728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 20 Januari 2017

    Baru Beberapa Bulan Saja, Jakarta Sudah Kembali Ke Jalan yang ‘Benar’

    Jakarta, Warta.co - Istilah Ibukota lebih kejam dari Ibu tiri tidak begitu terdengar saat masa pemerintahan Jokowi-Ahok. Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat membuat masyarakat miskin menjadi mendadak ‘berduit’ yang penting punya KTP DKI. Pelayanan publik menjadi cepat, semua PNS rajin, tidak ada yang berani minta uang rokok.

    Ini kan aneh!! Ini bukan budaya birokrasi ‘khas Indonesia’! Seharusnya bila bisa dipersulit jangan dipermudah! Masak buat dokumen hanya perlu beberapa hari? Ini sudah merusak budaya yang telah bertahan sejak dulu. Budaya ini harus dipertahankan,karena merupakan ‘kearifan lokal’. Membuat dokumen wajib beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun bila senyum Ir. Soekarnonya kurang banyak (uang 100 ribu).

    Mulai Kembali ke Jalan yang ‘Benar’

    Syukurlah, sekarang Jakarta sudah mulai kembali seperti sedia kala. PNS ini seharusnya memang datang telat, masak datang jam 7 pagi? Bukankah PNS merupakan jabatan ‘beken’ dan level tinggi? Mana sudi dipanggil sebagai pelayan rakyat? Seharusnya rakyatlah yang mempermudah kerjaan PNS. Bila perlu formulir A, suruh dia ke counter A. Jangan bantu mereka ambil, PNS tidak digaji untuk menjadi pembantu!! Kalau perlu ping-pong sana-sini agar rakyat sehat. Bagus toh, sekalian buat SIM sekalian olahraga?

    Kita mesti berbangga hati karena budaya leletnya PNS yang telah digusur Ahok sudah kembali. Bukankah orang tua kita selalu mengajarkan agar menghormati tradisi? Ini tradisi leletnya sudah kita hidupkan kembali, jadi membuat SIM, KTP, dll jangan selesai satu hari. Selesai 1 bulan biar sesuai tradisi.

    Hubungan DPRD dengan Pemprov juga sudah diperbaiki seperti sedia kala. Tidak seperti Ahok yang begitu arogannya mengunting dana-dana pokir DPRD, Plt rasa gubernur Sumarsono begitu mengakomodir pokir DPRD. Ini kan sudah seperti yang seharusnya, DPRD dan Pemerintah harmonis, hepi-hepi. Makanya Sumarsono menaikkan anggaran APBD Jakarta kurang lebih 2 trilyun, dan didalamnya termasuk dana buat DPRD.

    Ini kan bagus, kerja DPRD itu begitu berat. Lihat saja mereka sering mengantuk dan tidur saat rapat. Bahkan sangking beratnya pekerjaan mereka, ruang rapat sering sepi, mungkin agar mereka bisa main golf menghilangkan penat pekerjaan. Sudah jelas DPRD membutuhkan dana tambahan agar bisa ‘termotivasi’ untuk tetap semangat. Dana makanan dan minuman DPRD pun ditambah agar bisa makan lobster tiap hari.

    Hasil kerja keras Sumarsono mendorong Jakarta kembali ke jalannya yang ‘benar’ sungguh luar biasa, DPRD menjadi diam. Mana ada pertentangan antara Plt rasa Gubernur dengan DPRD. Mereka semua hepi-hepi, seperti sedia kala sebelum Jokowi-Ahok masuk.

    Bahaya Bila Ahok Kembali

    Bagaimana bila Ahok ternyata menang Pilkada nanti? Wah, ini bahaya!

    Bisa-bisa semua dokumen kelar satu hari. Ini terlalu cepat, mana boleh selesai satu hari. Ijasah S1 saja perlu 4 tahun untuk mendapatkannya, seharusnya setiap dokumen juga selama itu. PNS pun tidak dibiarkan malas dan telat lagi. Ini sudah pelanggaran HAM. PNS punya hak sebagai manusia untuk malas, Ahok tidak berhak untuk mengambil hak tersebut dari mereka!!! Seharusnya Ahok sudah disidang di persidangan HAM untuk hal ini!!

    Ahok juga sangat menentang uang rokok. Ini kan sudah kurang ajar, masak PNS dilarang menerima uang? Uang itu rejeki dari Tuhan, tidak boleh Ahok melarang PNS untuk menerimanya. Bukankah uang rokok, bensin, jalan, dll juga termasuk rejeki dari Tuhan. Wah, ternyata Ahok ini sudah menyengsarakan bawahannya. Mana bisa lagi bawahannya menyicil motor Ninja miliknya?

    Ahok juga sering berantem dengan DPRD. Seharusnya Gubernur itu harus hepi-hepi dengan DPRD. Masukkan Pokirnya, berikan dana APBD lobster kepada DPRD. Bukankah ini solusi win-win? Ahok tidak diganggu dan DPRD bisa makan lobster? Kalau perlu kasi juga proyek, yang penting dapat sekian persen. Kan akhirnya sama-sama senang?

    Bagi para pemilih, jangan pilih lagi Ahok. Orang semacam ini merusak tatanan budaya dan tradisi yang sudah dipelihara bertahun-tahun. Tanyakan kepada orang tua kita, di dunia mana dokumen kalau diurus dikantor pemerintahan bisa selesai satu hari?

    Kita wajib menjaga tradisi. Uang rokok, bensin, jalan, dll merupakan tradisi yang sudah lama dipegang, jangan hanya karena pemimpin kafir itu semua hilang. Budaya keliling sana-sini diping-pong PNS juga harus kembali, itu kan olahraga. Mana ada olagraga yang buruk?

    Pilkada nanti, pastikan memilih pemimpin yang menjanjikan Jakarta yang ‘baik dan benar’. Tapi bila ingin memilih pemimpin yang sudah merusak tradisi lelet, ya resiko sendiri. (19/01/2017)

    Oleh : Evan kurniawan Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Baru Beberapa Bulan Saja, Jakarta Sudah Kembali Ke Jalan yang ‘Benar’ Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top