728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 21 Januari 2017

    Aku Berjihad Karena Ingin Mendapatkan Paha(la) 72 Bidadari Syurga!

    Jakarta, Warta.co - Matahari masih bersinar malu-malu diantara awan mendung. Namun tidak begitu dengan Al, bukan nama sebenarnya, bocah kecil berusia 6 tahun yang masih duduk di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah itu sudah bersiap-siap untuk keluar rumah.

    Tatapan matanya berkilat-kilat memancarkan semangat. Tubuh mungilnya itu sudah rapi jali dibalut pakaian putih plus peci putih dengan aksen hijau bertuliakan efpei, nama salah satu ormas keagamaan paling hits sejagad Indonesia Raya.

    Bukan, si kecil Al bukan sedang bersiap untuk mengikuti program pelatihan manasik haji untuk anak-anak. Bukan pula mengikuti TPA di mushola kampung. Ia sedang bersiap-siap untuk mengikuti aksi turun ke jalan bersama efpei and the gank dalam rangka mengawal sidang Ahok di Kementerian Pertanian.

    Sejujurnya, si kecil Al bukanlah pendatang baru dalam dunia perdemoan. Ini bukan kali pertama ia ikut berdemo membela agama Islam bersama efpei and the gank. Demo berjilid 411 dan 212 pun sudah dijabaninya. Demo paling gress yang diikutinya adalah demo di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan kemarin, juga bersama efpei and the gank.

    Namun demo kali ini berbeda dengan demo-demo sebelumnya. Pada dua demo terakhir, kaki Al harus digips karena kecelakaan. Alhasil iapun harus dibopong sang Ayah untuk mengikuti demo. Namun hal itu tak sedikitpun menyurutkan langkahnya untuk maju membela agama Islam.

    Bapaknya bilang bahwa jihad seperti inilah yang merupakan tingkatan ibadah yang paling mulia mengalahkan segala apapun. Ia percaya ucapan bapaknya bahwa ini adalah jihad paling sempurna yang mengalahkan semua amalan yang lain seperti solat, puasa, mengaji dan sedekah. Berangkatlah ia dan bapaknya dari rumah mereka di Penjaringan menuju Kementerian Pertanian.

    Sosok si kecil Al terlihat mencolok di antara para pendemo yang mayoritas adalah orang dewasa. Ia ikut long march bersama para pendemo. Ia juga turut melaksanakan solat Zuhur berjamaah. Lalu datanglah seorang pewarta yang mewawancarainya.

    “Adik demo kesini tujuannya apa?” tanya sang pewarta.

    “Ingin dapat pahala.” jawab si kecil Al.

    Apalagi yang ada di dalam pikirannya selain mencari pahala.

    “Dik, adik mengerti tentang masalah Ahok yang katanya menistakan agama?”

    Si kecil Al pun menjawab singkat,
    “Saya marah.”

    Sungguh luar biasa kepahaman agama si kecil Al yang rela berjuang di jalan Allah untuk membela Islam walau dalam kondisi kaki yang sedang sakit. Kepahaman itu adalah buah didikan orang tua Al yang sejak kecil tak henti-hentinya mengajarkan padanya tentang berlomba-lomba mengumpulkan pahala. Jihad menjadi hal yang dikultuskan dan demo adalah salah satu wujud dari jihad.


    Jihadlah yang banyak maka engkau akan diganjar pahala yang banyak. Jika pahalamu banyak, maka engkau bisa masuk ke dalam syurga. Di dalam syurga, Allah akan menyediakan bagimu 72 bidadari yang cantik-cantik, matanya jeli-jeli, berkulit putih mulus, semlohay, aduhay lagi bohay. Itu yang selalu didengung-dengungkan oleh orang tua Al sejak ia kecil. Si kecil Al pun tumbuh menjadi sosok pemuja pahala. Tak ada yang lebih indah dibandingkan janji Allah pada umatNya yang rajin mengumpulkan pahala.

    Tidak, sesungguhnya, si kecil Al tidaklah salah. Anak kecil terlahir layaknya selembar kertas putih. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.

    Belasan tahun sudah berlalu. Kini si kecil Al tidak lagi kecil seperti dulu. Ia sudah tumbuh menjadi pemuda. Tinggi, tegap, berkulit sawo matang warnanya. Ia kini menjadi pasukan garda depan efpei. Penjaga agama, juga ulama. Kini bukan pewarta yang menghampiri dan mewawancarainya.

    Al besar dengan berani langsung merebut dan menguasai microphone milik sang pewarta, lalu dengan penuh rasa bangga ia berkata, “Tujuanku berjihad adalah karena ingin mendapatkan paha(la) 72 bidadari syurga!!” Lalu ia tertawa lepas. Tatapan matanya liar dan beringas. Pentungan kayu di tangannya itupun mengayun keras. Siap menghancurkan minimarket, toko, dan diskotek yang menolak memberikan lembaran uang kertas.

    “Allahu akbar..!!!”
    “Allahu akbar..!!!”
    “Allahu akbar..!!!”

    Oleh : Mitha  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aku Berjihad Karena Ingin Mendapatkan Paha(la) 72 Bidadari Syurga! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top