mengelola negara.

    Orang yang memusuhinya satu persatu klepek-klepek. Contoh saja Golkar Partai besar, dulu Partai berlambang beringin ini sangat beringas beroposisi ke Pakdhe Jokowi, namun kenyataan pada hari ini beringin takluk di hadapan Pakdhe Jokowi, bahkan sekarang menjadi salah satu partai pendukung pemerintah.

    Kemudian baru-baru ini beliau (Jokowi) disindir Pak Mantan melalui cuitan di twitter dengan mengatakan “Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar “hoax” berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*”. Tulisnya pada akun twitter Pak Mantan.

    Beda dengan Pak mantan, Pakdhe Jokowi dalam menyikapi fenomena berita hoax pada akhir-akhir ini. Pakdhe Jokowi mengingatkan kepada seluruh rakyat agar jangan banyak mengeluh terkait adanya berita hoax, saat ini hampir semua negara mengalami hal tersebut.

    “Saya kira sudah lama kita bertarung dengan yang namanya kabar bohong, yang namanya hoax itu. Saya kira kita sudah bertarung lama lah dan terus menerus,” ujar Pakdhe Jokowi usai mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, pada Minggu (22/1/2017).

    Kemudian Pakdhe Jokowi juga melanjutkan jawaban wawancaranya kepada wartawan, kata-kata yang satu ini pasti  menggelitik dan bisa membuat Pak Mantan baper lagi. Hehehe

    Menurut Pakdhe Jokowi, masyarakat saat ini memang mau tidak mau harus menghadapai era keterbukaan, namun sebaiknya tetap dibarengi dengan norma-norma kesopanan.

    “Itu yang selalu saya sampaikan ke mana-mana, dan saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini, ya seperti itu, ya kita hadapi. Karena semua Negara juga menghadapi enggak perlu banyak keluhan, ya,”. Kata Pakdhe.

    Cuplikan kata “enggak perlu banyak keluhan, ya” saya rasa itu sangat pedas dan mengena. Semoga saja Pak Mantan baca biar bapernya enggak ketulungan lagi. Hehehe

    Coba saja waktu Pak Mantan dulu masih menjabat sebagai Presiden dan mengalami banyak masalah yang hari ini di alami Pakdhe Jokowi, pasti Pak Mantan akan press release terus dengan memanggil media mengeluh dan mengeluh terus dihadapan rakyat.

    Beda dengan Pakdhe Jokowi yang masih tetap tegar dan kuat selayaknya tenaga banteng dalam menghadapi dinamika persoalan negara hari ini. Jadi 100 % betul apa yang dikatakan Bu Mega kalau Pakdhe Jokowi biar Kerempeng adalah Banteng. Sangat masuk akal menurut saya.

    Gara-gara cuitnya tersebut justru Pak Mantan semakin kehilangan kewibawaan sebagai negarawan. Banyak pro dan kontra dalam menanggapi cuitan Pak Mantan, tapi saya amati lebih banyak ke kontranya.

    Banyak Netizen media sosial menyayangkan keluhan Pak Mantan mealui cuitan ditwitternya tersebut, Banyak netizen yang membullyingnya. Negarawan kok ngeluh  terus di medsos . Hahaha, kritik saya.

    Bisa di bilang Pak Mantan itu terlalu kekanak-kanakan atas keluhannya melalui cuitannya tersebut. Coba Pak Mantan sekali-kali belajar dari Pakdhe Jokowi dan Pak Ahok, banyak fitnah menyerang beliau berdua, namun tetap tegar tidak banyak mengeluh.

    Padahal Pakdhe Jokowi itulah adalah bagian dari korban fitnah terkait berita Hoax. Lihat itu kelakuan Bambang Tri, Presiden sendiri kok di fitnah sebagai keturunan PKI, coba Pak Mantan digituin oleh Bambang Tri, bisa-bisa baper seumur hidup.

    Sebagai banteng sejati, Pakdhe Jokowi selalu memotivasi rakyatnya agar selalu optimis. Kerja-kerja-kerja, itulah jargon beliau (Pakde Jokowi). Jangan ngeluh-ngeluh-ngeluh, baper-baper-baper kayak Pak Mantan. Hehehe

    Ingat, postur tubuh Pakdhe Jokowi tidak sebesar postur tubuh Pak Mantan, Presiden Republik Indonesia Ke-6. Tapi kenyataanya Pakdhe Jokowi lebih kuat dalam menghadapi persoalan negara saat ini. Tidak banyak mengeluh tetap optimis membawa masa depan bangsa dan negara menjadi lebih baik.

    Pesan untuk Pakdhe Jokowi, pepatah pernah mengatakan “Pohon semakin tinggi, semakin kencang angin menerpanya”.

    Sekian

    Penulis : Saeun Muarif  Sumber :  Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Beda dengan SBY, Jokowi Biar Kerempeng Tenaga Banteng Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top