728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 27 Desember 2016

    Habib Rizieq FPI Mengolok-olok Kelahiran para Nabi


    Argumen FPI seperti yang dipublikasikan di akun twitter mereka ;

    Lalu ketika ada ulama dakwahkan ajaran Al-Quran “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan” tetiba ulama dilaporkan ke polisi. Penistaan tuduhnya,”

    Mas FPI,ulama itu juga manusia. Ada kesalahan dan ada emosional. Tidak bisa serta merta ulama dinyatakan suci dan sempurna. Buktinya? Ceramah Rizieq Shihab sudah jadi bukti bahwa orang yang anda kagumi mengalami kegagapan beragama. Ulama juga anti memaki apalagi sesama muslim. Ulama juga mustahil mengabaikan konsep lakum dinukum waliyadiin. Dakwah Al Quran memang seperti itu bahwa Allah tidak beranak dan diperanakkan. Dari apa yang saya baca di situ tentu saja saya melihatnya hanya dari sisi ayat Al Quran. Tetapi menurut saya,penistaan bukan pada “Allah tidak beranak dan diperanakkan” tetapi pada frasa kata “bidannya siapa?”

    Urusan akidah antara Islam dan Kristen akan menghabiskan waktu panjang bila diperdebatkan akan tetapi untuk mempersingkat waktu maka landasan Surah Al Ikhlas itu sudah cukup sebagai argumentasi dan Islam serta muslim tidak dapat memaksakan kepada pihak non muslim untuk menerima Al Ikhlas.

    Balik ke tema.

    Frasa “bidannya siapa?” sudah jelas mengandung unsur penghinaan seperti yang termaktub dalam Pasal 156 ;

    Pasal 156
    Barang siapa di rnuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beherapa golongan rakyat Indonesia,

    Ucapan Rizieq Shihab memenuhi unsur ;

        di muka umum.

    Pasal ini tidak menjelaskan atau mengkhususkan maksud dari kata umum. Ceramah di depan umum tentu tidak berarti bicara di depan satu dua orang tetapi banyak orang dan terlepas dari golongan/suku/ras yang menjadi pendengar.

        Penghinaan. Menghina apa yang telah diyakini golongan lain. Umat Nashrani adalah bagian dari golongan rakyat Indonesia.

    Ini sama halnya bila seseorang bertanya pada FPI “siapa yang menjadi bidan pada kelahiran Nabi Muhammad? (ingat dan catat ; saya tidak mempersoalkan masalah ketuhanan Yesus,tetapi proses kelahiran beliau).

    Apakah FPI akan tersinggung dan terhina? Apakah umat Islam akan tersinggung dan terhina? Mungkin ada sebagian yang tidak terhina tetapi akan selalu ada yang terhina karena jenis pertanyaan adalah bergender konyol berjenis telolet.

    Lanjut.

    Mungkin ada yang bertanya “Mengapa penulis tidak mempermasalahkan masalah Ketuhanan Yesus?”

    Ini jawaban saya “ lakum dinukum waliyadiin. Al Quran di bagian lain juga sudah tegas menyatakan bahwa akidah ketuhanan antara Islam dan Kristen akan selamanya berbeda.lalu mengapa perbedaan yang sudah ada itu dipermasalahkan lagi?” urusan akidah bukan urusan adu data titik banjir atau titik bencana. Bukan pula adu data antar bendahara tetapi masalah hati. Sekalipun A dinyatakan benar tetapi jika B tetap berkeras A bersalah.Lalu B mau apa? bunuh Si A? atau telolet? nangis gulung-gulung?Teriak kofar kafir kefor kafur juga tidak akan merubah fakta bahwa isi kitab suci memang berbeda. Jadi biarlah perbedaan ada karena tak mungkin kita mengubah kitab suci dan jangan paksa perbedaan menjadi persamaan karena perbedaan keyakinan itu mutlak dan absolut urusan Tuhan selaku Hakim Yang Maha Adil. Paham atau masih telolet?

    Yang dilarang itu bila muslim memasuki gereja dan ikuti misa natal. Dilarang juga jadi panitia Natal (jadi ingat masa lalu ketika turut serta kerja bhakti untuk persiapan misa Natal di satu desa di kaki gunung Sindoro sekitar 1995). Mengapa saya lakukan itu? Saya anggap sebagai balas budi karena rekan saya yang Kristen telah membantu saya mempersiapkan air wudlu.Dan beliau juga enjoy dalam rangka mencari air,tanpa takut menjadi automuslim. Begitu pula waktu geser-geser kursi dan bantu bikin panggung pun tidak lantas menjadikan saya autokristen.

    Balik ke tema.

    Bidannya siapa? Ini pertanyaan konyol yang sudah jelas melecehkan akidah tetangga. Saya apresiasi keberanian saudara-saudara pelapor. Maju terus bro. Kalau takut intimidasi FPI,kita masih punya pak Tito.Laporkan saja bila ada intimidasi atau tekanan-tekanan untuk mencabut laporan. Diakui atau tidak,Pak Tito beserta jajaran kepolisian adalah wakil Tuhan yang bekerja untuk keadilan. Tuhan berpesan : jaga perdamaian dan jangan buat kerusakan. Dan Pak Tito sedang mengemban amanah  “cegahlah kerusakan”.Percaya pada pak Tito,saya anggap seperti mempercayai mekanisme yang dikehendaki Tuhan.

    Bidannya siapa? Kegagapan beragama nampak dari pertanyaan ini. Tentang kelahiran isa atau Yesus pun dikabarkan oleh Al Quran.Saya tidak menganggap tuhan dilahirkan. Dalam kasus ini,saya berpendapat yang lahir adalah manusia,bukan Tuhan seperti keyakinan saudara-saudara Kristen dan Katolik. Pertanyaan saya edit menjadi “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Isa?” karena kata Tuhan sudah saya coret (sesuai akidah saya) jadi saya menitikberatkan ke sosok yang melahirkan dan dilahirkan.

    Pertanyaan sejenis “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Isa?” saya lanjutkan menjadi “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Muhammad?” lalu “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Yusuf?” kemudian “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Musa?” lantas “siapa yang menjadi bidan kelahiran Nabi Hud?” dan seterusnya. Karena ribuan nabi pada hakekatnya adalah satu tubuh. Satu kesatuan. Menghina satu nabi berarti menghina seluruh nabi. Memusuhi satu nabi berarti memusuhi seluruh nabi. Identik dengan ayat “membunuh satu manusia berarti membunuh manusia keseluruhan”.


    Bidannya siapa? Adalah pertanyaan yang tidak mungkin keluar dari logika waras dan cerdas.


    Secara umum,laporan PP PMKRI sudah memenuhi unsur pasal 156 KUHP dan unsur waras serta unsur cerdas. Jangan mundur bro,lakukanlah atas dasar persamaan hak dan kewajiban bernegara.Jangan dilandasi kebencian. Sudah tak lagi ada musim benci karena yang harus kita trendingkan adalah musim cinta bersemi. Mereka hampir tak mungkin meminta maaf jadi kita maafkan atas keteloletan ini tanpa menunggu mereka meminta maaf. Lakukanlah seperti Tuhan yang selalu membuka pintu maaf tanpa menunggu manusia meminta maaf. Kita tunjukkan bahwa penulis dan pembaca Seword adalah segolongan orang yang mencintai Tuhan yang Maha Pemaaf dengan tidak melupakan azas waras dan cerdas.



    Indonesia menuju waras dan cerdas!!!

    Sumber : Rizieq FPI Mengolok-olok Kelahiran para Nabi (By Roni Risdianto SEWORD.COM)
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Habib Rizieq FPI Mengolok-olok Kelahiran para Nabi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top