728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 31 Desember 2016

    Taiwan Umumkan Jadwal Perjalanan Presiden ke AS Memicu Protes China

    Taipei, Warta.co - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen akan singgah di Houston dan San Fransisco, Amerika Serikat, dalam kunjungan ke negara-negara sekutunya di Amerika Latin, demikian pejabat kantornya di Taipei, Jumat (30/12).
    Hal itu menyebabkan China mengingatkan kembali AS untuk menutup berbagai bentuk persinggahan yang akan dilakukan oleh Tsai.

    Pihak kepresidenan Tsai menolak memberikan pernyataan apakah dia akan bertemu dengan anggota tim Presiden terpilih AS Donald Trump atau tidak.

    Namun perwakilan AS di Taiwan, Lembaga AS di Taiwan (AIT), menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan pribadi dan tidak resmi.

    Trump telah membuat China marah ketika dia berbicara kepada Tsai pada bulan ini yang memecahkan kebuntuan selama beberapa dasawarsa atas tanggapan dan keraguan komitmen pemerintahan AS yang akan datang terhadap kebijakan "satu China".

    Seorang penasihat pada tim transisi Trump menyatakan tidak akan memikirkan keterlibatan lebih dalam pejabat tinggi pemerintahan mendatang saat ditanya mengenai rencana pertemuan tersebut. Penasihat itu tidak ingin namanya disebutkan.

    Pemerintah China sangat mencurigai Tsai yang menginginkan kemerdekaan formal Taiwan, pulau dengan pemerintahan tersendiri yang dianggap Beijing sebagai provinsi pembangkang dan tidak memenuhi syarat untuk menjalin hubungan kenegaraan.

    Kementerian Luar Negeri China berulang kali mendesak AS agar tidak mengizinkan transit dan tidak memberikan isyarat yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan.

    "Kami berpikir setiap orang sangat memahami keinginan dia," ujar pihak kementerian tersebut tanpa memberikan penjelasan.

    Pemerintah AS yang mengalihkan pengakuannya dari Taiwan ke China pada 1979 mengakui posisi China yang hanya ada "satu China" dan Taiwan bagian dari China.

    Tsai melakukan persinggahan di AS dalam perjalanannya menuju dan dari Honduras, Nikaragua, Guatemala, dan El Salvador. Tsai akan meninggalkan Taiwan pada 7 Januari dan kembali pada 15 Januari 2017.

    Presiden perempuan pertama Taiwan itu direncanakan tiba di Houston pada 7 Januari dan meninggalkan tempat tersebut pada hari berikutnya. Dalam perjalanan pulang, Tsai akan tiba di San Fransisco pada 13 Januari, demikian juru bicara Kepresidenan Taiwan Alex Huang dalam pertemuan pers harian di Taipei.

    Pihak AIT menyatakan bahwa persinggahan itu tidak bertentangan dengan kebijakan "satu China".

    "Persinggahan Presiden Tsai di AS berdasarkan pengalaman AS yang sudah lama dan tetap konsisten sesuai dengan kewajaran hubungan tidak resmi kami dengan Taiwan," kata Alys Spensley yang bertindak sebagai juru bicara AIT kepada Kantor Berita Reuters.

    "Hal itu tidak mengubah kebijakan 'satu China' AS," perempuan itu menambahkan.

    Spensley menyatakan bahwa persinggahan Tsai bersifat pribadi dan tidak resmi. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa Ketua AIT James Moriarty akan menyambut Tsai di Houston dan San Fransisco.

    China mendakui kedaulatan Taiwan sejak 1949 ketika pasukan Partai Komunis Mao Zedong menang dalam perang saudara dan pemimpin Partai Nasionalis Chiang Kai-shek melarikan diri ke pulau Taiwan.

    Berbicara kepada anggota penasihat seremonial lembaga parlemen China, Jumat (30/12), Presiden China Xi Jin-ping menyatakan bahwa tahun depan China akan melakukan "upaya terus-menerus untuk unifikasi dan membangun hubungan damai lintas-Selat Taiwan, demikian laporan Kantor Berita pemerintah China, Xinhua.

    Taiwan memiliki sekitar 30 sekutu diplomatik pada pertengahan 1990-an, namun saat ini yang menjalin hubungan resmi tinggal 21 sebagian besar negara-negara kecil dan miskin di Amerika Latin dan Pasifik, termasuk juga Vatikan.(Ant)
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Taiwan Umumkan Jadwal Perjalanan Presiden ke AS Memicu Protes China Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top