728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 19 Desember 2016

    Video Bambang Winasis Menantang: Kaum Titik-titik Mau Apa Sekarang?

    Beberapa hari lalu ada pembaca yang meminta saya tulis opini agar Ahok dibebaskan.  Menurut saya percuma.  Itu sudah ditulis oleh banyak anggota Seworders (Special Word Writers, sebutan untuk teman-teman penulis salah satu situs Seword.com).  Ahok tidak akan dibebaskan hanya karena opini penulis Seword.  Kuasa di “sana” sungguh besar.

    Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membongkar standar ganda.  Karena itu lebih mewaraskan.

    Begini.  Berbicara tentang pembongkaran terhadap standar ganda, saya mau ulas video yang menjadi muncul 2 hari lalu.  Hari ini grup penulis juga membahas nama pembuat video, Bambang Winasis.  Saya mau tampilkan terlebih dahulu beberapa kalimat penting di video yang dia buat,  Saya kutip verbatim, sebab saya bukan Buni Yani.  Nanti saya tunjukkan kaum titik-titik akan bingung harus bertindak apa.

    03:22
    Siapapun orangnya… siapapun, siapapun… yang memanfaatkan agama… Siapapun orangnya yang memanfaatkan agama dan dia membawa agama itu ke ranah politik, dialah sebenar-benarnya penista agama.

    03:53
    Gua meyakini satu, kalo orang yang satu iman sama gua itu saudara seiman, tapi kalau ada orang yang nggak seiman sama gua, buat gua itu saudara dalam kemanusiaan.  Dan apapun perbedaannya [gak jelas]di Indonesia, apapun lah, lu mau Cina, lu mau kafir deh sekalian, lu mau Jawa, Batak, Papua… Lu mau Hindu, Budha, Nasrani, apapun itu [di video, Bambang Winasis memberitahu bahwa dirinya muslim].  Kalau lu, gua, semua, menjadi warga negara Indonesia yang sah, hak dan kewajiban kita sama.  Dan ada lagi yang penting, bendera kita sama: merah putih.

    05:21
    Pak Ahok, lo jangan takut.  Jangan lagi lo nangis.  Lo nggak sendirian.  Gua… Mungkin gua akan nemenin lo.  Gua akan temenin lo masuk penjara.  Gua akan temenin lo di penjara.  Lo ga akan sendirian.  Gimana caranya gua bisa nemenin lo masuk penjara?

    06:09
    Dan ini pesan yang akan gua sampaikan kepada seluruh… saudara-saudara gua sebangsa dan setanah air di seluruh Indonesia…  Saat ini kan ada pilkada serentak… di Indonesia.  Gua mau bilang, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, yang mempunyai hak pilih di Pilkada serentak di Indonesia ini.  Jangan pernah mau dibo’ongin sama orang pake surat Al-Maidah ayat 51!  Gua ulangin ya.  Gua titip pesen sama seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih di Pilkada serentak ini.  Jangan pernah mau dibo’ongin sama orang pake surat Al-Maidah ayat 51!  Jangan pernah mau.

    07:44
    Jadi kalau misalnya Pak Ahok masuk penjara gara-gara Pak Ahok ngomong kayak gitu, maka gua… gua juga harus dimasukkin penjara karena gua juga melakukan hal yang sama.

    Sampai di sini, saya kaget.  Seberani itu Bambang Winasis mengambil tindakan.  Apalagi dia melanjutkan dengan kalimat “Pak Ahok, gua akan temenin lu.”  Saya merinding melihat video tersebut.  Tiba-tiba saja saya ngefans dengan orang ini.

    Yang juga menarik, ada nilai yang saya juga pelajari, dari kalimat Bambang Winasis selanjutnya.

    08:12
    Pak Ahok, gua temenin.  Gua bakal temenin lu.  Lu mungkin China, lu mungkin kafir, [sampai di sini, Bambang mulai berbicara lambat dan matanya berkaca-kaca] tapi gua tau lu, lu orang baik.  Lu orang baik.  Gua bukan siapa-siapanya elu.  Gua ga pernah kenal sama elu.  Salaman juga gua ga pernah, tapi gua yakin lu orang baik.  [dia bicara sambil gemetar dan menahan air mata] Dan gua paling suka sama orang baik, daripada orang munafik… Gua akan temenin lu.

    Saya sendiri melihat video tersebut sampe mbrebes mili.  Jujur saya gemetar.  Sebegitunya dia membela Ahok, walaupun dia tahu bahwa Ahok berbeda keyakinan dengan dia.

    08:55
    Jangan pernah lu putus semangat.  Yang nge’doain lu banyak.  Gua nge’doain lu.  [akhirnya meneteslah air mata Bambang]  Temen-temen gua banyak yang nge’doain lu.  [sroooot] Iman kita beda.  Tapi lu orang baik Hok, gua salut sama lu.  Jarang gua temu’in orang kayak lu.

    Lebih lengkapnya, lihat saja video di bawah ini.



    Video Bambang Winasis ini signifikan.  Kenapa?  Karena dia berhasil pukul dua pihak sekaligus.  Yang pertama dia pukul banyak orang Kristen.  Saya pribadi adalah seorang Kristen.  Saya membayangkan bagaimana rasanya jadi Ahok yang dibela oleh banyak orang, bahkan oleh orang yang berbeda iman dengan dia, karena keinginannya melakukan hal yang baik untuk banyak orang.

    Bagaimana rasanya bila ada orang bilang pada saya, “Bel, iman kita beda.  Tapi lu orang baik Bel, gua salut sama lu.  Jarang gua temu’in orang kayak lu”?  Wah, merinding rasanya.  Itulah upahnya jika kita hidup memikirkan nasib orang banyak, apapun agama kita.

    Apalagi kita hidup di negara dengan banyak sekali golongan, baik itu agama, suku, daerah, dll.  Kalau kebaikan kita menembus batas-batas partikuler dan tembok-tembok kesukuan, betapa indahnya!

    Apa yang baik yang kita lakukan kepada orang banyak, meskipun susah dan ada kemungkinan berusaha dijatuhkan oleh kaum titik-titik, percayalah bahwa tak sedikit yang akan mendukung.

    Yang kedua, dan ini yang penting, dia pukul kaum titik-titik.  Kalau memang tidak ada maksud politis dari apa yang dialami Ahok selama ini, mulai dituduh penista agama, dilaporkan, didemo, dan diteriaki “bunuh!,” “gantung!,” ” penggal!,” “sate!,” maka itu juga akan dialami oleh Bambang Winarsis.  Sebab dengan jelas Bambang mengatakan hal yang serupa.

    Kaum titik-titik pasti akan kebingungan.  Sebab kalau ada 1000 orang melakukan hal yang sama, maka harus ada 1000 pelaporan terhadap orang yang berbeda.  Harusnya juga ada 1000 demo dengan menghadirkan 7 juta (katanya) berbaju putih untuk setiap demo.

    Di setiap demo, harus ada 1000 santri yang mau diajak jalan kaki 300 km menuju setiap lokasi demo.  Kalau demonya dilakukan bersamaan, berarti akan ada 1 juta santri.  Rekor!

    Tak lupa, Juga harus ada 1000 merk roti yang membagikan roti secara gratis, kemudian diboikot.  Harus ada juga, ah, cukup, pusing.  Mustahil pula.  Haha…

    Intinya, kalau akhirnya Bambang tidak mengalami hal serupa, maka ada yang salah dengan penggerak-penggerak massa tersebut.  Kalau Bambang tidak mengalami hal serupa, anda harus bertanya, apa yang salah dengan bangsa ini sekarang?  Ahok kah yang menyebabkan efek domino perpecahan antar umat?

    Pendirian saya tetap.  Ahok melakukan hal yang tidak perlu ketika dia membahas orang-orang yang menolaknya dengan menggunakan Al-Maidah.  Dalam konteks sosial ketimuran yang sangat sensitif ini, hal tersebut sangat beresiko untuk dia lontarkan.  Tapi itu tidak menjadikannya bersalah secara hukum.

    Bila pengadilan bisa memutuskan dengan tanpa tekanan massa, saya rasa Ahok lolos secara hukum.  Toh secara semantika, tak ada unsur penistaan di dalam video tersebut.  Lebih lengkapnya, lihat postingan ini: https://seword.com/politik/tafsir-pernyataan-ahok-terkait-dugaan-penistaan-agama-tidak-sesederhana-kata-pakai/

    Eksepsi Ahok juga sangat representatif terhadap pribadi dan perkataannya.  Kalau anda melihatnya dengan hati, anda tidak akan menganggapnya air mata buaya seperti yang dilakukan oleh Muhammad Al Khotot, Sekjen Forum Umat Islam atau menganggapnya akting seperti yang dilakukan Lulung.

    Jadi kalau Ahok berhasil dijebloskan ke penjara, ah sudahlah.

    Saya punya saran (boleh diabaikan) untuk orang-orang yang selama ini menghabiskan tenaga untuk menjatuhkan Ahok karena menganggapnya menista agama, terlebih khusus untuk pemimpin dan penggerak massa di aksi 411 dan 212:

    Pertama, laporkan saja Bambang, agar dia dipenjara dan bisa menemani Ahok kalau ternyata putusannya adalah bersalah.  Toh Bambang juga tak masalah.  Dia akan tetap minum kopi dan makan tape, makanan yang dia suka.  Buatlah demo besar untuk Bambang.  Boikot rokok yang dihisap Bambang.  Atau boikot juga merk baju dan topi yang dipakai Bambang sewaktu membuat video yang kedua.  Saya kurang tahu itu merk apa.

    Kalau ada orang lain yang melakukan yang sama, ya laporkan saja lagi, bikin demo lagi, boikot lagi, terus, jangan berhenti.  Sampai ada 1000 orang pun, jangan berhenti.

    Kedua, cari ahli bahasa yang mahal, lalu teliti satu persatu kalimat Bambang.  Tunjukkan bahwa kalimat Bambang berbeda konteks dengan kalimat Ahok.  Sama seperti yang kalian lakukan ketika membela kalimat Rizieq.  Tunjukkan pada kami kelincahan kalian dalam meloloskan diri dari jebakan Bambang.  Saya akan tepuk tangan sambil menangis bila itu bisa kalian lakukan.

    Ketiga, jangan lakukan apa-apa.  Sewaktu banyak netizen mempertanyakan standar ganda yang kalian buat, jangan ditanggapi.  Anggaplah itu angin lalu.   Siapa tahu video Bambang akan tenggelam perlahan-lahan dengan berita-berita lainnya.  Percayalah, makin banyak orang yang akan memperhatikan kalian dan senyum dengan tidak simetris.

    Keempat, tunggu momen di mana Densus 88 menemukan bom lagi.  Lalu buat heboh beritanya dan katakan bahwa itu adalah pengalihan isu.  Di sinilah kalian akan berhasil melakukan pengalihan isu yang sebenarnya.  Tapi bersiaplah dengan serangan penulis-penulis yang masih punya akal sehat yang berbunyi, “anda waras?”

    Pilih saja salah satu dari itu semua.  Atau kalian bisa abaikan dan punya pilihan lain untuk lolos dari jebakan Bambang.  Tapi ingat, apapun yang kalian lakukan, “the silent majority tak [akan]lagi silent,” begitu kata Petrus Wu (seworders).

    Last but not least…

    Bambang Winasis (di video yang kedua) mengajak anda yang masih waras untuk upload video Ahok di Kep. Seribu sebanyak-banyaknya.  Tujuannya agar orang-orang yang tulus hatinya dan murni ingin membela agama mereka bisa melihat terlebih dahulu video tersebut, lalu memutuskan dengan hati apakah itu penistaan atau tidak.  Jangan biarkan kemurnian hati mereka digerakkan oleh provokasi abal-abal.  Saya, penulis Seword.com lainnya, dan Bambang ingin mewaraskan mereka.  Bantu kami mewaraskan mereka.

    Saran saya juga, buat video Bambang jadi viral, agar makin banyak yang melihat video itu dan melaporkannya.  Mudah-mudahan itu juga bisa dilihat oleh Rizieq.  Walaupun belum tentu Rizieq akan bergerak juga.  Sambil melakukannya, kita tunggu kaum titik-titik akan melakukan apa setelah ini.

    Abel Kristofel – Malang.

    Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Video Bambang Winasis Menantang: Kaum Titik-titik Mau Apa Sekarang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top