728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 13 Desember 2016

    Vox Point Indonesia Menilai Kasus Ahok Kental Nuansa Politik Dibanding Soal Hukum


    Jakarta, Warta.co - Handoyo Budhisedjati selaku Ketua Vox Point Indonesia (VPI), mengatakan, pihaknya menilai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama (Ahok), kental dengan nuansa politik dibanding persoalan hukum.

    "Kita melihat kenyataan masalah hukum dicampuradukan dengan masalah politik dalam kasus Ahok, bahkan lebih kental unsur politisnya. Hal ini kita sayangkan," ujar Handoyo Budhisedjati dalam konferensi pers terkait "Polling Pilkada DKI Jakarta oleh VPI" di Gedung Sanggar Prathivi, Jakarta Pusat, Selasa (13/12) malam.

    Handoyo mengatakan, pihaknya bukanlah pendukung Ahok. Namun, lanjut dia, apa yang terjadi pada diri Ahok telah menjadi perhatian serius VPI. Pasalnya, lanjut Handoyo, Ahok merupakan salah satu calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang siap berkontestasi di ajang Pilgub DKI pada 15 Februari 2017.





    "Kami independen dan netral di Pilkada DKI Jakarta. VPI terima semua calon kepala daerah. Namun, apa yang terjadi pada Ahok sangat disayangkan karena terlihat ada upaya pihak yang tidak bertanggung jawab yang berupaya menjegalnya untuk menjadi kepala daerah," tambahnya.

    Padahal, kata Handoyo, dalam poling internal VPI pada 8 November sampai 8 Desember 2016 menunjukkan, 80 persen pemilih DKI Jakarta memilih Ahok/Djarot jika Pilkada diselenggarakan sekarang. Kemudian disusul Anies-Sandi (12 persen) dan Agus-Sylviana (8 persen).

    "Ini hasil poling internal kami yah, dan sangat berbeda dengan hasil survei beberapa lembaga survei, tetapi kami bisa pertanggungjawabkan," ungkap dia.

    Handoyo menjelaskan, tim VPI membagi quisioner poling merata di daerah seluruh DKI Jakarta. Dari 400 quisioner yang disebar, kata dia, hanya 258 saja yang kembali ke tim VPI. Responden rata-rata mengetahui bahwa Pilkada diselenggarakan pada 15 Februari 2017, ada 82 persen yang mengetahui dan hanya 18 persen yang tidak tahu.

    "Sekitar 97 persen responden mengetahui tiga paslon pilgub DKI Jakarta baik Agus-Sylviana, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Dan hanya 3 persen yang tidak tahu. Dan mayoritas memilih Ahok-Djarot karena kinerja terbukti, orangnya tegas, jujur, dan disiplin dan rekam jejaknya berprestasi," terang dia.

    Handoyo pun berharap, gelaran Pilkada DKI Jakarta menjadi barometer pemilihan yang menjunjung tinggi sportivitas, pertarungan ide, gagasan, program dan visi-misi para kandidat. Pilkada DKI Jakarta, kata dia, harus jauh dari politisasi isu-isu SARA dan Primordial.

    "Kita berharap, Pilkada DKI Jakarta menyuguhkan pertarungan ide, gagasan, program dan rekam jejak para kandidat sehingga warga DKI Jakarta bisa memilih dengan cerdas dan tidak salah memilih pemimpinnya," imbuh Handoyo.
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Vox Point Indonesia Menilai Kasus Ahok Kental Nuansa Politik Dibanding Soal Hukum Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top